Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 229 S4


__ADS_3

Rakha sedang berpacaran dengan Vivi, mereka berdua berada di taman rumah sepanjang hari, banyak hal yang mereka lakukan di sana, salah satu nya mendengar lagu cinta yang Rakha nyanyikan untuk calon istri nya.


"Sayang aku sudah mengambil gitar baru ku, kamu mau aku nyanyikan," tanya Rakha.


"Iya aku mau aku sangat mau," jawab Vivi.


"Lagu apa ya," tanya Rakha.


"Lagi tentang cinta lah, jangan tentang kematian," jawab Vivi.


Rakha berdiri di depan Vivi, tangan nya mulai memetik senar gitar sehingga menimbulkan suara yang sangat indah. Saat melihat wajah Vivi Rakha langsung tau lagu apa yang akan ia nyanyikan.


"Cantik," ucap Rakha.


"Hmmmm," gumam Vivi.


"Sayang harus nya kamu jawab, iya sayang," kata Rakha.


"Hehehe aku tidak tau, ulang lagi ya." Vivi sangat merasa malu di nyanyikan pria setampan Rakha.


"Cantik," ucap Rakha.


"Iya sayang," saut Vivi.


"Ingin rasa hati berbisik


Untuk melepas keresahan


Dirimu..."


"Oh cantik," ucap Rakha.


"Iya sayang," saut Vivi.


"Bukan kuingin mengganggumu


Tapi apa arti merindu


Selalu (ow)


Walau mentari terbit di utara


Hatiku hanya untukmu


Ada hati yang termanis dan penuh cinta


Tentu saja kan kubalas seisi jiwa


Tiada lagi


Tiada lagi yang ganggu kita

__ADS_1


Ini kesungguhan


Sungguh aku sayang kamu..."


Rakha memberikan kode agar Vivi nyanyi bersama nya. Vivi langsung berdiri dan ikut menyanyikan part terakhir.


"Sungguh aku sayang kamu...." ucap mereka berdua sambil tersenyum bahagia.


"Ahkkkka aku sangat suka," teriak Vivi.


Teriakan Vivi membuat Rakha mengerutkan dahi nya, ia tidak tau jika Vivi memiliki sisi seperti itu pada diri nya.


"Vivi, ingin aku menikahi mu," ucap Rakha.


"Kamu nyanyi lagi," tanya Vivi.


"Sudah ah, aku haus kalau sering bernyanyi," jawab Rakha.


"Sayang kamu itu tampan, suara kamu bagus dan kamu juga jago dalam bermain alat musik, kenapa tidak menjadi penyanyi atau musisi saja," tanya Vivi.


"Aku bingung, saat di Belanda ada yang memberikan ku tawaran, tapi aku menolak nya. Aku malas di kenal banyak orang. Kamu lihat saat kakek membuat live di instagram, banyak wanita yang langsung meng follow ku dan meninggalkan komentar di setiap postingan ku. Aku tidak suka akan hal itu, meskipun menyanyi adalah hal yang sangat aku sukai," jawab Rakha.


"Kamu suka nyanyi kan, nanti kita akan pikir kan cara nya. Aku tidak suka bakat suami ku terpendam apalagi suami ku suka akan bakat itu."


"Suami mu, memang suami mu siapa," tanya Rakha.


"Eh iya kita belum menikah, hahaha maafkan aku sayang," jawab Vivi yang sangat malu," jawab Vivi.


"Sayang ini buku wedding kita ya," tanya Vivi.


"Kamu mau nya bagaimana," tanya Vivi.


"Aku mau nya, konsep pernikahan kita seperti putri kerjaan, serba putih dan sangat mewah," jawab Rakha.


"Menurut ku lebih baik untuk warna bisa di sesuai kan nanti, aku si suka warna putih tapi aku lebih suka jika konsep dan dekorasi nya tidak serba putih semua."


"Oh nya nanti sore kita akan lihat gaun kamu, kata ayah tidak sempat membuat gaun baru, jadi kamu pakai gaun yang ada di tokoh saja, pasti akan tampak cantik jika kamu yang memakainya," kata Rakha.


