Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 142 S3


__ADS_3

Dylan membawa Akifa masuk ke dalam rumah, beruntung di rumah itu sedang tidak banyak orang karena hampir semua orang sedang berada di hotel untuk mempersiapkan pernikahan Verrel besok.


"Dylan siapa wanita itu." Tanya Vano.


"Pah, aku juga tidak tau. Dia hampir menabrakkan diri ke mobil ku, untuk aku sempat menghentikan mobil ku." Jawab Dylan.


"Bawa di masuk ke dalam kamar, papah akan menghubungi mamah mu." Ucap Vano.


"Dia cukup cantik, dari pakaian nya yang cukup tertutup seperti nya dia wanita baik-baik." Batin Dylan.


Alvaro, Angel dan Anggi yang sedang berada di dalam perjalanan pulang, langsung mempercepat nya karena mendapat kan kabar dari Vano.


"Siapa wanita itu." Tanya Angel.


"Tidak tau, mungkin sebagai pengganti Nelly nanti." Jawab Anggi.


"Bagaimana lan, apa ada perkembangan." Tanya Vano.


"Perkembangan bagaimana pah, aku saja tidak melakukan apapun. Aku tidak berani menyentuh wanita ini." Jawab Dylan..


"Papah juga tidak tau harus berbuat apa, kita tunggu saja mamah mu." Ucap Vano.


Verrel sedang berada di depan kakek nya, siapa lagi jika bukan Alex. Sedari tadi Verrel hanya menundukkan kepala nya. Alex sudah mengetahui semua rencana Alvaro dia hanya ingin memberi pelajaran pada cucu nya ini.


"Buk." Alex memukul kaki Verrel sampai Verrel terjatuh.


"Jika bukan kakek ku sudah ku bunuh." Batin Verrel yang merasakan sakit di tubuh nya karena sedari tadi Alex memukul nya.


"Kakek sebenarnya aku cucu mu bukan, kenapa aku seperti seorang sandra." Ucap Verrel.


"Diam lah, mau gudang mana, bawa tanah atau belakang rumah." Tanya Alex.


"Kakek kenapa kau tega sekali pada ku." Rengek Verrel.


"Kenapa kau merebut pacar sepupu mu sendiri." Tanya Alex.

__ADS_1


"Karena aku mencintai nya kek." Jawab Verrel.


"Jika kau yang memaksa seseorang untuk mencintai mu, itu obsesi bukan cinta. Apa dia mencintaimu? "


"Mungkin belum, tapi aku akan membuat nya jatuh cinta pada ku kek." Ucap Verrel.


"Kau yakin dapat membuat nya jatuh cinta pada mu." Tanya Alex.


"Iya kek, aku yakin." jawab Verrel


"Ingat Verrel, jangan mempermalukan keluarga Efron di pernikahan mu nanti." Ucap Alex.


"Iya kek, tenang saja. Tapi kek apa aku boleh meminta sesuatu." Tanya Verrel.


"Apa, kau mau apa lagi."


"Black cart kek, ayah tidak memberikan ku uang jajan lagi, karena aku selalu membuat nya marah." Ucap Verrel.


"Aku belum bisa memberikan mu itu, tapi setiap bulan aku yang akan mengirimkan mu uang." Ujar Alex.


Sementara itu Akifa sudah sadar dari pingsan nya, ia sedang bingung karena di keliling banyak orang, padahal ia pikir diri nya sudah mati.


"Siapa nama mu nak." Tanya Angel.


"Akifa tan, maaf tan saya sedang berada di mana, kenapa ramai sekali." Tanya Akifa.


"Seharusnya aku yang bertanya pada mu, kenapa kamu ingin bunuh diri." Ujar Vano.


"Vano tenang lah, dia baru sadar." Ucap Anggi.


"Kenapa kamu menyelamatkan ku, seharusnya biarkan saja aku mati." Akifa menangis sambil menutup mata nya.


Angel memeluk Akifa untuk menenangkan nya, ia merasa Akifa wanita yang baik-baik. "Keluar lah, biar aku yang menemani nya dulu." Ucap Angel.


Mereka semua keluar dari kamar itu, dan berkumpul di ruang keluarga.

__ADS_1


"Bagaimana jika wanita itu yang menggantikan Nelly." Ucap Dylan.


"Aku setuju, seperti nya dia wanita yang baik." ujar Vano.


"Aku tidak setuju, kita belum mengetahui jelas asal. usul nya." Ucap Alvaro.


"Menangis lah, jika itu membuatmu merasa tenang."Ucap Angel.


"Kenapa tante baik sekali pada ku, kita tidak saling mengenal tapi tante sangat baik pada ku." Tanya Akifa sambil mengusap air mata nya.


"Karena mungkin tante pernah berada di posisi mu, hidup tanpa tujuan yang pasti." Jawab Angel.


"Tante pernah berada di posisi ku."


"Iya Akifa, tapi itu sudah sangat lama sebelum ada seorang pria yang memberikan tujuan hidup pada tante." Ucap Angel.


"Kamu mau menjadi anak tante." Tanya Angel.


"Maksud tante bagaimana." Akifa bingung dengan yang di katakan Angel.


"Begini, tante suka dengan mu, tante merasa kamu gadis yang baik. Tante ingin memberikan tujuan hidup pada mu. Tante sedang mencari seorang menantu, apa kamu mau menjadi menantu tante." Tanya Angel.


"Maksud tante menikah dengan anak tante." Tanya Akifa.


"Iya sayu, tante memiliki seorang putra. Tapi dia memiliki sifat yang kurang baik, tante yakin kamu dapat merubah nya menjadi pria yang lebih baik." Ucap Angel.


"Tidak tan, Akifa tidak mau. Akifa tidak mengenal anak tante." Tolak Akifa.


"Tante mohon sayang bantu tante, tante takut anak tante mendapat kan gadis yang salah." Ucap Angel yang hampir menangis.


"Tante jangan menangis, Iya Akifa mau." Akifa mengusap air mata Angel.


"Terimakasih sayang." Angel memeluk Akifa.


"Aku sudah tidak memiliki apapun, aku juga sudah tidak memiliki tujuan hidup. Mungkin dengan ini aku sedikit memiliki tujuan hidup." Batin Akifa.

__ADS_1


__ADS_2