
Tak lama perhiasan yang mereka berdua datang. Perhiasan yang mereka berdua pesan memiliki bentuk yang sama, hanya warna nya saja yang berbeda.
"Perhiasan yang mas mas ini pesan sama, yang membedakan ke dua nya hanya lah warna nya saja, perhiasan ini memiliki harga fantastis, dan saya kira hanya orang tertentu yang mampu membeli perhiasan ini."
"Kami hanya membelikan titipan orang lain mbak, oh iya berapa harganya," tanya Rian.
"1,5 m mas," jawab pelayan tokoh.
"Aikkk 1,5 m, itu uang," ucap Rian.
"Paman membeli nya dengan uang sebanyak itu, dia menyianyiakan uang sebanyak itu untuk aku," kata Zayn.
"Hahaha kita sama-sama terkejut, kita hanya bisa memberikan kabar pada orang yang ingin membeli perhiasan ini, mbak tolong minta nomor rekening nya."
Rian memberitahu Verrel harga perhiasan yang Verrel minta dan Zayn pada paman nya, mereka berdua benar-benar bingung kenapa bisa orang membeli perhiasan semahal itu. Setelah melunasi perhiasan itu, mereka berdua langsung pergi meninggalkan tokoh perhiasan.
"Seperti nya kita harus berpisah lagi, aku bisa meminta kartu nama mu, seperti nya kau bisa menjadi teman ku," kata Rian.
"Oh iya tunggu sebentar, ini kartu nama ku dan ada nomor ku juga, kau bisa menghubungi ku, nanti kita bisa atur pertemuan jika ada waktu senggang," ucap Zayn.
"Iya Zayn, aku pergi dulu, mungkin pacar ku sudah selesai perawatan." Rian pergi meninggalkan Zayn, begitu juga dengan Zayn yang memilih untuk langsung pulang ke apartemen nya.
"Besok aku sudah mulai bekerja di Efron grup, aku sudah tidak sabar bertemu dengan orang baru," batin Zayn.
__ADS_1
"Tapi perjodohan itu bagaimana, ahhh ini sangat membingungkan, semoga saja aku dengan wanita itu cocok."
Rian kembali masuk ke dalam salon tempat Nadya perawatan, tak butuh waktu lama menunggu Nadya sudah keluar dengan penampilan yang lebih fresh dan cantik dari sebelumnya.
"Sudah sayang," ucap Nadya.
"Aku bayar dulu," kata Rian.
"Tidak perlu, aku sudah membayar nya, ayo aku sudah lapar," ucap Nadya.
Nadya mengajak Rian ke restoran bukan hanya untuk makan tapi ia ingin membicarakan tentang perjodohan yang ayah nya atur. Dan tentu saja ia harus mengakhiri hubungan ini meskipun terasa sangat berat.
"Kamu pesan apa sayang," tanya Rian.
"Aku pesan makanan yang biasa kita makan jika sedang berdua," jawab Nadya.
"Kamu masih ingat saja," kata Nadya.
"Kita baru beberapa minggu lalu menghabiskan waktu bersama, mana mungkin aku bisa lupa," ucap Rian.
"Rian mungkin kita sampai di sini saja," kata Nadya tanpa melihat ke arah wajah Rian, ia benar-benar tidak sanggup melihat ekspresi wajah Rian ketika ia meminta hubungan mereka berhenti sampai di sini saja.
"Ka..Kamu serius, tapi kenapa," tanya Rian.
__ADS_1
"Aku di jodohkan oleh orang tua ku, aku tidak bisa menolaknya. Dan ayah ku juga tidak akan merestui hubungan ini. Sebelum aku terlalu mencintai terlalu dalam aku ingin mengakhiri hubungan ini," jawab Nadya.
"Aku mengerti, aku yakin memang ini yang terbaik untuk kita. Hati ku memang terasa sangat sakit tapi mau bagaimana lagi Nadya, takdir tidak bisa kita rubah," ucap Rian.
"Maafkan aku Rian, maafkan aku. Aku sangat mencintaimu, aku tidak peduli dengan status mu saat ini, tapi aku juga tidak bisa menentang permintaan orang tua ku. Maafkan aku Rian," kata Nadya sambil menahan air mata nya.
"Hey jangan menangis, aku tidak papa sungguh aku tidak papa. Aku yakin kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik dari ku, aku yakin kamu pasti akan bahagia. Sudah kamu tidak perlu meminta maaf, kamu tidak salah," ucap Rian.
Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang, tanpa ada yang berbicara mereka berdua langsung melahap makanan itu. Rian mempercepat menghabiskan makanan nya karena ia tidak ingin terlalu lama bersama dengan Nadya, hati nya sangat sakit mengingat Nadya sudah bukan pacar nya lagi.
"Aku harus ke Cafe, pasti Vivi sudah menunggu ku," ucap Rian.
"Aku antar ya," kata Nadya.
"Tidak Nadya, kita harus berpisah di sini, selamat berbahagia Nadya," ucap Rian.
"Kenapa rasa nya sangat sakit, aku tidak bisa." Nadya sudah tidak bisa menahan air mata nya.
"Berat? Ya memang berat. Tapi kalo kamu benar-benar mencintainya, kebahagiaan dia wajib kamu jaga, misalnya kamu tersenyum melihat dia bahagia, bukan bahagia karena dirimu, tapi bahagia bersama orang lain."
"Rian aku sangat mencintaimu," Nadya menangis dalam pelukan Rian. Rian pun langsung membalas pelukan dari Nadya, ia juga merasakan apa yang Nadya rasakan saat ini.
"Jika memang seperti itu, mungkin kamu harus memahami kalimat “ Cinta tak harus memiliki “. Ya terkadang ada hal yang tidak harus dipaksakan dan mau tidak mau harus kita ikhlaskan. Tapi walaupun kamu harus merelakannya, bukan berarti rasa cinta itu hilang seketika. Aku masih bisa memendam rasa cinta itu diam-diam, atau memperhatikan mu dari kejauhan," ucap Rian.
__ADS_1
Nadya dan Rian mengakhiri hubungan mereka begitu saja, perasaan yang mereka rasakan saat ini terasa sangat sakit, Nadya hanya bisa menangis melihat Rian pergi meninggalkan nya. Ia merasa sangat menyesal telah mengakhiri hubungan nya begitu saja.
Perasaan Rian saat ini sakit bercampur dengan lega. Ia lega telah mengakhiri hubungan nya dengan Nadya tanpa harus diri nya yang memutuskan hubungan itu. Walaupun memang rasa nya sangat sakit ia merasa ini bukan akhir dari segalanya.