
Verrel dan yang lainnya sudah sampai di tempat yang tak jauh dari perusahaan yang akan mereka tangani. Karena kesibukan mereka mencari Kenzi dan Kenzo saat ini perusahaan itu jatuh ke tangan orang lain.
"Aku yakin orang itu adalah orang yang menyebarkan berita tidak benar Kenzo dan yang pasti orang itu juga yang membuat aku dan Kenzo kecelakaan."
"Ya kau benar, tumben diri mu pintar," ujar Mario.
"Aku memang Pintar paman, paman saja yang tidak tau," ucap Kenzi.
"Hahaha iya iya kau memang pintar, sudah puas au puji."
"Kalau memang mereka orang yang sama, berarti mereka sudah benar-benar berani pada kita. Orang seperti itu hanya ada satu hukuman yang pantas untuk mereka yaitu kematian." ucap Verrel.
"Jangan galak-galak Verrel, semua kita jalankan dengan perlahan, jangan terburu-buru, aku yakin saat ini mereka semua sedang kebingungan karena Kenzo sudah tampil di Media. Yang mereka tau Kenzo dan Kenzi sudah mati karena kecelakaan helikopter kemarin."
"Kau ternyata juga pintar paman, bagaimana kalau kita kolaborasi," tanya Kenzi.
"Kolaborasi apa membuat anak, jangan aneh-aneh fokus dulu dengan masalah yang akan kita hadapi," jawab Mario.
"Sekarang kita istirahat dulu untuk beberapa saat, sebelum melakukan penyerangan ini."
Sementara itu seperti yang di katakan Mario tadi, Justin dan Rose benar-benar sangat bingung karena melihat Kenzo yang sedang bersama dengan media.
"Kenapa bisa seperti ini, bukan nya Kenzo sudah mati," ucap Justin.
"Iya aku juga tau akan hal itu, tapi apa yang kita lihat sekarang, Kenzo berada di media dan sedang klarifikasi masalah yang menimpa nya."
"Berita yang kita sebar juga langsung menghilang, aku tidak tau dengan datang nya Kenzo ke media akan ada berita baru tapi bagaimana mungkin berita yang kita sebar langsung hilang seketika," kata Justin.
"Sayang kita dalam bahaya, keluarga Efron sedang menunjukan taring nya. Jika kita tidak berhati-hati kita akan menjadi santapan mereka," ucap Rose.
"Ya kau benar, saat ini kita harus lebih berhati-hati lagi pada mereka, aku takut kita akan hancur untuk yang kedua kali nya." kata Justin.
Setelah melakukan jumpa pres bersama media Kenzo dan Sonia kembali masuk ke dalam ruangan Alvaro.
"Semua berita buruk sudah hilang. Aku belum selesai melakukan tugas ku," ucap Vero.
"Jadi siapa yang melakukan nya, apa mungkin orang itu menarik berita itu," tanya Kenzo.
"Mana mungkin Kenzo, aku juga tidak tau siapa yang melakukan nya," jawab Vero.
"Ya karena aku, mana mungkin semua nya bisa hilang tanpa ada yang menarik nya." kata Alvaro yang datang dari arah pintu.
"Bagaimana bisa kek, apa yang kakek lakukan," tanya Kenzo.
"Aku membuat pelajaran pada perusahaan yang berani bermacam-macam pada ku, sementang dia media besar seenak nya menyebarkan berita yang tidak benar," jawab Alvaro.
"Jadi kakek membuat pelajaran pada perusahaan itu, kenapa tidak dari dulu."
"Jika aku tau dari kemarin perusahaan itu yang menerbitkan berita itu, aku akan langsung mendatangi nya. Aku saja baru tau tadi dari Vero," kata Alvaro.
"Jadi tugas kita selesai yah," tanya Vero.
"Iya itu tugas kita sudah selesai. Kita hanya tinggal menunggu kabar dari Verrel, jika Verrel memerlukan bantuan kita untuk ke sana. Aku akan mengirim mu dan Kenzo," jawab Alvaro.
"Jangan aku, aku harus menyelesaikan misi," ucap Vero.
