Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 204 S3


__ADS_3

"Sayang dingin." Ucap Lia.


"Baiklah aku akan menghangatkan mu." Kata Dylan.


"Kita main lagi." Tanya Lia.


"Kenapa, kamu tidak mau, kamu menolak ku, baiklah aku tidak akan memaksa mu."


"Bukan seperti itu, aku senang bisa melayani mu, tapi jika terus seperti ini aku tidak bisa jalan."


"Maaf, aku benar-benar candu dengan tubuh mu." Dylan naik ke atas tubuh Lia.


"Dylan aku sangat mencintaimu." Ucap Lia sambil menarik tengkuk leher Dylan dan mencium bibir Dylan dengan lembut.


Sementara itu Akifa baru bangun dari tidur nya, bukan tidur tapi pingsan nya karena Verrel main terlalu lama, ia tidak tau kenapa suami nya bisa bertahan selama itu.


"Kamu bangun." Tanya Verrel.


"Aku sudah di rumah."


"Sudah, bahkan kamu sudah mandi." Kata Verrel.


"Terimakasih sayang." Ucap Akifa.


"Bagaimana dengan permainan ku tadi apa seru." Tanya Verrel.


"Aku tidak kuat, jangan bahas itu." Jawab Akifa.


"Hehehe iya maaf, aku tidak akan melakukan nya lagi, milik mu terluka aku tidak sanggup melihat mu menangis."


"Pantas terasah perih."


"Tenang aku sudah memberi nya salep, aku ke luar dulu ayah ku baru pulang, seperti dia baru terkena hukuman dari kakek." Ucap Verrel.


Verrel keluar dari kamar menuju kamar ayah dan bunda nya. Seperti biasa Verrel tidak pernah mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam. Tidak peduli apa yang sedang ayah dan bunda nya lakukan.


"Ayah, kenapa dengan mu." Tanya Verrel.

__ADS_1


"Ini karena mu, kakek mu marah pada ku, lihat wajah ku lebam karena nya." Jawab Alvaro.


"Strong yah, minta jatah pada bunda, pasti akan segera membaik." Kata Verrel.


"Pijat tubuh ku, semua terasa pegal." Ucap Alvaro.


"Untuk kali ini aku akan menjadi anak yang baik." Kata Verrel dan mulai memijati tubuh Alvaro.


"Kau pernah mempunyai tato." Tanya Verrel.


"Ia sudah aku hapus, apa masih membekas."


"Sedikit terlihat, gambar apa? "


"Gambar lambang geng dan Adit dan Vano bentuk dulu, jangan tanya geng itu kemana, sudah bubat." Ucap Verrel.


"Apa kakek Alex? "


"Siapa lagi jika bukan kakek mu." Kata Alvaro.


"Kau tidak akan bisa masuk, tato apa? dan dimana?"


"Nama istri ku di pusaka ku." Ucap Verrel sambil tertawa.


"Kau ya, senang sekali membuat ayah mu marah." Kata Alvaro.


"Maaf yah."


"Wah begini kan bagus, ayah dan anak akur." Ucap Angel.


"Hehehe bunda, jangan kasih ayah jatah, dia ingin membuat tato lagi." Kata Verrel.


"Apa itu benar sayang." Tanya Angel.


"Kau percaya dengan anak mu itu, mulut nya bisa manis dan berbicara sesuka hati nya." Jawab Verrel.


"Alana kenapa kamu sangat cantik." Ucap Rizky.

__ADS_1


"Sayang, berapa banyak permen yang kamu makan hari ini, kenapa bibir mu sangat manis, kau ingin menipu ku dengan beberapa kalimat manis mu"


"Aku serius sayang, Istri ku kamu sangat cantik, apa aku boleh meminta jatah malam ini." Tanya Rizky.


"Tidak suami ku, jatah mu hanya dua hari sekali." Jawab Alana.


"Ahhh ini tidak adil, junior ku akan menganggur."


"Biarkan aku berbicara dengan nya." Alana mengusap Rizky kecil di luar sarang nya.


"Sayang ini menyiksaku." Ucap Rizky.


"Sayang dia bangun, dan aku ingin mandi." Alana berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Dylan sedang mengering kan tubuh nya dan istri nya, setelah itu ia langsung memakaikan pakaian Lia dan juga diri nya.


"Ayo kita ambil barang nya." Ucap Dylan.


Setelah menemukan barang yang mereka cari, mereka berdua langsung pulang ke rumah, karena hari sudah mulai gelap, apalagi mereka akan menempuh perjalanan yang cukup jauh.


"Sayang lusa ulang tahun ku." Ucap Dylan.


"Wah apa itu benar, kamu mau apa." Tanya Lia.


"Aku mau kamu lebih mencintai ku, dan cepat beri aku anak." Jawab Dylan.


"Itu pasti sayang, aku akan selalu mencintai mu." Ucap Lia.


"Aku akan membuat pesta, dan akan meminta hadiah dari Verrel dan Rizky." Kata Dylan.


"Hadiah dari ku, apa perlu." Tanya Lia.


"Kamu tau apa yang aku mau."


"Apa sayang." Tanya Lia.


"Bruk." mereka menabrak sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2