Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 340 S3


__ADS_3

"Ahhhh junior ku," ucap Dylan.


"Maaf sayang anak kita bangun," kata Lia sambil berusaha menidurkan anak nya kembali.


"Junior ku hampir patah sayang." Dylan berusaha untuk berdiri, perlahan junior nya mengecil kembali.


"Sayang, anak mamah," Lia memberikan asi pada Rakha, perlahan Rakha tertidur kembali.


"Ayo sayang kita lanjut kan," ucap Lia.


"Aku sudah tidak bernafsu sayang," kata Dylan.


Begitu juga dengan Rizky masih enak-enak nya malah di dorong oleh Alana sampai diri nya jatuh ke lantai, ia juga merasakan sakit yang teramat di junior nya.


"Sayang, kamu mau membunuh ku," ucap Rizky.


"Anak kita sayang, siapa si yang malam-malam begini berteriak dengan keras," kata Alana.


"Ya kamu pelan-pelan jangan asal dorong, nanti aku tidak bisa membuat anak lagi kalau junior ku patah," protes Rizky.


Sementara itu di luar kamar, Aldy membungkam mulut Verrel dan Alvaro. Ia terpaksa melakukan nya karena teriakan mereka berdua bisa membangunkan seisi rumah.


"Aldy kau mau membunuh kami berdua," ucap Verrel sambil melepaskan tangan Aldy dari mulut nya.


"Jangan berbicara di depan kamar mereka, ayo sedikit menjauh," kata Aldy.


Mereka bertiga berjalan menuju ruang keluarga yang lebih aman dari tempat sebelumnya.


"Aku tadi lapar ingin makan, tapi tidak ada makanan, aku pikir kalian berdua maling itu sebabnya aku mengejutkan kalian berdua," ucap Aldy.


"Kau mau membuat kami berdua di keroyok mereka semua yang sedang enak-enak," kata Alvaro.


"Maaf paman aku tidak sengaja, lagi pula kenapa malam-malam begini kalian berdua berkeliaran " tanya Aldy.


"Kami ingin keluar mencari seblak tapi bingung mencari makanan itu dimana," jawab Verrel.


"Malam-malam begini untuk apa makanan itu," tanya Aldy.


"Untuk bunda ku lah, dia kan sedang ngidam jadi permintaan nya aneh-aneh," jawab Verrel.


"Paman punya anak lagi, paman masih bisa mencetak anak," tanya Aldy.

__ADS_1


"Kau pikir aku apa, jelas lah aku masih bisa mempunyai anak," jawab Alvaro.


"Bukan begitu paman, paman kan sudah lanjut, masih kuat pinggang nya dan kenapa sampai bisa hamil," tanya Aldy.


"Ya jelas bisa, karena aku ingin punya anak lagi, mau pikir pinggang ku lemah, aku masih kuat jika bermain 5 ronde sekalipun," jawab Alvaro.


Lagi dan lagi Aldy merasa heran pada keluarga ini, bisa-bisa istri yang sudah tidak pantas memiliki seorang anak bisa hamil kembali, hanya keluarga Efron yang bisa melakukan nya.


"Kenapa kau bengong, kau tau dimana yang menjual seblak," tanya Verrel.


"Makanan apa itu aku tidak tau, jika kalian keluar aku ikut juga aku sangat lapar," jawab Aldy.


"Sudah ayo kita langsung berangkat, nanti bunda mu sudah tidak mau dan dia akan marah pada ku," ucap Alvaro.


Mereka bertiga langsung keluar untuk mencari makanan yang bernama seblak. Verrel meminjam hp Alvaro untuk mencari seperti apa makanan yang bernama seblak, sampai-sampai bunda nya ngidam makanan itu.


"Bentuk nya tidak menarik, ntah apa yang menjadi pusat perhatian nya sampai bunda menginginkan makanan ini, sudah malam begini siapa juga yang menjual makanan ini," ucap Verrel.


"Aku tidak tau daerah sini, biasa nya tempat wisata kuliner buka dua puluh empat jam," kata Aldy.


"Aldy benar, mungkin di sana ada yang menjual makanan itu. Tapi masalah nya aku tidak tau dimana wisata kuliner di kota ini," ucap Alvaro.


