
"Ahhh ayah mata ku," ucap Verrel sambil berlari untuk membasuh wajah nya yang terkena bumbu rujak ala Chef Alvaro.
"Maaf Verrel, seharunya kau kecil kan mata mu, jadi tidak kena," kata Alvaro.
Setelah membuat bumbu rujak Alvaro mengambil mangga yang ia bawa dan langsung membersihkan nya. Sementara itu Verrel mengambil buah-buahan lainnya untuk diri nya yang tidak suka buah mangga.
"Untuk apa itu," tanya Alvaro.
"Untuk ku lah, malam ini kita akan berpesta buah, kalau hanya buah itu tentu tidak seru," jawab Verrel.
"Verrel kalau bunda mu hamil, masih bolehkan enak-enak," tanya Alvaro.
"Boleh jika sudah trimester ke dua, untuk sekarang jangan dulu," jawab Verrel.
"Ayah aku mohon jaga adik ku dan bunda dengan baik, kesampingkan dulu semua urusan ayah," kata Verrel.
"Iya Verrel, ayah janji akan menjaga bunda dan adik mu dengan sangat baik," ucap Alvaro.
Setelah selesai membuat bumbu dan memotong buah mereka berdua langsung membawa nya masuk ke dalam kamar. Angel menelan air liur nya secara kasar saat melihat mangga muda yang benar-benar menggoda.
Alifa bangkit dari sofa untuk mengambil minuman di kulkas mini yang berada di dalam kamar itu, untuk bunda nya Akifa mengambil kan air mineral tidak dingin.
"Pas sekali soda ku, aku sangat haus," ucap Verrel.
__ADS_1
"Bagus kau minum soda begini dari pada mabuk-mabukan," kata Alvaro.
"Aku minum soda karena tidak bisa minum Alkohol aku tidak mau mati muda."
"Hmmm enak sayang, kamu pintar sekali," ucap Angel.
"Apa benar enak," tanya Alvaro.
"Enak yah, aku suka. Bagaimana sayang enak kan," tanya Akifa.
Verrel mengambil potongan buah apel lalu mencolek kan nya ke bumbu rujak itu. Ntah kenapa memang rasa nya cukup enak.
"Lumayan yah, dimakan pakai apel juga tidak terlalu aneh," kata Verrel.
"Sayang malam ini si kembar tidur sangat lelap," ucap Verrel.
"Mungkin karena mereka sudah semakin besar, jadi mengalami perubahan jam tidur," kata Akifa.
Verrel mengecup kedua dahi mereka berdua, lalu mendekati Akifa yang sedang bersiap-siap untuk tidur.
"Sayang kamu mau apa, kembar sudah tidur," ucap Verrel.
"Iya tidur lah aku sudah mengantuk emang kamu mau apa," tanya Akifa.
__ADS_1
Verrel tidak menjawab pertanyaan Akifa, ia mulai membuka satu persatu pakaian nya, tanpa rasa malu Verrel membuka semua nya di depan Akifa.
"Kamu masih bertanya sayang," ucap Verrel.
Mata Akifa tidak berkutik dari junior Verrel, biasa nya ia melihat junior Verrel yang sudah sempurna. Tapi saat ini ia menyaksikan bagaimana junior itu berkembang berlipat-lipat lebih besar dari sebelumnya.
"Kenapa sayang, itu yang membuat kamu berteriak nama ku," ucap Verrel.
Pagi hari nya, Verrel dan Akifa kedatangan tamu dari kejauhan siapa lagi jika bukan Aldy bersama istri nya dan anak mereka. Kebetulan mereka berdua sedang berada di kota sedang berkunjung ke rumah orang tua Salsa, karena ada waktu luang mereka berdua menyempatkan waktu untuk bertemu dengan keluarga Verrel dan si kembar.
"Wah rumah mereka Benar-benar seperti istana, pasti ada lift pribadi di sini," ucap aldy.
"Sudah sayang jangan norak, malu dengan anak kamu," kata Salsa.
"Salsa," teriak Akifa.
"Akifa." Mereka berdua berpelukan melepaskan rasa rindu karena sudah lama tidak bertemu.
"Dimana si kembar Verrel," tanya Aldy.
"Di dalam, ayo bukan nya kalian sudah tidak sabar bertemu dengan dua pria tampan," jawab Verrel.
Di dalam Aldy dan Salsa terkejut melihat betapa tampan dan menggemaskan nya anak dari Verrel. Aldy menitipkan kan Nadya pada Verrel agar ia bisa menggendong salah satu anak Verrel.
__ADS_1
"Wah perempuan, aku sudah menemukan jodoh mereka berdua, satu nya anak Candra dan yang satu anak Aldy," ucap Verrel.