
"Aku tidak paham kek, coba jelaskan pada ku sedikit saja," ucap Kenzo.
"Kau yakin kau bisa menerima penjelasan ku, tidak tambah sakit otak mu," tanya Alvaro.
"Coba saja paman, aku yakin Kenzo pasti bisa memahami nya," ujar Rizky.
"Iya al, aku yakin pasti Kenzo bisa memahami nya, bukan nya dari dulu ia sangat pintar," kata Adit.
"Apa dulu aku pintar, apa aku dulu juara kelas," tanya Kenzo.
"Bukan hanya juara kelas, kau juara umum, coba dengarkan aku baik-baik," ucap Alvaro.
Alvaro sedikit menjelaskan apa masalah yang ia hadapi saat ini, walaupun terasa sangat sulit Kenzo berusaha memahami nya dengan sangat baik. Sambil mendengar kan kakek dan para paman nya tangan Alvaro bergerak memainkan keyboard laptop untuk melakukan apa yang Alvaro dan paman nya maksud.
"Oke aku paham, kakek pinjam beberapa data referensi, aku sangat memerlukan nya."
"Kau yakin Kenzo," tanya Alvaro.
"Iya kek, cepat aku sangat memerlukan nya sekarang," jawab Kenzo.
"Cucu mu benar-benar keren Al, Kenzi memang unggul dalam fisik tetapi tidak sepintar Kenzo. begitu juga dengan Kenzo yang fisik nya tidak sekuat Kenzi tetapi otak nya jauh di atas Rata-rata," kata Adit.
"Mereka memiliki keunggulan tersendiri dit, aku sangat bangga dengan mereka," ucap Alvaro.
Mereka semua memperhatikan bagaimana cara kerja Kenzo yang hampir sama dengan ayah nya sangat rapi dan cepat, bahkan beberapa tingkat lebih unggul dari Verrel.
"Kenzo apa yang kau lakukan," tanya Alvaro.
"Kenzo bagaimana bisa, saham kita terus meningkat," tanya Adit.
"Diam dulu paman, aku sedang berusaha. Jika saham kita terus naik ke atas investor akan terpancing untuk bekerja sama dengan kita," jawab Kenzo.
"Ini aneh tapi kita sudah jauh unggul dari Aldiron grup, sebenarnya kita hanya perlu menurunkan saham mereka," kata Alvaro.
"Beri aku waktu 3 jam lagi, aku sangat bergantung pada keberuntungan," ucap Kenzo.
Sementara itu Kenzi dan yang lainnya sudah mendarat di Australia. Mereka benar-benar seperti Mafia yang sangat kejam, kecuali Vero yang malas-malasan karena ini bukan gaya nya.
"Kau pintar juga, tidak salah aku membawa mu," ucap Verrel.
"Dia lebih pintar dari mu Verrel, hahaha kau mau jadi Mafia," tanya Mario.
"Aku tidak tertarik," jawab Vero.
__ADS_1
"Oke sesuai dengan rencana yang di buat Vero kita akan mulai menjalankan rencana itu dari sekarang. Pertama aku akan bertemu dengan Mafia itu, kami memang tidak dekat tapi bertemu sesama Mafia tidak akan mencurigakan mereka."
"Bagaimana cara mencuri data mereka," tanya Verrel.
"Ya kita harus ke kantor mereka," jawab Vero.
"Tapi itu tidak muda, bagaimana bisa kita masuk ke dalam sana," kata Verrel.
"Kita serang saja langsung," ujar Kenzi.
"Kau mau mati, kalian orang kaya bukan nya kalian bisa berpura-pura menjadi pria hidung belang, katakan saja jika kalian dari keluarga Efron dan ingin mendapatkan wanita terbaik, kalian akan di bawa ke kantor mereka," kata Mario.
"Bagus kita mulai sekarang, Vero aku mengandalkan mu," ucap Kenzi.
Untuk sementara waktu Karla dan para anak buah Mario pergi ke suatu tempat yang Mario siapkan sebelum berangkat ke ini, Karla pasti aman bersama mereka.
