
Ucapan Sakura tadi membuat nya berakhir di atas ranjang bersama suami nya. Mungkin karena Vero terlalu senang mendapatkan kata cinta dari istri nya membuat diri nya lupa jika ia harus kembali ke rumah sakit.
"Sayang," ucap Sakura sambil menahan kepala Vero.
"Ada apa, kamu sedang datang bulan," tanya Vero.
"Bukan, ada yang mengetuk pintu," jawab Sakura.
"Abaikan saja, aku sudah sangat ingin." Vero kembali memberikan ciuman manis di tubuh istri nya.
Alvaro yang sedang berada di depan pintu kamar Vero sangat kesal karena Vero tidak kunjung membuka pintu kamar nya. Ia sampai mengetuk pintu kamar itu berulang kali dengan keras agar Vero cepat membukakan pintu kamar itu.
"Ahhh siapa si, dia menganggu konsentrasi ku," Ucap Vero.
"Kamu lihat saja dulu sayang mungkin saja penting," kata Sakura.
"Aku sudah ingin sayang, adik ku sudah meminta hak nya," rengek Vero.
"Terus bagaimana, jika itu ayah atau Kenzo bagaimana," tanya Sakura.
"Ayah," ucap Vero, ia baru ingat jika diri nya harus pergi ke rumah sakit dengan Alvaro.
Vero bangkit dari atas tubuh istri nya, tanpa memakai pakaian nya kembali Vero langsung berjalan ke arah pintu.
"Ayah." Vero memeluk Alvaro dengan erat, ia melakukan hal ini agar diri nya bisa membujuk Alvaro agar diri nya tidak ikut ke rumah sakit.
"Kau kenapa," tanya Alvaro sambil mengusap rambut anak nya itu.
"Aku tidak ikut lagi ya, aku lelah dan aku ingin."
"Ingin apa, ikut kemana," tanya Alvaro.
"Ayah ke rumah sakit lagi kan, aku tidak ikut," jawab Vero.
"Aku datang ingin mengatakan hal itu, kita tidak perlu ke rumah sakit lagi. Lagian di sana sudah banyak orang, nanti setelah mereka pulang kita baru ke sana, bergantian menjaga Kenzi."
"Ohh begitu, ya sudah aku kembali masuk lagi, kau tidak sadar aku hanya pakai pakaian dalam," ucap Vero.
"Ohh jadi kau mau membuat cucu untuk ku, pantas saja kau seperti aneh begitu. Masuk lah buat yang benar agar anak mu pintar," kata Alvaro.
"Pasti yah, aku sangat jago." Vero langsung berlari kembali masuk ke dalam kamar nya.
"Dia sudah mulai dewasa, aku sangat bangga padanya," batin Alvaro.
Di rumah sakit Kenzi masih menjalani pemeriksaan lanjutan, mereka semua tidak ingin terjadi apa-apa pada penerus keluarga Efron ini. Nyawa mereka juga sangat di pertaruhkan saat ini.
"Semua nya baik-baik saja, kita pindahkan Kenzi ke ruang ICU."
Setelah masuk ke dalam ruang ICU baru lah Karla dan yang lainnya bisa masuk ke dalam. Kondisi Kenzi juga sudah lebih baik dari sebelumnya sehingga beberapa orang di perbolehkan masuk ke dalam.
"Bunda dan aku pulang saja ya, istri ku dan Karla yang akan menjaga Kenzi," ucap Verrel.
"Iya mas aku setuju, lebih baik kita memakai sistem bergantian saja. Agar semua nya tidak terlalu lelah," ujar Akifa.
"Ya sudah bunda pulang dulu, kalian beri kabar ke rumah jika Kenzi sudah sadar," kata Angel.
"Aku pulang dulu, nanti mungkin aku akan kembali untuk menemani mu," ucap Verrel sambil mencium kening istri nya.
"Iya mas, kamu hati-hati ya," kata Akifa.
