
"Kau tau Vero juga suka dengan mu, dia pernah mengatakan nya pada ku, tapi karena kamu istri dari Kenzi, dia tidak berani mendekati mu," ucap Rakha.
"Apa benar, aku tidak tau itu, Vero sangat tampan aku juga lumayan tertarik dengan nya," kata Sakura.
"Kan kau begitu, aku jadi menyesal telah memberitahu mu. Jangan berpaling dari ku," rengek Rakha.
"Hahaha aku bercanda, ya sudah aku masuk dulu. Maaf tidak membiarkan mu masuk ke dalam, takut ada yang melihat kita dan membicarakan yang tidak-tidak," ucap Sakura.
"Iya aku mengerti, ya sudah aku juga harus pergi bye-bye," kata Rakha.
"Rakha kau benar-benar baik pada ku, aku tidak tau apakah aku bisa membalas perasaan mu pada ku, ntah lah walaupun aku sudah berpisah dengan Kenzi perasaan ku pada nya belum menghilang," batin Sakura.
Sementara itu di rumah sakit Kenzi dan Karla mendapatkan kabar baik, kanker yang selama ini Karla derita perlahan menghilang, jika terus seperti ini kemungkinan Karla untuk sembuh semakin besar.
"Sudah aku bilang semua nya baik-baik saja," ucap Kenzi.
"Iya mas, Terima kasih selalu ada untuk ku, Terima untuk semua nya," kata Karla.
"Untuk apa kamu berterima kasih pada ku, tugas kita belum selesai sayang, kita harus mempunyai anak, dan aku yakin kita pasti bisa," ucap Kenzi.
"Iya mas aku sangat berharap akan hal itu," kata Karla.
"Bagaimana dengan mu, apa sudah enakan," tanya Karla.
"Sudah lebih baik, nanti pulang aku ingin makan sate kambing," jawab Kenzi.
"Kamu seperti orang ngidam saja," ucap Karla.
Kenzi dan Karla langsung pergi ke tempat sate kambing langganan keluarga Efron, penjual sate kambing tersebut adalah orang yang pernah Verrel bantu dulu, meskipun yang berjualan sudah generasi selanjutnya mereka tetap mengingat keluarga Efron adalah dewa penolong mereka.
"Kenzo kau di sini," ucap Kenzi.
"Kau lagi, apa kau tidak bisa jauh-jauh dari ku," ucap Kenzo.
"Hahaha kau yang tidak bisa jauh dari ku, kita berjodoh Kenzo," kata Kenzi.
"Tutup mulut mu atau aku akan menyumpelnya dengan sepatu ku," ucap Kenzo.
"Jika kita berada satu tempat yang sama, semuanya orang akan curiga, cepat pakai masker mu, kita makan di rumah saja," kata Kenzi.
"Kau benar, aku pulang lebih dulu, aku sudah memesan 200 tusuk," ucap Kenzo.
__ADS_1
"Banyak sekali kau seperti suzana."
"Aku tidak memesan kan mu, aku tau kau juga ingin makan apa yang aku makan," ucap Kenzo.
"Kau terbaik," kata Kenzi.
Setelah pesanan mereka sudah siap, mereka berdua langsung pulang ke rumah menyusul Kenzo yang sudah pulang lebih dulu. Di rumah ternyata bukan hanya Kenzo yang sudah menunggu Verrel yang tau Kenzi lagi membeli sate ikut menunggu.
"Daddy, kenapa di sini juga," tanya Kenzi.
"Aku juga mau makan sate, kau tau mungkin karena jika bukan karena aku kalian tidak bisa makan sate enak ini," jawab Verrel.
"Apa bunda dulu saat hamil kamu ngidam sate ini," tanya Kenzo.
"Yap benar daddy susah payah mencari sate untuk kalian," jawab Verrel.
"Hahaha mungkin karena itu aku jadi ingin makan sate," ujar Kenzi sambil memakan sate yang ia beli.
"Kamu tidak makan sayang," tanya Kenzi.
