
"Ahkkkk." Tubuh Kenzi terpental saat berapa peluru masuk ke dalam tubuh nya.
"Kenzi," teriak Verrel dan langsung berlari mendekati Kenzi.
"Dor dor dor." Semua pasukan yang Mario bawa langsung menembaki Rose, dan dengan cepat Rose langsung meregang nyawa.
"Verrel ayo cepat kita bawa Kenzi ke rumah sakit," kata Mario.
"Tolong bantu aku," ucap Verrel.
Dengan cepat Mario dan Verrel langsung membawa Kenzi ke rumah sakit. Verrel terus menerus menepuk-nepuk wajah Kenzi agar Kenzi tetap terjaga.
"Kenzi bertahan, bertahan sayang jangan tinggal kan daddy," ucap Verrel.
Sesampainya di rumah sakit Kenzi langsung di tangani oleh dokter, Verrel dan Mario hanya bisa menunggu di luar ruang UGD, mereka berdua benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Kenzi saat ini.
"Ahh sakit," ucap Karla.
"Kenapa Karla," tanya Akifa.
"Iya kamu kenapa Karla, apa perut mu sakit," ujar Sonia.
__ADS_1
"Iya perut ku sakit, tapi secara tiba-tiba, aku takut mah," kata Karla.
"Tenang sayang, itu hanya kontraksi biasa. Dulu mamah juga seperti itu saat hamil suami kalian," ucap Akifa.
"Aku tidak tenang mah, Tiba-tiba perasan ku terasa sangat cemas, ada apa ini mah."
"Mamah juga Sayang, apa yang telah terjadi," ucap Akifa sambil memegang dada nya, jantung nya berdetak lebih cepat dari biasa nya.
"Ada apa ini, apa semua baik-baik saja," batin Akifa.
Verrel begitu panik dengan keadaan anak nya sampai-sampai ia lupa memberikan kabar pada keluarga nya apa yang terjadi pada Kenzi saat ini.
"Verrel coba untuk tenang, sekarang beri kabar keluarga mu," ucap Mario.
"Halo Verrel, ada apa, apa perlu bantuan," tanya Alvaro.
"Yah Kenzi kecelakaan, aku sangat bingung sekarang," jawab Verrel.
"Apa maksud mu, jelaskan dengan benar. Bagaimana bisa Kenzi kecelakaan," tanya Alvaro.
"Kenzi terkena tembakan yah, ada beberapa peluru masuk ke dalam tubuh nya. Aku mohon yah datang ke sini, aku sangat bingung sekarang," jawab Verrel.
__ADS_1
"Iya iya, aku akan ke sana, tolong selalu beri aku kabar terbaru tentang Kenzi," ucap Alvaro.
Setelah mendengar kabar dari Verrel, Alvaro langsung mengumpulkan semua orang. Ia ingin membawa siapa saja yang akan ikut ke sana untuk melihat keadaan Kenzi.
"Ada apa sayang, seperti nya serius," tanya Angel.
"Kenzi kecelakaan," jawab Alvaro yang membuat semua orang terkejut.
"Apa kek kecelakaan," tanya Karla yang lemas seketika.
Jika tidak di tahan oleh Sakura dan Sonia, Karla sudah jatuh ke lantai.
"Tenang Karla, kita belum tau keadaan nya. Jangan berpikir negatif," kata Sonia yang berusaha menenangkan Karla.
"Kalian semua tenang lah, aku belum tau bagaimana keadaan Kenzi. Aku mengumpulkan kalian hanya ingin membawa Karla dan yang lain ke sana. Aku tidak bisa membawa semua nya," ucap Alvaro.
"Siapa saja yah, aku ikut darah ku dengan Kenzi sama, mana tau Kenzi memerlukan darah ku," tanya Vero.
"Kau, Kenzo, Karla dan Sonia saja untuk menenangkan Karla," jawab Alvaro.
"Pah aku ikut, aku ingin melihat keadaan anak ku," kata Akifa.
__ADS_1
"Tidak Akifa kau berada disini saja. Jika Kenzi bisa di bawa ke rumah dengan cepat kau dan Angel bisa mempersiapkan semua nya di rumah," ucap Alvaro.