Saat ini hanya ada Akifa dan Karla di rumah sakit, mereka berdua sama-sama terdiam saat melihat Kenzi yang sedang lemah terbaring di atas tempat tidur. Hanya terdengar suara alat yang terpasang di tubuh Kenzi. Perasaan sedih masih menghantui mereka berdua.
__ADS_1
"Sayang, kamu istirahat lah, ingat kamu sedang hamil," ucap Akifa.
"Aku tidak bisa tidur mah, pikiran ku belum tenang," kata Karla.
"Ayo kita ke sofa, kamu tidur di saja saja." Akifa membantu Karla berjalan ke sofa.
Akifa tau benar bagaimana perasaan Karla saat ini, kejadian ini hampir sama dengan kejadian Kenzo dulu yang membuat Akifa benar-benar tidak tenang. Untuk membuat Karla agar cepat tidur, Akifa meletakan kepala Karla di atas paha nya, tangan nya bergerak mengusap wajah Karla dengan lembut.
"Kamu kuat sayang," batin Akifa.
Rakha yang sedang berada di luar negeri langsung kembali ke Indonesia saat tau Kenzi sedang koma. Walaupun ia sedang sangat sibuk Rakha tetap menyempatkan waktu untuk melihat Kenzi.
"Aku tidak akan kuat melihat Sakura dan Vero bersama," batin Rakha.
Di pikiran Rakha saat ini bukan hanya bagaimana keadaan Kenzi. Ia juga memikirkan Sakura saja Vero, ia merasa tidak akan kuat melihat kedekatan Sakura dan Vero, hati nya pasti terasa tercabik-cabik.
"Kek kita berapa lama di rumah," tanya Rakha.
"Tidak lama Rakha, paling lama satu minggu. Kakek juga akan mengerjakan berapa hal bersama Alvaro dan yang lainnya," jawab Vano.
"Aku tidak mau tinggal di rumah kek," ucap Rakha.
"Jadi kau mau tinggal dimana, ayah dan mamah mu di sana. Kenapa kau tidak mau tinggal di rumah,x tanya Vano.
"Aku tidak akan kuat melihat wanita yang aku cintai bersama dengan pria lain. Hati ku pasti akan terasa 11tercabik-cabik kek." Rakha membuang nafas nya secara perlahan. Baru saja membayangkan hal itu rasa nya sudah sangat sakit.
"Hanya karena itu," tanya Vano.
"Hanya kata mu kek, itu sangat menyakitkan bagi ku, aku tidak sanggup," jawab Rakha.
"Rakha dengarkan aku. Kau harus terbiasa melihat hal itu. Kau harus ikhlas, aku tau hal itu memang sangat sulit untuk mu, tapi kau harus berusaha untuk Ikhlas, kau akan terus tenggelam dan tidak akan pernah bangkit jika kau tidak mencoba untuk merelakan nya. Kalian memang tidak di takdir kan bersama, bersikap lah sedewasa mungkin Rakha."
"Akan aku coba kek," kata Rakha.
"Kau kenapa pulang mendadak," tanya Axel.
"Aku ingin melihat Kenzi, kau sudah melihat nya?"
"Belum di perbolehkan, besok mungkin kita baru bisa melihat nya," kata Axel.
"Kau dan Axel langsung pulang. Kakek ingin pergi bersama teman kakek," ucap Vano.
"Sudah di jemput," tanya Rakha.
"Sudah, kakek pergi dulu. Hati-hati jangan kemana-mana dan langsung pulang." Vano pergi meninggalkan melihat berdua.
Di dalam mobil, Rakha teringat dengan cerita dari Axel kalau Axel sedang dekat dengan seorang wanita.
"Oh iya kau masih dekat dengan wanita itu," tanya Rakha.
"Masih dan seperti nya hubungan kami, tidak akan mendapatkan restu. Aku tidak tau kenapa aku bisa mencintai diri nya, cinta ini benar terasa sangat gila," jawab Axel.
"Tidak mendapatkan restu bagaimana, coba jelaskan pada ku, siapa wanita itu dan kenalkan pada ku," ucap Rakha.
