Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 65 S2


__ADS_3

Mau tidak mau Alvaro harus menikah dengan Angel hari ini juga. Sebenarnya Agnes tidak tega pada Angel terlihat raut kesedihan dari mata Angel, tapi Agnes yakin jika Angel bisa bisa mengubah Alvaro menjadi lebih baik lagi. Ia juga tidak akan tinggal diam, Agnes akan membantu Angel untuk merubah putra nya itu.


Setelah para saksi berkata sah mereka berdua telah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah. Air mata Angel lolos dari ujung mata nya, ia tidak bisa mengartikan perasaan nya saat ini. Di usia nya yang baru menginjak umur 18 tahun Angel harus menanggung beban seberat ini.


Malam hari telah tiba, mereka semua berkumpul di ruang makan untuk makan malam. Karena sudah mengerti tugasnya sebagai istri, Angel mengambil kan makanan untuk suami nya dulu, baru lah setelah itu untuk nya.


Alvaro terkejut saat melihat Angel melakukan itu, ia tidak menyangka jika gadis seusia Angel sudah mengerti tugas nya sebagai istri.


"Al, kau harus melanjutkan kuliah mu." perintah Alex.


"Yah, aku tidak mau, kenapa tidak langsung bekerja saja di kantor mu." ucap Alvaro.


"Bekerja langsung, apa yang sudah kau dapatkan. Kau saja belum lulus kuliah mau masuk kedalam kantor." ujar Alex.


"Bunda setuju apa yang di katakan ayah mu, kau harus melanjutkan kuliah mu." kata Agnes.


"Aku mau melanjutkan tapi aku yang memilih tempat nya." ucap Alvaro.


"Dan mulai sekarang, kau tinggal di sini, tidak ada pulang ke apartemen mu itu. Kalau kau masih pulang ke sana apartemen mu ku sita." ujar Alex.


"Apa ada lagi peraturan aneh lainnya, kenapa hidup ku sangat di atur." ucap Alvaro sambil membanting sendok nya dan pergi masuk kedalam kamar nya.


"Maaf kan suami mu nak, dia memang seperti itu." ujar Agnes.


"Iya mah." kata Angel.


Setelah makan malam selesai, Angel memilih untuk menghampiri Alvaro yang tenga berada di dalam kamar nya. Ia melihat Alvaro tenga berbaring di atas kasur.


"Hey wanita, bisa kah kau memijat ku? tubuh ku terasa sakit." tanya Alvaro.


"Bisa tuan." jawab Angel.

__ADS_1


Alvaro membuka baju nya dan berbaring tengkurap, membiarkan Angel memijat tubuh nya.


"Jika kau melihat tato di situ, jangan kata kan pada orang tua ku." ucap Alvaro.


"Iya tuan." kata Angel.


Angel merasa ada yang spesial dari tato yang berada di punggung suami nya. perlahan ia mulai memijat dengan lembut punggung Alvaro yang terasa cukup keras.


"Dimana tenaga mu, apa kau berniat menggoda ku dengan sentuhan seperti itu." ucap Alvaro.


"Ti..tidak tuan maaf." kata Angel.


Karena tidak puas dengan pijatan yang di berikan Angel ia menarik Angel dan menindih nya, sampai Angel merasa sangat ketakutan.


"Seperti nya kau benar-benar ingin menggoda ku." ucap Alvaro.


"Tidak taun maaf."


"Maaf, aku suami mu dan aku berhak atas diri mu." Alvaro semakin mendekati wajah Angel.


"Apa kau mau melayani ku?"


"Iiiyaaa tuan aku..


"Kata kan dengan jelas apa kau mau melayani ku?" Alvaro yang setengah berteriak.


"Iya tuan saya mau." jawab Angel dengan suara yang sangat jelas.


"Buka pakaian mu." perintah Alvaro.


Tangan Angel sangat gemetar saat ingin membuka pakaian nya, ia benar-benar sangat takut saat ini.

__ADS_1


"Jangan lanjutkan aku tidak akan mau tidur dengan wanita seperti mu, pasti kau sudah bekas orang lain." ucap Alvaro.


Ucapan Alvaro sangat menusuk hati Angel, sakit sangat terasa sakit.


"Minggir aku mau tidur." ucap Alvaro.


"Jangan menyentuh ranjang ku, aku tidak sudi harus tidur dengan wanita kotor seperti mu."


"Iya tuan saya mengerti." kata Angel.


Angel masuk kedalam kamar mandi untuk meluapkan rasa sakit hati nya. "Kotor apa aku benar-benar wanita kotor." Angel menutup wajah nya dan menangis, dengan menangis hati nya terasa lebih lega dan tenang.


Angel mengambil air wudhu untuk shalat isya. Ia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit bengkak karena terlalu banyak menangis.


Angel melaksanakan shalat isya dengan khusyuk walaupun hati nya masih terasa sakit. Ia berdoa agar ia tetap kuat menjalani hidup nya yang terasa sangat menyakitkan.


Setelah shalat isya Angel memilih untuk keluar kamar, ia sudah ada janji pada Adit kalau jam 8 ia akan menemui adit di lantai dasar.


"Angel." panggil Adit.


"Iya tuan ada apa." jawab Angel.


"Panggil saya kak, sekarang kau sudah menjadi bagian dari keluarga ini." ucap Adit.


"Iya kak." kata Angel.


"Ini seragam sekolah mu, aku mengambil nya sesuai dengan alamat yang kau berikan." ucap Adit.


"Terimakasih kak." kata Angel.


"Siapa laki-laki yang berada di rumah mu itu." tanya Adit.

__ADS_1


"Itu paman saya kak, ya sudah kak aku masuk kamar dulu, sekali lagi terimakasih." ucap Angel


Angel berusaha tidak terlalu banyak untuk mengobrol dengan Adit, ia takut jika terjadi ke salah pahaman.


__ADS_2