
Kenzi mendapatkan kabar jika teman nya sampai akan lebih lama. Jadi mereka memutuskan untuk makan terlebih dulu karena sudah sangat lapar. Rakha sedikit kesal dengan teman nya Kenzi yang terlalu lama sampai. Padahal ia sudah sangat percaya diri jika wanita itu adalah jodoh nya.
"Sudah Rakha sabar saja dulu, aku yakin dia pasti akan datang ko, jangan khawatir akan hal itu," kata Kenzi.
"Dia benar-benar cantik kan, kalau iya aku akan langsung mengajak nya menikah," tanya Rakha.
"Iya pasti sangat cantik dia kan seorang model, tapi aku juga sudah sangat lama tidak bertemu dengan nya. Jadi jika tidak sesuai dengan ekspektasi mu, jangan marah pada ku," jawab Kenzi.
"Kau gila, mana mungkin aku marah pada mu. jika tidak sesuai dengan kemauan ku, aku tidak akan mengajak nya menikah," kata Rakha.
"Ya ya ya terserah mu," kata Kenzi.
Monica sedang mempersiapkan diri nya, ia sudah sangat siap jika Rian meminta nya pada malam ini. Walaupun Monica cukup takut ia tetap menyakinkan diri nya jika tidak akan terjadi hal yang buruk.
"Dimana dia kenapa lama sekali keluar dari kamar mandi, aku belum pernah melihat tubuh nya saat sedang bertelanjang dada, apakah tubuh nya atletis," batin Monica.
Rian keluar dari kamar mandi dengan kondisi yang tidak fit, hari ini terlalu banyak pekerjaan yang menguras otak nya. Rian pikir setelah berendam di dalam badthup tubuh nya akan lebih baik, ternyata tidak sama sekali, tubuh Rian semakin terasa lemas.
"Rian kamu kenapa," tanya Monica.
"Aku tidak enak badan, kamu ambilkan pakaian untuk ku," jawab Rian.
"Hey kamu sakit, aduh kamu membuat ku repot saja." Monica membantu Rian berjalan ke atas ranjang, tangan Monica sedikit nakal menyentuh perut Rian yang ternyata sesuai dengan harapan nya.
"Hey tangan mu pelanggaran," kata Rian.
"Eh maaf kalau begitu, aku tidak sengaja," ucap Monica.
Monica berjalan menuju lemari untuk mengambilkan suami nya pakaian. Ia tidak tau pakaian apa yang Rian minta, Monica hanya mengambilkan kaus oblong dengan di pasangkan dengan kaus pendek.
"Pakai ini, biasanya kalau kau sakit minum apa," tanya Monica.
"Kau bisa membelikan ku obat," tanya Rian.
"Bisa aku akan membelikan mu obat," jawab Monica.
Monica mengambil uang dan jaket setelah itu ia langsung pergi untuk membeli obat. Ntah kenapa jika sakit seperti ini Monica tidak tega melihat Rian. Ia yakin jika Rian sudah seperti itu Rian benar-benar sedang sakit.
"Dimana ada apotek," batin Monica.
__ADS_1
Monica terus berjalan keluar gedung apartment. Dari kejauhan Monica dapat melihat apotek yang terletak di sebrang jalan. Tanpa ragu Monica langsung menyebrang dan berjalan mendekati apotek.
"Ada yang bisa di bantu mbak."
"Saya ingin membeli obat tidak enak badan, gejala nya tubuh nya terasa cukup hangat, mata nya terlihat memerah dan kepala nya terasa pusing." Monica hanya menyebutkan apa saja yang ia lihat dan rasakan saat memegang tubuh suaminya.
"Tunggu sebentar mbak. Saya ambilkan dulu obat nya."
Setelah mendapatkan obat yang ia cari Monica kembali ke apartment. Saat sedang menyebrang jalan tiba-tiba ada mobil yang melaju begitu cepat, Monica yang tersadar akan hal itu langsung berlari agar tidak tertabrak mobil. Tetapi nasib sial menimpah nya, karena memang sudah sangat panik kaki Monica terkilir sampai ia terjatuh di pinggir jalan.
"Ahkkkk," teriak Monica saat mobil itu tidak sampai menabrak nya.