"Oke aku sudah tidak sabar untuk melihat gaun yang akan aku pakai," ucap Vivi.


Sore hari nya, sore ini sebelum pernikahan nya Vano memutuskan untuk nge-gym terlebih dahulu mIa di temani oleh calon istri tercinta yang juga ikut berolahraga sedikit demi sedikit. Anita tidak mau kalah dengan Vano yang masih sangat semangat berolahraga meskipun umur nya sudah tidak muda lagi.


"Omg hot sekali, aku baru pertama kali melihat nya bertelanjang dada seperti ini," batin Anita.


"Sayang kamu kenapa, fokus jangan sampai cidera," kata Vano.


"Eh iya maaf aku kurang fokus karena mu," ucap Anita.


"Karena aku apa salah ku," tanya Vano.


"Hehehe tidak ada sayang, kamu fokus ya jangan sampai malam pertama kita gagal gara-gara kamu tidak fokus," jawab Anita.

__ADS_1



"Iya sayang kamu tenang saja," ucap Vano.


Vano melakukan hal yang di ajarkan Rakha, ia tidak tau apa yang di ajarkan Rakha berfungsi atau tidak, nanti malam baru ia bisa menguji nya. Mata Anita masih tidak fokus dengan Vano, ia benar-benar merasa beruntung memiliki suami seperti Vano.


"Sayang sudah kita harus bersiap-siap," ucap Vano.


"Iya aku ke kamar ku dulu ya," kata Anita.


"Iya, nanti kita bertemu di bawa," ucap Vano.


Berbeda dengan pasangan ini yang akan langsung menikah. Rakha dan Vivi masih harus mempersiapkan semuanya. Itu semua sudah resiko yang harus mereka hadapi karena mereka sendiri yang ingin menggelar pesta mewah. Sebenarnya Vivi tidak harus pesta mewah tetapi Rakha yang sudah merencanakan ini jauh jauh hari, Rakha tidak mau melakukan hal setengah-setengah.


"Itu gaun kamu sayang kamu suka," tanya Rakha.


"Apa ukuran nya sudah pas," tanya Vivi.


"Kami rasa sudah pas, kami mencari gaun dengan ukuran yang tuan Verrel minta. Kalau kebesaran atau kekecilan sedikit bisa di perbaiki."


"Apa aku harus mencoba nya dulu," tanya Vivi.


"Iya Nona, ayo kami bantu."


Tak lama Vivi kembali dengan memakai gaun itu. Rakha sangat terpesona dengan kecantikan Vivi yang sangat natural. Belum make up saja Vivi sudah terlihat sangat cantik.


"Kamu cantik sekali sayang," ucap Rakha.


Drrrttttt....


Drrrttttt....


Drrrttttt...


Handphone Rakha berbunyi. Ia melihat panggilan dari kakek nya yang malam ini akan menikah.


"Halo kek ada apa," tanya Rakha.


"Kau dimana, kau harus mendampingi aku," tanya Vano.


"Aku kek kenapa harus aku, kan masih ada ayah?"


"Kau saja lah, sudah jangan banyak protes," ucap Vano.


"Iya iya sudah aku akan pulang sekarang," kata Rakha.


"Sayang kita harus segera pulang, kakek dan Anita akan segera menikah," ucap Rakha.


"Oh iya, tunggu sebentar aku ganti dulu," kata Vivi.


Setelah selesai berganti mereka berdua langsung pulang ke rumah. Rakha sangat senang akhirnya keluarga akan kembali merasakan kebahagiaan.

__ADS_1


Di rumah meskipun pernikahan mendadak Anita tetap memakai gaun dan di make up oleh MUA langganan keluarga Efron. Gaun yang Anita pakai gaun yang sangat sulit mereka dapatkan dalam waktu yang cepat. Untung saja keluarga Efron memiliki koneksi yang luas.


Anita merasa sangat gugup akan pernikahan nya. Ia muda sekali demam panggung dan tidak suka jika harus menjadi Pusat perhatian. Hal ini juga yang membuat Anita tidak mau pesta besar-besaran.


__ADS_2