
Tangan Alvaro semakin masuk kedalam, melewati kulit mulus Angel dan sampai di benda yang selama ini ia ingin kan. Dari dulu ia mencari benda yang membuat nya tertarik saat telah menemukan benda itu, malah sangat sulit ia nikmati karena rasa gengsi dan malu.
Tangan Alvaro bergetar menyentuh milik Angel rasa nya benar-benar berbeda, ingin sekali ia melakukan nya lebih dalam tapi ia takut Angel terbangun dan akan membuat nya malu. Angel merasakan sesuatu yang bergerak di dalam baju nya, ia menarik sesuatu itu dari benda milik nya dan kembali tidur. Alvaro sangat kesal ketika tangan nya keluar dari baju Angel, ia belum puas bermain di benda itu. Ia kembali memasukan tangan nya kedalam baju Angel, lalu kembali mengelus dan memainkan nya. Angel membuka mata nya dan melihat apa yang ada di dalam baju nya, ia sedikit terkejut saat melihat tangan Alvaro ada di dalam baju nya.
"Tuan, bangun tangan anda." ucap Angel.
Alvaro yang tertangkap basah memilih untuk diam dan berpura-pura tidur untuk menghilangkan rasa malu nya karena telah bertindak jauh.
"Seperti nya dia bermimpi." ucap Angel sambil melepaskan tangan Alvaro dari dalam baju nya, ia sedikit bergerak menjauhi Alvaro dan kembali tertidur dengan posisi memeluk guling.
Alvaro sangat kesal Angel menjauh dari nya, apalagi saat ini ia tidak memakai baju tentu saja ia merasa dingin, tidak ada yang ia peluk untuk menghangatkan nya.
"Dingin." ucap Alvaro dan kembali memeluk Angel dengan erat.
Angel pasrah di peluk Alvaro, ia juga merasa senang mendapatkan pelukan hangat itu. Jantung nya selalu berdetak lebih cepat saat berdekatan dengan Alvaro. Ia merasakan sesuatu yang berbeda.
"Apa aku telah mencintai nya, tidak-tidak ini terlalu cepat." batin Angel.
"Dingin sekali." ucap Alvaro dan semakin mempererat pelukan nya.
Pagi hari telah tiba Angel telah bangun dan baru saja selesai melaksanakan shalat subuh. Ia bingung harus apa karena ibu mertua nya melarang nya untuk turun ke bawa. Ia melirik ke arah Alvaro yang masih tertidur sangat pulas.
"Apa kau tergoda dengan tubuh ku, sampai kau terus melirik nya." ucap Alvaro.
__ADS_1
"Tuan anda sudah bangun." tanya Angel.
"Sudah dari saat kau melihat ku, sekarang kau sudah berani tidur dengan ku ya." jawab Alvaro.
"Tidak tuan, tidak begitu." ucap Angel.
"Tidak begitu bagaimana, kau tidur sambil memeluk ku." kata Alvaro yang semakin mendekati Angel.
"Tidak tuan, anda yang memeluk saya tadi malam." jelas Angel.
"Kau mau mencoba menuduh ku, padahal kau yang memeluk ku dengan erat." ucap Alvaro dengan menarik tangan Angel hingga Angel jatuh di bawa tubuh nya.
"Tidak tuan, saya berkata jujur, tadi malam anda yang memeluk saya." kata Angel.
"Kalau begitu maafkan saya tuan saya tidak sengaja." ucap Angel.
"Aku tidak kau memaafkan ku, kau harus membayarnya." kata Alvaro.
"Apa yang harus aku lakukan tuan, bagaimana aku harus membayar nya." tanya Angel.
"Aku ingin bertanya pada mu, apa ini milik ku." tanya Alvaro dengan menyentuh leher Angel.
"Iya tuan ini milik anda." jawab Angel.
__ADS_1
Alvaro mengecup leher Angel yang sedari tadi memancing perhatian nya. "Apa aku boleh melakukan ini." tanya Alvaro.
"Anda boleh melakukan apa saja tuan." jawab Angel.
Alvaro dengan cepat mencium, mengisap dan memberikan sentuh-sentuhan kecil di leher Angel. Ia sangat menikmati momen langka ini, rasa nya tidak bisa jelas kan lagi betapa nikmatnya leher jenjang milik Angel. Dan ciuman terakhir nya meninggal beberapa tanda merah di leher bagian bawah Angel, lebih tepat nya di atas dada nya. Alvaro sadar jika Angel masih sekolah jika ia meninggal nya di leher Angel bisa membuat Angel malu dan bahan ejekan teman-teman nya.
"Apa kau menikmati nya." tanya Alvaro.
"Saya saya...
"Jawab dengan jelas apa kau menikmati nya." tanya Alvaro.
"Iya tuan, saya menikmati nya." jawab Angel.
"Kalau begitu berterimakasih lah pada ku, karena telah memberikan hadiah bagi yang sangat indah." kata Alvaro.
"Terimakasih tuan, telah memberikan hadiah pagi yang sangat indah." ucap Angel.
"Kau benar-benar istri yang sangat penurut, selalu lah begini aku akan sering memberikan mu hadiah." ucap Alvaro.
"Iya tuan terimakasih, apa anda ingin mandi." tanya Angel.
"Iya tapi tidak perlu menyiapkan air hangat, aku akan mandi air dingin." jawab Alvaro.
__ADS_1
Alvaro turun dari ranjang dan langsung masuk kedalam kamar mandi meninggal Angel tenga tergeletak di kasur. Alvaro sengaja tidak membuka pakaian nya di luar kamar mandi karena junior nya benar-benar sedang tegak akibat momen tadi, dan alasan nya mandi air dingin untuk meredakan suhu tubuh nya yang lagi meningkat.