Monica merasa beruntung karena mobil itu tidak sampai menabrak nya. Dengan berusaha cukup paya Monica bangkit dari atas jalan, kaki nya cukup terasa sakit ketika ia pakai untuk berjalan.
"Untung saja obat nya tidak rusak," ucap Monica.
Sesampainya di apartment Monica langsung masuk ke dalam kamar ia ingin Rian dapat dengan cepat meminum obat yang ia beli. Ia tidak peduli dengan rasa sakit di kaki nya.
"Awww luka juga," batin Monica.
"Ini obat nya, aku ke kamar mandi dulu," kata Monica.
Rian melihat ada yang aneh dari Monica, dari cara Monica berjalan sudah terlihat jelas jika kaki Monica sedang sakit.
"Kau kenapa, sini mendekat," ucap Rian.
"Tidak aku tidak papa," kata Monica.
"Sini mendekat aku bilang, jangan berbohong tidak papa." Rian yakin terjadi sesuatu pada Monica.
Monica berjalan mendekati ranjang. Ia ikut naik ke atas ranjang dan berbaring secara perlahan di samping tubuh suami nya.
"Kau terluka," ucap Rian saat melihat kaki dan tangan Monica terdapat beberapa luka lecet.
"Tadi aku hampir tertabrak mobil, untung saja mobil itu tidak sampai menabrak ku, aku hanya terjatuh karena terkilir," kata Monica.
"Masih bisa bilang tidak papa, tinggu sebentar," ucap Rian.
Walaupun kepala nya terasa cukup berat Rian berjalan mengambil kotak p3k. Monica terluka juga karena membelikan obat untuk nya.
__ADS_1
"Dia sangat perhatian dengan ku," batin Monica.
Rian datang kembali sambil membawa kotak p3k. Ia duduk menyender ke dinding agar kepala nya tidak terlalu terasa berat.
"Lain kali jika sakit katakan jangan diam saja," ucap Rian.
"Iya aku masih bisa menahan nya," kata Monica.
"Rian sudah aku saja, kau istirahat saja." Monica mengambil kotak p3k dari tangan Rian.
"Maafkan aku, aku memang sedang tidak," ucap Rian.
"Ia tidak papa, sudah kau istirahat saja." kata Monica.
Nadya sedang membereskan semua barang-barang nya. Malam ini ia akan pindah ke kamar Zayn yang akan menjadi kamar nya juga, Nadya cukup takut jika Zayn akan memakannya malam ini juga, tetapi mau bagaimana lagi Zayn suaminya yang mempunyai hak untuk melakukan hal itu.
"Nadya, pakaian sudah kau bawa ke laundry kan," tanya Zayn saat melihat Nadya masuk ke dalam kamar nya.
"Ia sudah, Zayn bantu aku untuk memasukkan pakaian ini ke dalam lemari. Kau yang meminta ku untuk pindah, jadi kau harus membantu ku," kata Nadya.
"Ya ya ya, sini aku bantu," ucap Zayn Sambil berjalan mendekati Nadya.
"Kau baik juga ya, oh iya mulai besok aku sudah mulai mengambil kelas masak. Dari Siang sampai Sore jadi kau tidak perlu pulang," kata Nadya.
"Oh iya lah, belajar dengan baik agar kau cepat bisa memasak untuk ku," ucap Zayn.
Zayn mengambil kaca mata milik istri nya Ukuran cukup besar melebihi ukuran tangan nya. Ia melihat ke dada istri nya untuk memastikan apa milik Nadya memang sebesar itu.
"Nadya milik mu sama dengan kaca mata nya," tanya Zayn.
"Hey kau lancang ya, jangan kau nodai kaca mata ku," ucap Nadya dan langsung merebutnya dari Zayn.
"Hahaha kau lucu, kaca mata mu juga sangat lucu," ucap Zayn.
"Enak saja, tidak ada Lucu-lucu nya," kata Nadya.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi Nadya, apa kaca mata nya sama dengan milik mu."
"Pakai logika mu Zayn, mana mungkin tidak sama, jika milik ku kecil dan aku memakai kaca mata yang besar tidak akan nyaman," kata Nadya.
__ADS_1