"Maaf aku belum bisa mengenal kan padamu, aku masih bingung dengan ini semua," kata Axel.
"Baiklah, aku akan menunggu sampai kau mau memperkenalkan pasangan mu itu," ucap Rakha.
Selesai melakukan hal yang sangat manis Vero dan Sakura duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi, lebih tepat nya televisi yang menonton mereka berdua. Karena mereka berdua seperti dia sejoli yang baru mengenal kata cinta.
"Apa anak ku sudah tumbuh di sini," tanya Vero sambil mengusap perut rata Sakura.
__ADS_1
"Tidak secepat itu sayang, kamu ada-ada saja, masih perlu banyak waktu untuk berkembang," jawab Sakura.
"Aku sudah memasukan nya ke paling dalam, dia hanya perlu berenang sedikit agar sampai tempat nya," kata Vero.
"Hahaha bukan seperti itu konsepnya sayang," ucap Sakura.
Di tengah-tengah kemesraan mereka berdua, tiba-tiba Rakha dan Axel masuk ke dalam ruangan itu. Hati Rakha langsung tersentak saat melihat Sakura dan Vero.
"Rakha kau sudah pulang," tanya Vero.
"Iya paman, aku pulang untuk melihat Kenzi," jawab Rakha.
"Oh iya selamat untuk pernikahan kalian berdua, aku ikut senang," ucap Rakha yang berusaha tersenyum meskipun nafas nya terasa sangat sesak.
"Terima kasih Rakha," kata Vero.
"Sama-sama paman, aku masuk kamar dulu aku sangat lelah." Rakha berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.
"Dia sakit hati paman," kata Axel.
"Iya sayang, tidak seharusnya dia melihat kita seperti ini," ucap Sakura.
"Mau bagaimana lagi sayang, kita juga tidak bisa menghindar. Sakit hati untuk nya adalah hal yang wajar. Aku yakin Rakha bisa menemukan wanita nya."
"Apa nanti aku boleh berbicara dengan nya," tanya Sakura.
"Boleh sayang, mungkin setelah berbicara dengan mu, dia merasa lebih baik," jawab Vero.
Rakha membanting tubuh nya dengan kasar ke atas kasur. Rasanya ia benar-benar ingin menghilang dari muka bumi ini.
"Hiks hiks hiks, kenapa sangat menyakitkan," ucap Rakha.
"Rakha," panggil Verrel.
Rakha mengusap air mata nya saat mendengar suara Verrel.
"Paman Verrel." Rakha membalik tubuh nya.
"Kau sudah pulang dan sedang apa kau di sini," tanya Verrel.
"Aku pulang hanya ingin melihat Kenzi dan ini kan kamar ku, ya aku sedang beristirahat," jawab Rakha.
"Jangan mengelawak Rakha, ini kamar Kenzi kau salah kamar."
"Aku salah kamar," ucap Rakha sambil melihat ke sekeliling nya.
"Iya aku salah kamar, mungkin aku terlalu menyedihkan," kata Rakha.
"Mau kenapa Rakha, cerita pada ku," tanya Verrel.
"Paman mungkin tau aku suka dengan Sakura, aku belum terbiasa melihat Sakura bersama pria lain," jawab Rakha.
"Iya aku tau itu, sabar Rakha. Untuk ikhlas memang terasa sangat sulit, tapi mau bagaimana lagi Sakura sudah bahagia dengan Vero. Kau tau jika kau benar-benar suka dengan Sakura kau akan bahagia melihat Sakura hidup dengan bahagia."
"Aku sedang mencoba untuk melakukan nya, ya sudah aku pindah kamar dulu," ucap Rakha.
"Apa ayah tau kalau kau sudah pulang," tanya Verrel.
"Belum paman, aku pulang tanpa memberi tau siapapun," jawab Rakha.
"Ya sudah kau masuk ke dalam kamar mu dan aku akan memberitahu orang tua mu," kata Verrel.
__ADS_1
"Aku benar-benar gila, masuk kamar saja salah," batin Rakha.