"Misi apa," tanya Kenzo.
"Misi membuat cucu untuk mertua ku, mertua ku sudah menginginkan cucu dari ku," jawab Vero.
"Kau ada-ada saja, tidak ada misi seperti itu. Ayo kita pulang dulu untuk istirahat," kata Alvaro.
**
Verrel dan yang lainnya sedang merencanakan sesuatu agar cepat bisa mengambil perusahaan yang di rebut oleh orang lain. Verrel ingin sekali langsung mengambil perusahaan milik istri nya itu, dia benar-benar tidak mengampuni orang yang telah melakukan hal ini pada keluarga nya.
"Kenapa repot-repot begini, kita langsung datang saja itu perusahaan kita," ucap Kenzi.
"Aku setuju dengan Kenzi, lebih baik kita langsung masuk ke dalam sana. Aku yakin mereka juga hanya modal kacang saja."
"Kalian benar-benar terlalu terburu-buru ya, jangan hanya modal keberanian saja. Kalian terlalu meremehkan lawan, aku saja seorang Mafia tidak pernah meremehkan lawan ku," ucap Mario.
__ADS_1
"Hahaha kau saja yang terlalu takut pada lawan ku, kita lihat nanti ya. Aku yakin mereka sesuai dengan dugaan ku, hanya modal kacang saja," kata Verrel.
"Yakin mau langsung datang tanpa persiapan," tanya Mario.
"Ya bukan berarti tanpa persiapan, kita harus membawa beberapa pasukan juga, untuk berjaga-jaga," jawab Verrel.
"Baiklah aku akan menyiapkan pasukan ku, sore nanti kita akan datang ke sana," ucap Mario.
Justin dan Rose sedang kebingungan bagaimana cara menghadapi keluarga Efron. Mereka berhasil membuat Kenzo dan Kenzi kecelakaan karena Rose menjual harga diri nya dengan Mafia, setelah mendapatkan kepuasan dari Rose Mafia itu menuruti satu kemauan Rose, yaitu membuat Kenzi dan Kenzo celaka. Setelah membuat mereka berdua celaka dan berhasil merebut perusahaan ini, Mafia tersebut tidak akan mau membantu diri nya. Meskipun Rose menjual kembali harga diri nya.
"Dengan Mafia lain saja sayang," ucap Justin.
"Enak saja kamu ngomong, kamu kira bermain dengan mereka enak. Kamu tidak tau jika mereka sangat kasar, selalu bermain dengan kekasaran aku tidak suka. Aku tidak kau karena melakukan nya dengan Mafia lain aku tidak bisa jalan lagi," kata Rose.
"Kamu mau kita mati di serang mereka. Kita perlu Mafia-mafia itu," ucap Justin.
"Tapi, ahh ya sudah kamu cari Mafia yang kuat dan bisa membantu kita," kata Rose.
"Iya sayang aku akan mencari nya, sekarang kamu bersiap ya," ucap Justin.
Justin langsung mencari Mafia terdekat karena untuk saat ini ia sangat memerlukan mereka. Mafia yang membantu nya kemarin sudah pulang ke negara asal nya, dan sudah pasti dia juga tidak mau memakai Rose lagi. Padahal menurut nya Mafia yang ia pakai kemarin sangat kuat dan bisa di andalkan.
Satu persatu Mafia mendaftar pada Justin, apalagi Justin memasang foto seksi Rose yang membuat siapapun tergoda dengan nya. Tetapi hal yang tidak terduga terjadi, mereka semua langsung mundur ketika tau siapa lawan yang akan mereka hadapi.
"Hanya orang bodoh yang kau melawan keluarga itu." Hampir semua Mafia berkata seperti itu pada Justin.
Hal tersebut membuat Justin sangat frustasi, ia tidak tau lagi mau meminta bantuan pada siapa lagi. Anak buah yang tersisa di depan ini pasti sangat mudah di kalahkan oleh keluarga Efron.
"Maaf sayang, aku masih mau hidup," ucap Justin.