"Tidak mas aku malah mual melihat sate itu, aku ingin istirahat saja," jawab Karla.
"Dimana Sakura," tanya Verrel.
"Iya, Kenzo memberitahu semua nya, mungkin memang ini yang terbaik untuk kalian semua," ucap Verrel.
"Kalian tau, Rakha dan Vero Langsung mengincar Sakura," ujar Kenzo.
"Apa benar, yang aku tau Rakha memang cukup dekat dr Sakura, tapi Vero dia tidak dekat dengan Sakura, mungkin mereka baru beberapa kali bertemu," ucap Kenzi.
"Kau tidak tau Vero saja, ia mudah sekali jatuh cinta pada pasangan pertama, aku ingin melihat kerja kerasnya untuk bersaing dan mendekati Sakura," kata Verrel.
"Apa bisa dad bukan nya jika baru bercerai tidak boleh langsung dekat dengan pria lain," tanya Kenzi.
"Kalian berdua belum melakukan apapun kan jadi hal itu tidak berlaku pada Sakura, bahkan jika mau dia bisa langsung menikah lagi," jawab Verrel.
"Kau benar-benar belum melakukan apapun dengan nya kan," tanya Kenzo.
"Aku bersumpah belum melakukan apapun, jangan kan untuk melakukan nya aku saja tidak pernah melihat bentuk tubuh nya," jawab Kenzi.
"Mungkin dia takut karena burung mu terlalu besar," ujar Verrel.
__ADS_1
"Seharusnya dia senang nanti dia seperti Karla yang ketagihan tapi ya sudah lah, anggap saja untuk hadiah suami baru mya nanti," kata Kenzi.
"Ya suami baru nya antara Rakha atau Vero sama saja dia tetap mendapatkan yang besar, Keluarga Efron besar-besar," ucap Verrel.
"Hayo kalian membicarakan calon istri ku," tanya Rakha.
"Siapa calon istri mu Rakha," tanya Axel.
"Sakura siapa lagi jika bukan dia, aku cinta mati pada nya," jawab Rakha.
"Kau mencintai istri nya Kenzi dan kau Kenzi tidak marah dengan Rakha laki-laki macam apa kau," ucap Axel.
"Jika aku masih suami dari Sakura aku pasti marah, tapi saat ini aku tidak ada hak lagi untuk marah."
"Kalian sudah pisah," tanya Axel.
"Iya tapi kau diam saja, jangan sampai orang lain tau, apalagi Karla," jawab Kenzi.
"Kau benar-benar mencintaimu Sakura, dia wanita baik-baik jangan kau sakiti dia."
"Yang menyakiti nya itu diri mu Kenzi, semua masalah nya aku sudah tau karena dia selalu cerita pada ku. Untuk melakukan hubungan suami istri sebenarnya Sakura ingin melakukan nya dengan mu tapi ia tidak ingin menyakiti hati Karla," ucap Rakha.
"Sudah berhenti membahas Sakura nanti yang lainnya mendengar masalah ini," kata Verrel.
"Selamat siang," ucap Vero dengan membawa koper yang berisi pakaian nya.
"Vero kau datang, kenapa membawa koper," tanya Verrel.
"Aku ingin tinggal dengan mu kak, boleh kan?"
"Jelas boleh, tapi kenapa sampai membawa koper kau akan lama di sini, nanti siapa yang akan menidurkan mu."
"Ya kau kak, aku ingin belajar dewasa," ucap Vero yang sebenarnya ada maksud lain.
Sebelum Vero pergi ke rumah Verrel.
"Aku punya kabar baik," ucap Alvaro sambil mengusap wajah Vero.
"Apa yah, aku akan punya adik," tanya Vero.
"Tidak bodoh, bunda mu sudah tidak bisa hamil. Aku mendapatkan kabar dari Kenzo jika Sakura dan Kenzi sudah berpisah," jawab Alvaro.
__ADS_1
"Apa itu benar yah, mereka sudah berpisah," tanya Vero yang sangat senang mendengar berita ini.
"Benar untuk apa aku berbohong pada mu," kawan Alvaro.