Alvaro menghentikan mobil nya di depan salah satu tukang nasi goreng langganan nya, ia sudah sering membeli nasi goreng pinggiran karena menurut nya rasa nya sangat enak cocok dengan lida nya.


"Tidak pak, apa bapak tau orang yang menjual makanan yang bernama seblak," tanya Alvaro.


"Oh mencari seblak, malam-malam begini sulit mencari nya, mungkin tidak ada. Saya si bisa membuat nya tapi bahan-bahan yang saya punya kurang."


"Wah saya bisa membelinya, catatkan saja apa yang di perlu untuk di beli," ucap Alvaro.


Akang nasi goreng itu mengeluarkan buku dan pena dari tas nya lalu mulai mencatat apa saja yang di perlukan untuk membuat makanan yang bernama seblak.


"Tidak banyak, bisa di beli di minimarket dua puluh empat jam."


"Verrel dan Aldy pergi membeli apa yang ada di catatan ini, aku ingin memakan nasi goreng dulu," ucap Alvaro.


"Ayah curang aku juga mau, kenapa malah aku yang sibuk yang ngidam kan istri ayah," kata Verrel.


"Itu bunda mu juga, sudah jangan banyak protes, cepat pergi sana," Ucap Alvaro.


Mau tidak mau Verrel dan Aldy pergi ke minimarket terdekat untuk membeli bahan-bahan yang tertulis di kertas yang di berikan akang nasih goreng itu.

__ADS_1


"Keluarga mu benar-benar aneh Verrel, aku jadi mikir dua kali untuk menjodohkan anak kita," ucap Aldy.


"Anak mu akan beruntung memiliki suami seperti anak ku, dia tampan dan junior nya pasti besar yang membuat anak mu puas," kata Verrel.


"Baru aku bilang aneh, kau sudah berkata aneh.


Tak lama mereka berdua sampai di salah satu minimarket yang masih buka, mereka berdua langsung masuk ke dalam agar cepat menyelesaikan tugas yang Alvaro berikan.


"Kau tau yang nama nya sawi," tanya Verrel.


"Kalau bahan-bahan ini aku sangat familiar." Aldy mengambil catatan itu dan mulai berkeliling untuk melengkapi semua yang di butuhkan.


"Tunggu aku," ucap Verrel.


Verrel menghentikan langka kaki nya saat melihat beberapa mainan anak-anak, si kembar sudah mulai aktif memegang sesuatu, Verrel berpikir jika tidak ada salah nya membelikan si kembar mainan.


Aldy sudah membeli semua bahan-bahan yang tertulis di catatan itu, tetapi ia mendapatkan satu masalah baru yaitu hilang nya Verrel.


"Anak itu kemana, kenapa dia selalu aneh," ucap Aldy.


Aldy berjalan mengelilingi minimarket itu untuk mencari Verrel, mata nya terbelalak saat melihat Verrel membawa berbagai macam mainan di keranjang dorong.


"Verrel kau memborong mainan sebanyak itu untuk apa," tanya Aldy.


"Untuk anak ku lah, sudah ayo cepat," jawab Verrel.


Setelah membayar semua nya mereka berdua kembali ke tempat Alvaro yang sedang makan nasi goreng.


"Itu Verrel, mereka lama sekali," kata Alvaro.


Verrel menyerah bahan-bahan yang ia beli, lalu ia langsung mengambil nasi goreng yang sudah tersedia di piring.


"Ini untuk ku paman."


"Iya makan lah, kau lapar bukan," kata Alvaro.


Angel sangat kesal dengan suami nya, ia sudah menunggu Alvaro sekitar 1 jam lama nya, tetapi Alvaro masih juga belum datang membawa makanan yang ia minta.


"Aku sangat lapar tapi suami ku lama sekali," ucap Angel.


Setelah kurang lebih 20 menit menunggu akhirnya seblak ala akang nasi goreng telah jadi, Alvaro langsung membayar nasi goreng yang mereka makan dan seblak itu. Seperti biasa nya Alvaro selalu memberikan tip.

__ADS_1


Alvaro dan yang lainnya langsung pulang setelah mendapatkan seblak yang Angel minta. Sesampainya di rumah mereka bertiga berpisah masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


__ADS_2