"Sayang, kamu jaga diri baik-baik ya, aku akan mengambil kembali hak mu," ucap Kenzi.
"Semangat sayang, selalu berhati-hati lah," kata Karla.
"Orang ku sudah mengatur pertemuan ini, kalian bertiga juga akan di bawa oleh salah satu anak buah ku ke tempat itu," ucap Mario.
"Iya Mario, kami percaya pada mu," kata Verrel.
Sesampainya di ruangan pertemuan itu suasana mendadak sangat tegang karena dua Mafia yang sama sekali tidak ada hubungan kerja sama bertemu dalam satu ruangan yang sama.
"Mario penguasa pelabuhan tersibuk ke dua di dunia datang ke tempat ku," ucap Zack.
"Kenapa kau terkejut dengan kedatangan orang penting seperti ku," tanya Mario.
"Cih jangan membuat makan siang ku kembali keluar dengan omong kosong mu," jawab Zack.
"Zack kau tau aku tida mau berurusan dengan mu, dan kau pasti kau maksud kedatangan ku," kata Mario.
"Aku tau sekali, apa yang kau minta," tanya Zack.
"Bekerja sama dengan mu untuk menghancurkan keluarga Efron," jawab Mario.
"Apa, aku tidak salah mendengar nya, bukan nya kau di lindungi oleh keluarga mereka," tanya Zack.
"Mereka bukan melindungi ku tapi menghambat pekerjaan ku, sudah kau mau atau tidak."
"Kau tau aku juga bekerja sama dengan Aldiron grup, mereka salah satu pesaing keluarga Efron. Jika kau mau menghancurkan mereka kau harus mau bekerja sama dengan Aldiron grup juga," ucap. Zack.
__ADS_1
"Aku tidak masalah, kehancuran mereka adalah keinginan ku saat ini."
Saat sedang membahas kerja sama apa yang ingin mereka lakukan, tiba-tiba handphone milik Zack berbunyi.
"Ada apa," tanya Zack.
"Wow kebetulan sekali, aku ingin bertemu dengan mereka, tanah mereka di sana," kata Zack dan langsung mematikan sambungan telepon itu.
"Ada apa Zack," tanya Mario.
"Keluarga Efron datang ke tempat ku, mereka mencari wanita penghibur dan aku ingin bertemu dengan mereka," jawab Zack.
"Aku akan ke sana, tapi aku tidak bisa bertemu dengan mereka, mereka akan curiga."
"Kak mereka semua sangat seksi, bagaimana jika aku kehilangan perjaka ku," ucap Vero.
"Tidak akan kita hanya pesan satu wanita, jadi kau akan aman."
Setelah menunggu cukup lama akhirnya Zack datang menemui Verrel dan yang lainnya.
"Tuan Verrel," ucap Zack.
"Kau pemilik tempat ini," tanya Verrel.
"Iya tuan, anda ingin menyewa wanita, saya ada beberapa wanita yang cocok untuk anda, tenang saja belum pernah di sentuh oleh pria mana pun," jawab Zack.
"Kami hanya memerlukan satu wanita untuk melayani kami bertiga, aku ingin wanita terbaik jangan sampai wanita mu itu tidak bisa memuaskan kami," ucap Verrel.
"Tenang tuan, kalian bisa menunggu di kamar yang telah kami sediakan, nanti wanita yang kami janji kan akan datang."
Mario sudah berada di tempat yang sangat rahasia gedung ini, karena sudah bekerja sama dengan Zack Mario dapat keluar masuk dengan bebas, tetapi ia tidak terlalu pintar untuk mencuri semua data yang mereka punya.
"Wah cantik sekali," ucap Vero.
"Kau mau melakukan nya, silahkan dia juga masih gadis," kata Verrel.
"Tidak mau, aku tidak mau," tolak Vero.
"Siapa nama mu," tanya Kenzi.
"Fika tuan."
"Kau tampak ketakutan, kau tidak seperti wanita penghibur lainnya," ucap Verrel.
__ADS_1
"Kak paman itu meminta ku untuk menemuinya, aku pergi dulu," kata Vero.