Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 79 S2


__ADS_3

Mereka pun langsung pulang ke rumah, dan sedari tadi Fiona terus saja menggandeng tangan Adit, dan Adit hanya diam mengikuti kemauan Fiona. Karena sebenarnya ia juga nyaman bersama adik dari Alvaro ini.


"Fi apa kau tidak kangen dengan kakak mu, sedari tadi kau terus bersama adit." tanya Alvaro.


"Aku juga rindu dengan kakak, tapi dengan kak adit aku sangat merindukan nya. Lihatlah dia tidak sedingin dulu lagi." jawab Fiona.


"Terserah mu." ucap Alvaro.


"Al ku dengar kau sudah menikah. Apa kau sudah lelah mencari wanita idaman mu dan memilih menikah." tanya Vano.


"Ya aku sudah menikah, kau liat saja bagaimana istri ku. Ku yakin mata mu akan lepas dari tempatnya. Dan aku juga sudah tidak pernah ke bar lagi. Mungkin dia pelabuhan terakhir ku." jawab Alvaro.


"Terus bagaimana Elena." tanya Vano.


Alvaro memukul pundak Vano, ia memberi peringatan pada Vano kalau bersama adik nya jangan pernah membahas Elena karena hubungan nya dengan Elena hanya mereka bertiga yang tau.


"Maaf al, aku tidak sengaja." ucap Vano.


Sesampainya mereka di rumah Fiona masih melepas kan tangan nya dari tangan Adit, ia masih setia bersama orang yang selama ini ia kagumi.


"Bunda." teriak Fiona sambil berlari memeluk Agnes.


"Ku kira dia tidak akan lepas dari tangan mu." ucap Alvaro.


"Al siapa wanita cantik itu. Dia sangat cantik a'l. Al bodi nya al." ucap Vano.


"Dia istri ku, kau tau dia baru tamat SMA." kata Alvaro.


"Al kau menikahi gadis SMA, wah menang banyak kau al. Pasti kau yang melakukan nya pertama kali kan. Al cari kan aku yang seperti itu." oce Vano.


"Rasa nya sangat luar biasa Van, dia benar-benar sangat nikmat. Dari aku menikah dengan nya sampai sekarang setiap malam aku menggempur nya." bisik Alvaro.


"Apa kau tidak kasihan dengan nya al, dia masih terlalu mudah untuk terus kau gempur." tanya Vano.

__ADS_1


"Hahaha iya Van, aku sangat menjaga nya dan kau tau pernikahan ku dengannya masih dalam rahasia tidak ada yang mengetahui nya. Awas saja kau menyebarkan pernikahan ku di kampus nanti." jawab Alvaro.


"Tenang al aku tau sifat mu, ayo kita ke sana aku ingin melihat istri mu lebih dekat." ucap Vano.


"Apa dia kakak ipar ku." tanya Fiona.


"Iya dia kakak ipar mu, berkenalan lah dengan nya." jawab Agnes.


"Kau kakak ipar ku, kau sangat cantik sekali. Tubuh mu sangat ideal." kata Fiona.


"Iya, nama saya Angel." ucap Angel.


"Aku Fiona, apa usia kita tidak berbeda jauh." tanya Fiona.


"Umur ku baru 18 tahun." jawab Angel.


"Apa, aku memiliki kakak ipar lebih muda dari ku, kau berumur 18 tahun." ucap Fiona yang terkejut.


"Hay cantik, perkenalkan nama ku Vano saudara sepupu dari suami mu." ujar Vano.


Setelah berkenalan, Fiona terus menanyakan hal-hal tentang pernikahan pada Angel, Fiona sangat penasaran bagaimana kakak nya bisa mendapatkan gadis secantik Angel dan masih 18 tahun. Walaupun ia sadar memang kakak nya sangat tampan tapi Fiona yakin Angel tidak memandang hal itu. Dan Angel hanya menjawab nya dengan senyuman nya, yang membuat Fiona tidak puas.


"Kak aku juga ingin menikah mudah." ucap Fiona.


"Dengan siapa." tanya Angel.


"Dengan itu, kak Adit." jawab Fiona.


"Emang kamu sudah siap menikah, banyak loh hal yang harus kamu siap kan." tanya Angel.


"Aku sudah siap kak, tapi aku tidak siap malam pertama, Apa itu sakit." jawab Fiona.


Angel diam tidak bisa menjawab nya karena ia juga belum merasakan nya.

__ADS_1


"Hmmm kamu pasti merasakan nya sendiri." ucap Angel dan memilih untuk membawa kue yang ia buat ke meja makan.


"Wah seperti nya enak." ucap Vano.


"Coba lah kak. Pasti enak." ujar Angel.


"Mas mamah mana." tanya Angel.


"Tadi keluar sebentar kata nya." jawab Alvaro.


"Ehem yang panggilannya mas." kata Vano.


"Diam atau ku sumpel mulut mu." ucap Alvaro.


Malam hari telah tiba Angel baru saja sehabis mandi dan sedang menyiapkan baju suami nya, Alvaro datang dari arah belakang Angel dan memeluk nya dari belakang.


"Tuan." ucap Angel yang sedikit terkejut.


"Kau belum berterima kasih pada ku." kata Alvaro.


"Berterimakasih untuk apa." tanya Angel.


"Bukan nya tadi pagi aku memberikan mu hadiah." jawab Alvaro.


"Terimakasih untuk hadiah pagi nya." ucap Angel.


Tangan Alvaro bergerak menyingkirkan rambut panjang Angel ke samping, dan bibir Alvaro mulai bermain di area leher jenjang Angel.


"Geli." ucap Angel.


"Geli atau enak." tanya Alvaro.


"Geli tuan, ku mohon hentikan." jawab Angel.

__ADS_1


"Kau berani memerintah ku." ucap Alvaro sambil menaikan tangan Angel ke atas leher nya.


"Jika aku sedang bermain-main pada mu kalung kan tangan mu di leher ku." Kata Alvaro sebelum melanjutkan permainan nya.


__ADS_2