
"Sabar Rakha, kau mau istri yang seperti apa," tanya Kenzi.
"Jawaban nya hanya satu Kenzi, seperti Sakura dia masih tergila-gila dengan Sakura."
"Apa istimewa nya Sakura sampai kau tergila-gila dengan nya, aku sudah pernah menikah dengan nya dan dia seperti wanita pada umumnya, hanya saja dia memiliki kesabaran di atas rata-rata."
"Kau tidak tau karena kau melihat Sakura hanya dari luar nya saja, kau tidak tau isi hati nya seperti apa, sudah jangan membahas istri orang lain. Hati ku sangat sakit," kata Rakha.
"Hahaha kau sangat kasihan Rakha, sabar ya Rakha. Nanti juga akan jodoh mu," ucap Kenzo.
"Iya iya iya, aku akan selalu bersabar," kata Kenzi.
"Aku harus pergi, aku akan menikah, banyak yang harus aku persiapkan," kata Axel.
"Pergi lah, kalian juga pergi aku akan beristirahat," ucap Kenzi.
Axel kembali masuk ke dalam kamar nya, Axel ingin bersiap-siap karena ia harus pergi bersama papah nya.
"Kau kenapa," tanya Axel.
"Aku kenapa, aku sedang tersiksa karena mu," jawab Wilda.
"Hahaha kau benar-benar sangat aneh. Bagaimana kau sudah ingat apa yang terjadi tadi malam, apa kau sudah ingat berbagai kau bergoyang di atas ku," ucap Axel.
"Kurang ngajar, kau malah mengingat hal seperti itu, aku tidak mungkin ingat akan hal begitu," kata Wilda.
"Hahaha kenapa tidak, oh iya kau sudah lupa. Kalau begitu nanti malam kita akan kembali melakukan nya ya," ucap Axel.
"Kau benar-benar gila, sudah jangan berbicara dengan ku, pergi dari sini."
"Kau menjadi mood booster ku di pagi hari, sudah jangan marah marah, nanti kau semakin tua. Dada mu semakin rata. Sudah rata menjadi rata, bagaimana aku bisa berpegangan kalau tangan ku kepeleset," ucap Axel.
"Axel," teriak Wilda sambil berjalan mendekati Axel.
"Hey kau mau apa," tanya Axel sambal berjalan mundur menjauhi Wilda.
"Kenapa kau takut dengan ku, aku akan membuat diri mu menyesal karena telah membuat mood ku hancur," jawab Wilda.
Axel sudah menempel di tembok dan Wilda sudah berada tepat di depan tubuh nya.
"Wilda, aku yang akan membuat mu menyesal." Axel membalikkan posisinya.
__ADS_1
"Ahkkkk," teriak Wilda.
"Diam jangan membuat semua orang datang karena mu," ucap Axel.
"Kau mau apa," tanya Wilda.
"Mau apa, itu terserah ku, kau akan mendapatkan hukuman dari ku," jawab Axel.
Bruk ... Wida menendang tubuh Axel sampai Axel terpental ke atas kasur.
"Ahkkk sakit bodoh," teriak Axel.
"Aku tidak peduli, aku akan membuat mu menyesal," ucap Wilda sambil naik ke atas tubuh Axel, ia memukul wajah Axel dengan menggunakan bantal.
"Aku bisa mati," teriak Axel, dengan sekuat tenaga Axel bergerak dari bawa sana, sampai Wilda terjatuh ke samping tubuh nya.
"Rasakan ini, kau benar-benar ingin bertengkar dengan ku." Axel melemparkan bantal ke arah wajah Wilda.
Mereka berdua tidak berhenti-henti nya bertengkar. Kamar yang awal nya rapi menjadi sangat berantakan karena mereka berdua.
"Kalian berdua hentikan," teriak Rizky.
"Menjatuhkan mereka berdua benar-benar hal yang mustahil, padahal mereka baru melakukan nya, seharusnya hubungan mereka bisa menjadi lebih baik lagi, bukan semakin buruk seperti ini," kata Dylan.
