Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 80 S2


__ADS_3

"Tuan, kenapa anda seperti ini." ucap Angel.


"Seperti apa, ada yang salah dengan ku." tanya Alvaro.


"Ada yang berbeda dengan anda tuan." jawab Angel.


"Itu hanya perasaan mu, aku tetap sama seperti dulu." ucap Alvaro.


"Pakai baju anda tuan, nanti anda masuk angin." kata Angel.


"Kau seperti nya tidak ingin berlama-lama dengan ku, kenapa kau tidak ingin melihat suami mu lagi, apa kau sudah bosan." ucap Alvaro.


"Tidak tuan, saya..


Belum selesai Angel berbicara Alvaro sudah menyerang bibir manis Angel, serangan yang tiba-tiba membuat Angel terkejut dan ia hanya bisa mengikuti apa yang Alvaro inginkan. Ia juga belum bisa membalas serangan dari Alvaro.


"Kenapa kau polos sekali, kapan kau bisa membalas nya." ucap Alvaro dengan mengusap bibir Angel.


"Saya tidak mengerti apa. yang tuan maksud." kata Angel.


"Lihatlah pakaian mu basah, apa aku boleh menggantikan nya." tanya Alvaro.


"Saya bisa menggantinya sendiri tuan." jawab Angel.


"Oww jadi kau menolak ku." ucap Alvaro sambil membuka kancing dengan baju Angel.


"Tidak tuan, silahkan jika anda ingin menggantikannya." kata Angel.


"Deg." jantung Alvaro berdetak sangat kencang, perlahan tapi pasti ia bisa melihat tubuh mulus dan putih milik Angel.


Alvaro membuka pakaian yang menyelimuti tubuh Angel, hanya tinggal kaca mata lah yang menutupi benda miliki Angel yang sudah terlihat sangat jelas.


"Kau begitu seksi." ucap Alvaro dengan mendekati benda milik Angel.


Ia mencium bagian atas benda itu dengan sedikit meninggal jejak di sana, Angel merasakan sensasi yang berbeda saat Alvaro mencium benda nya.


"Kau tau apa arti ini." tanya Alvaro.


"Tidak tuan." jawab Angel dengan nafas yang mulia tidak beraturan.

__ADS_1


"Ini namanya cap kepemilikan, aku sudah meletakkan cap ku disini dan tanda nya ini milik ku. Tidak ada yang boleh melihat nya selain aku, apalagi sampai menyentuh nya." ucap Alvaro.


"Iya tuan saya mengerti, anda adalah suami saya dan anda lah yang berhak atas diri saya." kata Angel.


Alvaro tersenyum saat mendengar ucapan dari Angel menurut nya ia pertanda kalau dia dapat melakukan nya lebih. Tetapi Alvaro langsung teringat jika Angel sedang mendapatkan tamu, ia tidak ingin tersiksa tidak bisa melampiaskan semua nya.


Alvaro mengambil kan pakaian Angel dan mulai memakainya, saat ini Alvaro benar-benar seperti seorang suami yang sangat perhatian pada istri nya.


"Besok aku akan mendaftarkan mu kuliah, dan lusa kau langsung bisa masuk. Apa jurusan yang ingin kau ambil." tanya Alvaro.


"Saya tertarik pada bidang hukum tuan, saya juga tertarik dengan sastra." jawab Angel.


"Tidak-tidak kau istri seorang calon CEO Efron grup, jadi kau harus mengambil manajemen bisnis." ucap Alvaro.


"Tapi saya tidak mengerti tentang bisnis." kata Angel.


"Kau harus belajar, Fiona juga mengambil jurusan itu kau bisa belajar dari nya." ucap Alvaro.


Mereka berdua turun dari kamar menuju ruang keluarga, mereka tiga makan malam di rumah karena akan keluar bersama. Alvaro merasa sangat nyaman berada di dekat Angel. Ia sengaja membawa Angel keluar bersama nya untuk sekedar membuat Angel senang.


"Kalian tidak makan." tanya Vano.


"Kak varo aku mau martabak." ujar Fiona.


"Kenapa tidak pergi bersama Adit." tanya Alvaro.


"Dia sedang berada di kamar mengerjakan tugas." jawab Fiona.


"Oh iya dia sendang mengerjakan tugas ku, ya sudah nanti aku belikan." ucap Alvaro.


Mereka berdua langsung keluar menuju pusat kota, di perjalanan Angel melihat pasar malam yang membuat nya sangat tertarik untuk mampir ke sana tapi ia takut meminta nya ke Alvaro.


"Ada apa, kau ingin masuk ke sana." tanya Alvaro.


"Apa boleh tuan." jawab Angel.


"Kenapa tidak bilang." ucap Alvaro.


Mereka berdua turun dari mobil dan langsung masuk kedalam pasar malam itu, tangan Angel tidak lepas dari genggam tangan Alvaro, ia mengikuti kemana pun Angel melangkah kan kaki nya.

__ADS_1


"Aku lapar." ucap Alvaro.


"Itu ada mie ayam tuan, apa anda mau." tanya Angel.


"Apa tidak papa makan di tempat seperti itu." tanya Alvaro.


"Tida tuan, anda harus mencoba nya. Ayo saya juga lapar." jawab Angel.


"Mang mie ayam nya dua." ucap Angel.


"Iya neng tunggu sebenar."


"Kemari lah jangan jauh-jauh dari ku." ucap Alvaro.


Tak lama mie ayam yang mereka pesan datang, Angel langsung mengambil kan Alvaro sumpit.


"Jangan banyak-banyak sambal nya, anda tidak bisa makan pedas." ucap Angel.


"Iya hanya sedikit." kata Alvaro.


Alvaro mencoba makanan yang baru pertama kali ia makan itu, walaupun penampilannya biasa saja tapi rasa nya cukup enak menurut Alvaro.


"Lumayan." ucap Alvaro.


"Anda suka tuan." tanya Angel.


"Rasa nya tidak buruk." jawab Alvaro.


Angel melihat beberapa noda di bibir Alvaro, dengan sigap Angel mengusap noda itu menggunakan tangan nya langsung. Alvaro yang di perlakuan seperti itu berasa ingin lepas jantung nya.


.


.


.


.


Saran artis luar negri dong untuk visual. Barat ya jangan Korea atau thailand karena mengikuti Visual orang tua mereka.

__ADS_1


__ADS_2