Justin berniat melarikan diri dari perusahaan itu, ia sangat takut jika keluarga Efron membunuh nya, sebelum ia pergi Justin datang masuk ke dalam ruangan Rose untuk mencari alasan agar ia bisa pergi dari tempat itu.
"Sayang aku harus pergi," ucap Justin.
"Kamu mau kemana, dalam masalah seperti ini kamu ingin pergi," tanya Rose.
"Aku ingin bertemu dengan Mafia yang akan membantu kita, aku harus menjemput nya," jawab Justin.
"Bukan nya aku akan melayani Mafia itu, aku akan mempersiapkan diri ku," jawab Rose.
Justin berpikir sebelum ia pergi, ingin menikmati tubuh Rose dulu untuk yang terakhir kali nya. Ia yakin setelah ini ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan Rose.
"Kamu kenapa," tanya Rose.
Justin mendekati bibir Rose dan langsung menciumnya, ciuman nya benar-benar membuat Rose terbuai dan merelakan tubuh nya pada Justin.
"Hanya satu ronde," ucap Rose.
Justin tidak memperdulikan perkataan dari Rose, ia langsung melakukan nya tanpa banyak pemanasan. Karena ia harus cepat pergi meninggalkan tempat ini, sebelum keluarga Efron datang untuk menghabisi mereka berdua.
"Sudah siap," tanya Mario.
"Kami selalu siap, kau lama sekali."
"Aku harus memilih orang untuk kita bawa, aku seorang Mafia dan aku sangat selektif memilih orang," kata Mario.
"Iya iya paman, aku tau itu. Ayo kita pergi paman, kita tunjukan padanya kekuatan Mafia yang sesungguhnya."
"Kau sudah tidak sabar melihat pelakunya," tanya Verrel.
"Iya dad, aku sangat tidak sabar. Aku benar-benar ingin menghabisi nya," jawab Kenzi yang seperti nya sangat marah pada Justin dan Rose.
Mereka berdua sudah siap untuk datang ke tempat Justin dan Rose berada, Kenzi dan Verrel cukup terkejut dengan pasukan yang di siapkan oleh Mario, mereka pikir Mario hanya menyiapkan 10 sampai 20 orang saja. Ternyata hampir tiga kali lipat dengan yang mereka berdua pikirkan.
"Kalian kenapa sampai terbengong seperti itu," tanya Mario.
"Kau ingin melakukan penyerangan besar-besaran."
"Iya paman, pasukan nya sangat banyak sekali," kata Kenzi.
"Aku yakin kita memerlukan mereka, dan kau harus ingat Kenzi istri mu sedang hamil. Kau tidak boleh membunuh siapapun, jangan sampai ada orang mati di tangan mu. Biarkan pekerjaan menjijikkan ini mereka semua yang melakukan nya. Kita hanya sebagai raja yang mengatur mereka."
__ADS_1
Setelah semua nya di rasa telah siap, mereka langsung berangkat untuk menyelesaikan semua nya, semua masalah ini harus segera selesai secepat mungkin.
Justin membiarkan Rose yang telah lemas tidak berdaya, ia yang sudah sangat puas langsung merapihkan pakaian nya dan pergi meninggalkan Rose yang sedang tidak berdaya.
Justin membawa semua anak buah yang ia punya pergi dari perusahaan itu, ia yakin tak lama lagi pasukan keluarga Efron datang. Dan benar saja saat berada di lantai dasar semua orang terkejut dengan orang-orang bertubuh tegap masuk ke dalam perusahaan itu.
Mereka semua berhenti di depan Justin dan beberapa anak buah nya. Kaku Justin mulai gemetaran saat melihat tatapan tajam Kenzi ke arah nya.
Kenzi sudah tau jika Justin adalah Lucas orang yang berselingkuh dengan matan pacar nya, Kenzi masih ingat sekali bagaimana bentuk tubuh dan gaya Lucas. Sedikit perubahan wajah Lucas tidak mempengaruhi ingatan Kenzi.
"Aku tau siapa dia," ucap Kenzi.
"Kau tau Kenzi," tanya Verrel.
"Iya dad, aku sangat tau siapa dia. Dan aku juga sudah tau siapa dalang dibalik semua masalah ini," jawab Kenzi.