Dengan saling memberikan tatapan tajam, Axel dan Wilda berjalan mengikuti Rizky dan Dylan.
"Sebenarnya kalian kenapa, kalian berdua seperti kucing dan tikus yang sama sekali tidak akur," tanya Rizky.
"Paman dia selalu menggoda ku, mengatakan ku mood booster nya, mengejek ku, aku sangat kesal," jawab Wilda.
"Kau juga selalu membuat ku marah, kau menendang ku, apa aku salah marah pada mu," kata Axel.
"Kalian berdua habis enak-enak harus nya akur, kalau ingin bertengkar lakukan saja lagi, nanti juga tidak jadi bertengkar," ucap Dylan.
"Maksud paman apa," tanya Axel.
"Sekarang aku yang bertanya pada kalian berdua, kenapa kalian berdua sudah melakukan hubungan suami istri, kalian belum menikah, seharusnya kalian hanya menahan nya, hanya satu hari saja," tanya Rizky.
"Papah tau akan hal itu," tanya Axel.
"Kau kira papah mu bodoh, kenapa? ayo cepat jawab."
__ADS_1
"Paman dia memberikan ku alkohol, jadi aku tidak sadar kan diri saat itu," ucap Wilda.
"Wilda aku memberikan mu Alkohol, tolong sadar Wilda kau yang meminum wine milik ku. Kau mabuk dan menggoda ku, bagaimana mungkin aku bisa Menghindari hal itu, aku pria normal," kata Axel.
"Halah itu hanya alasan mu, jangan membuat alasan yang tidak masuk akal, jika kau pria normal seharusnya kau menahannya Karena pria normal tidak akan melakukan hal itu tanpa persetujuan."
"Jadi kau menyalahkan ku atas hal ini, kau menyalahkan ku atas perbuatan mu sendiri. Bagus Wilda bagus, aku tidak mau menikah dengan wanita Egois seperti mu," kata Axel.
"Kau pikir aku mau menikah dengan pria mesum dan menyebabkan seperti mu," ucap Wilda.
"Kalian akan menikah sekarang," kata Rizky dengan tegas.
"Tidak mau," teriak mereka berdua.
Siang hari nya, pernikahan telah di langsung kan, mereka berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri. Meskipun sama sekali tidak akur pernikahan ini cukup membuat mereka berdua nervous.
"Sudah sah, lakukan lah sepuas kalian," ucap Rizky.
"Sayang daddy ingin cucu dari mu, semoga kamu cepat hamil ya."
"Aku tidak akan hamil, aku tidak akan mau melakukan nya lagi dengan pria itu," batin Wilda.
"Bersiap lah, setelah ini aku akan meminta hal ku, jika kau tidak mau aku akan membuat laporan ke polisi dan kau akan di penjara," bisik Axel.
"Selamat Axel Wilda," ucap Rakha.
"Wah tampan sekali, aku mau menikah dengan nya," kata Wilda.
"Hey kau gila, kau sudah menikah, kau mau punya dua suami," tanya Axel.
"Tidak masalah, kau mau menikah dengan ku," tanya Wilda pada Rakha.
"Eh maaf Wilda, mana mungkin aku melakukan nya, kau tidak akan sanggup memiliki dia istri," kata Rakha.
"Kau mau di tusuk belakang dan depan, jangan aneh-aneh, kau bisa tidak bisa berjalan karena hal itu," bisik Axel yang membuat Wilda bergidik ngeri.
"Istri mu sangat lucu Axel, aku rasa kalian berdua akan menjadi pasangan yang sangat serasi," kata Rakha.
"Serasi kata mu, kau tidak tau mereka berdua habis bertengkar," kata Kenzo.
"Jadi kamu tidak serasi," tanya Axel.
__ADS_1
"Kalian bisa menjadi pasangan yang serasi jika kalian berdua bisa bersatu dan tidak bertengkar lagi," jawab Kenzo.
"Tidak bertengkar dengan nya, itu hal yang sangat mustahil, dia selalu membuat masalah."