Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 149 S3


__ADS_3

"Dasar kebo, sudah aku pegang masih tidak bangun juga." Batin Verrel.


"Akifa bangun." Verrel meremas-remas milik Akifa.


"Hmmmm." Akifa membuka mata nya.


Verrel naik ke atas tubuh Akifa, ia mulai mengecup leher akifa.


"Mas." Akifa menahan kepala Verrel.


"Ada apa." Tanya Verrel.


"Sudah pagi dan kenapa kamu naik di atas."


"Kau membuat ku haus, diam dan nikmati saja." Ucap Verrel.


Verrel membuka kancing baju istri nya, ia sangat senang mendapat kan pemandangan seindah ini di pagi hari.


"Besar sekali." Ucap Verrel.


Akifa hanya merem melek saat Verrel melahap abis milik nya, ia tidak tau kenapa suami nya sangat suka bermain di benda kenyal itu.


Verrel meletakkan kepala nya di benda kenyal itu, ia merasa sangat nyaman berada di sana.


"Akifa, ini milik ku jangan sampai ada yang melihat dan menyentuh nya." Ucap Verrel dengan memberikan tanda kepemilikan nya.


"Ini milik ku mas, kenapa kamu ngaku-ngaku." Ucap Akifa.


"Hey, kau istri ku. Tubuh mu milik ku, jika aku ingin melakukan nya sekarang pun, itu hak ku." Kata Verrel.


"Iya iya, aku hanya bercanda."


"Boleh aku melakukan nya sekarang." Tanya Verrel.

__ADS_1


"Kamu ingin meminta hak mu, kenapa harus bertanya dulu pada ku? "


"Kata ayah, aku tidak boleh melakukan nya jika istri ku tidak mengizinkannya, aku janji akan melakukan nya secara perlahan, dan hmm aku akan berusaha menerima mu." Kata Verrel.


"Lakukan lah, aku memberikan izin." Ucap Akifa.


"Terimakasih." Verrel mulia membuka pakaian nya satu persatu.


Akifa yang wanita normal pada umum nya, menelan ludah nya secara kasar saat melihat tubuh indah suami nya. Tangan nya mulai berani bergerak menyentuh setiap otot yang tercipta di tubuh Verrel.


Verrel yang menyadari itu hanya bisa tersenyum, ia merasa tidak sia-sia rutin berolahraga. Verrel mulai mencium bibir Akifa dengan lembut, perlahan Akifa membalas ciuman itu.


Mereka berdua melakukan pemanasan cukup lama, Vino sengaja melakukan itu agar Akifa tidak terkejut dan merasakan sakit. Akifa menancap kan kuku nya di punggung Verrel saat Verrel mulai mempersatukan tubuh mereka berdua.


"Sakit sekali." Akifa mulai meneteskan air mata nya.


"Hmmm, kenapa sulit sekali.".Batin Verrel.


Verrel menutup mulut Akifa, ia menghentikan cukup kuat dan akhirnya kapal itu karam dengan sempurna.


"Sayang, kau benar-benar...


Mereka berdua melakukan itu sampai siang, Verrel benar-benar puas dengan tubuh istri nya, ia mendapat hak istimewa dari istri nya. Verrel menghentikan aksi nya karena kasihan dengan istri nya yang terlihat lemah.


"Terimakasih." Verrel memeluk Akifa dengan erat.


Mereka berdua diam membisu pikiran mereka melayang ntah kemana. Akifa merasa ia senang dapat melayani suami nya, ia tidak menyangka Verrel melakukan nya dengan lembut.


Berbeda dengan Verrel, ia memikirkan berapa kali sehari dia akan meminta jatah nya, ia merasa tidak akan bisa hidup tanpa jatah dari Akifa.


"Kenapa kau senikmat itu." Bisik Verrel.


"Mas, aku malu." Akifa menyembunyikan kepala wajah nya di dada bidang milik suami nya.

__ADS_1


"Ternyata kau juga memiliki nafsu yang tinggi ya." Ucap Verrel.


"Mas, hentikan atau aku tidak mau lagi." Ancam Akifa.


"Kau mengancam ku, aku tidak takut." Ucap Verrel.


Verrel membawa Akifa masuk ke dalam kamar mandi, walaupun kamar mandi itu sangat kecil tapi cukup untuk mereka berdua, malahan itu membuat Verrel senang karena bisa puas menyentuh benda milik Akifa.


Selesai mandi mereka berdua memakai pakaian mereka kembali, Akifa merasa bingung bagaimana ia bisa berjalan sampai mobil sedang kan untuk ke kamar mandi saja diri nya tidak bisa.


"Darah." Ucap Akifa


"Hey kau bodoh sekali, itu darah milik mu, itu tanda nya kau bukan seorang gadis lagi." Ujar Verrel.


"Pantas saja seperti terasa di sobek, mungkin karena milik nya besar itu." Batin Akifa.


"Ayo kita pulang." Ucap Verrel.


"Bagaimana aku bisa pulang, aku saja tidak bisa berjalan."


"Oh iya, bagaimana kau sampai mobil, begini saja kita berada di rumah ini sampai sore, nanti pasti tidka terlalu sakit lagi." Kata Verrel yang sebenar ingin beristirahat Karena cukup lelah.


"Tapi aku lapar." Ucap Akifa.


"Tunggu sini, aku akan mencari makan dulu." Verrel keluar dari rumah Akifa, ia merasa beruntung menjadi seorang pria, tidak perlu merasakan sakit saat habis melakukan nya.


Verrel berjalan ke warung kecil yang menjual sarapan pagi. Ia memesan beberapa bungkus makanan sekalian untuk siang karena malas jika harus kembali lagi ke sini.


"Mas, siapa nya Akifa." Tanya penjual warung.


"Saya suami nya." Jawab Verrel.


"Akifa sudah menikah, padahal nenek nya baru saja meninggal tapi bisa-bisa nya dia menikah."

__ADS_1


"Kenapa ibu mengurusi hidup orang lain, apa hidup ibu sudah benar." Verrel membayar makanan itu dengan memberikan tatapan tajam ke pemilik warung.


__ADS_2