
"Makasih kak, aku semakin menyayangi mu." Alana memeluk Verrel.
"Sudah." Rizky melepaskan pelukan itu dan menarik Alana ke dekat tubuh nya.
"Kau yah, pasti kau cemburu kan dengan ku." Tanya Verrel.
"Sudah aku tidak ada waktu untuk berdebat dengan mu, ayo Alana kita berangkat." Ucap Rizky.
"Ayo kita naik mobil baru dari kak Verrel." Kata Alana.
Alana memberikan kunci mobil itu pada Rizky. "Terimakasih untuk mobil nya Verrel." Ucap Rizky.
Rizky dan Alana pergi meninggalkan Verrel dan Akifa, Mereka berdua kembali masuk ke dalam rumah karena tidak ada kegiatan apapun. Verrel masih belum masuk ke dalam perusahaan, ia masih ingin berduaan dengan Akifa sepanjang waktu.
"Hey kau ikut ayah, kita akan berkunjung ke tempat kakek mu." Ucap Alvaro.
"Tidak mau, kakek akan memarahi ku, dan meminta ku bergabung dengan Efron grup." Tolak Verrel.
"Tidak ada penolakan." Alvaro menarik tangan Verrel secara paksa.
Sementara itu Rizky dan Alana baru sampai di depan kantor Efron grup, sebelum keluar mobil tiba-tiba Rizky mencium bibir Alana, mereka berdua pun berciuman dengan panas di dalam mobil.
Tanpa sadar ada seseorang yang tidak sengaja melihat kejadian itu, orang itu langsung merekam kejadian itu dan menyebar kan nya di grup Kantor.
Alana memperbaiki riasan nya yang sedikit rusak karena ulah Rizky, tanpa rasa bersalah Rizky keluar dari mobil duluan tanpa menunggu Alana.
"Dasar hiper sex." Ucap Alana.
"Dia benar-benar candu dengan bibir ku dan bodoh nya aku membalas ciuman itu." Alana keluar dari mobil.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan menuju ruangan nya, Rizky dan Alana tidak lepas dari tatapan aneh karyawan kantor. Alana berlari masuk ke dalam ruangan Rizky karena semakin tidak nyaman dengan tatapan semua orang pada nya.
"Pak." Ucap Alana sambil berusaha mengatur nafas nya.
"Hmmm ada apa." Tanya Rizky.
Alana mendekati meja Rizky, ia mengambil air mineral dan menenggak nya sampai habis.
"Minum saya Alana." Ucap Rizky.
"Saya haus pak, dengan istri sendiri tidak boleh pelit." Kata Alana.
Rizky menarik tangan Alana agar Alana jatuh ke atas pangkuan nya.
"Ada apa, kenapa kamu seperti orang kesetanan." Tanya Rizky sambil meletakkan dagu nya ke atas pundak Alana.
"Pak lepas dulu, kita berada di dalam kantor."
"Begini pak, kenapa mereka semua menatap ku dengan tatapan aneh, aku jadi takut." Jawab Alana.
"Parah karyawan kantor, mereka semua juga menatap ku seperti itu, apa ada yang aneh dengan penampilan ku."
"Tidak pak, seperti nya ada suatu hal yang salah." Kata Alana.
Tiba-tiba hp Alana berbunyi pertanda ada pesan yang masuk. Rizky langsung mengambil hp Alana dengan tatapan tajam, ia takut jika Alana bermain sesuatu dengan pria lain.
"Alana ini kamu ciuman dengan siapa." Tanya Rizky.
"Dengan bapak siapa lagi." Jawab Alana.
__ADS_1
"Oh iya tadi pagi, eh siapa yang menyebar kan Video ini." Tanya Rizky.
"Alana ini kamu dengan pak Adit, apa kalian berdua berpacaran." Pesan masuk dari Indah.
"Kami suami istri Indah, kami sudah menikah. Siapa yang menyebarkan Video itu." Rizky membalas pesan itu.
"Kirana, dia menyebar kan Video ini di grup, dan kalian berdua sudah trending dan bahan pembicaraan di kantor."
"Bagaimana ini pak, kita harus klarifikasi." Ucap Alana.
"Kirana." Rizky mengepal kan tangan nya.
"Siapa pak, bapak mengenal nya." Tanya Alana.
"Dia mantan ku Alana, kamu ingat saat aku tidak pulang dan menginap di kantor, itu karena aku habis melabrak nya berhubungan intim dengan selingkuhan nya di kantor ini." Jawab Rizky.
"Apa pria setampan bapak di selingkuhi." Ucap Alana.
"Aku harus memberikan nya pelajaran." Kata Rizky.
"Sayang awas." Teriak Lia.
Dylan langsung menghindar dari mobil yang ingin menabrak nya, beruntung Lia meneriaki nya kalau tidak pasti diri nya sudah tertabrak mobil.
"Kamu tidak papa." Tanya Lia sambil memeluk Dylan.
"Aku tidak papa, terimakasih kamu telah menyelamatkan nyawa ku dua kali." Ucap Dylan.
"Seperti nya ada yang ingin membunuh mu." Kata Lia.
__ADS_1
"Mungkin saja, banyak yang ingin menghancurkan kekuasaan keluarga kami."