"Tangkap mereka semua," ucap Mario dengan nada yang tinggi.
"Wow paman sangat tegas."
"Jangan bercanda dalam masalah seperti ini Kenzi," ujar Verrel.
"Daddy, paman jangan terlalu serius, lawan kita lebih renda dari anak bawang. Mereka hanya kotoran telinga," ucap Kenzi sambil menjentikkan jari nya agar orang yang memenangi Lucas mendekati nya.
"Kau lagi, hahaha aku tidak menyangka kau mempunyai nyali yang cukup kuat," ucap Kenzi sambil mencengkram kuat wajah Lucas sampai Lucas kesakitan.
"Kenapa apa kau terkejut dengan nyali ku, kau pikir aku tidak bisa membalas mu," tanya Lucas.
Kenzi membuang wajah Lucas dengan kasar, ia sangat jijik telah menyentuh wajah Lucas. Bayangan Lucas dan Novi saat itu kembali menghampiri nya.
"Iya aku cukup terkejut dengan keberanian mu, tapi keberanian mu tidak seimbang dengan kapasitas otak mu, kau sangat bodoh karena telah berani berurusan dengan keluarga ku," jawab Kenzi.
"Siapa dia Kenzi, kau mengenal nya, cepat katakan pada ku, apa masalah nya pada keluarga kita," tanya Verrel.
"Daddy dia pria yang selingkuh dengan Novi mantan tunangan ku. Aku membuat wajah nya dan Novi rusak karena mereka berani bermacam-macam pada ku," jawab Kenzi.
"Hanya masalah itu, dan kau sudah berani mengusik keluarga ku. Pantas saja berita tidak benar yang tersebar di lengkapi dengan foto-foto Kenzo."
"Dimana wanita itu, aku sudah tidak sabar menghabisi nya," tanya Kenzi.
"Aku akan memberitahu mu, tapi kau lepaskan aku," jawab Lucas.
"Hahaha akau gila, bagaimana mungkin aku bisa melepaskan mu mudah itu. Kau harus bertanggung jawab dengan kekacauan yang telah kau perbuat," kata Kenzi.
"Katakan dimana dia," tanya Mario sambil mengarahkan tembakan ke dahi Lucas.
"Aku tidak akan mengatakan nya, lepaskan aku dulu."
"Jika itu mau baiklah, aku akan membuat selama nya tidak bisa menjawab pertanyaan itu," ucap Mario.
"Dor," satu tembakkan menembus kepala Lucas yang membuat Lucas meregang nyawa detik itu juga.
"Paman, kenapa buru-buru," tanya Kenzi.
"Untuk apa lagi, manusia seperti diri nya tidak pantas untuk hidup lagi. Dia akan membuat kekacauan dimana-mana," jawab Mario.
"Ya sudah ayo kita naik ke atas, aku yakin wanita itu berada di dalam," ucap Kenzi.
Rose sedang merapihkan kembali pakaian nya, ia sangat marah pada Justin karena meninggalkan nya begitu saja setelah mendapatkan kepuasan. Tubuh nya terasa sangat lelah dan ia ingin sekali istirahat di hotel tempat diri nya menginap.
Saat belum jauh keluar dari ruangan nya, Rose mendengar begitu banyak langkah kaki ke arah nya. Rose yakin sekali jika langkah kaki itu berasal dari keluarga Efron.
Dengan cepat Rose berlari mencari senjata tajam di ruangan persembunyian nya. Jika ia harus mati saat ini ia bersumpah membawa Kenzi ke dalam kematian nya.
Mata Rose terbelalak saat melihat begitu banyak orang masuk ke dalam ruangan CEO, ruangan tempat ia dan Justin melakukan hubungan. Untung saja tidak bersembunyi di dalam sana.
Saat melihat Kenzi Rose mengarahkan tembak nya ke arah tubuh Kenzi, dengan sangat yakin Rose melepaskan peluru dari tembak yang ia bawa.
_________
Author udah up 2000 kata ni, gak di kasih haida 😅😅😂
__ADS_1