Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 248 S3


__ADS_3

"Sayang aku datang." Ucap Akifa.


"Wah benar kata ku Verrel, istri mu banyak membawa makanan." Kata Rizky.


Akifa berjalan menuju meja dan langsung menyiapkan makanan untuk Verrel dan juga Rizky.


"Terimakasih Akifa." Ucap Rizky.


"Sama-sama." Akifa tersenyum pada Rizky.


Verrel yang tidak sengaja melihat itu langsung terbakar api cemburu." Sayang, kamu tersenyum pada laki-laki lain." Ucap Verrel.


"Sudah ayo makan." Kata Akifa.


"Tidak mau, kamu berpaling dari ku." Verrel memajukan bibir nya.


"Bagaimana kamu meminta ku untuk menikah lagi, tersenyum pada teman mu sendiri saja kamu cemburu." Akifa mendekati Verrel sambil membawa Rujak yang ia beli tadi.


"Buka mulut mu sayang." Ucap Akifa.


"Apa enak, kenapa aku juga ingin memakan nya." Verrel membuka mulut nya.


"Bagaimana rasa nya enak tidak." Tanya Akifa.


"Enak sayang, ambil kan punya ku, aku ingin makan sendiri." Jawab Verrel.


"Tumben, ayo kita bergabung dengan Rizky saja, kasihan dia makan sendiri." Ucap Verrel.


"Hmm baiklah." Verrel dan Akifa mendekati Rizky yang sedang menyantap makanan nya.


Mereka berdua tampak begitu lahap memakan rujak itu, tanpa sadar Rizky sedari tadi memperhatikan mereka berdua.


"Kalian hanya makan rujak." Tanya Rizky.


"Aku tidak selera makan, nanti mungkin aku akan memakan nya." Jawab Verrel.

__ADS_1


"Apa kalian berdua tidak merasa aneh."


"Aneh bagaimana." Tanya Verrel.


"Bukan nya ini pertama kali kalian memakan rujak sangat lahap begitu, apa kalian berdua sedang ngidam." Ucap Rizky.


"Ngidam, ah mana mungkin. Kau tau akan aku kurang subur." Kata Verrel.


"Kurang subur Verrel, bukan tidak. Akifa tetap berkemungkinan untuk hamil, apalagi selama ini kau menjalankan pola hidup sehat. Aku beri saran pada mu coba memeriksa nya." Ujar Rizky.


"Bagaimana sayang, apa kamu mau memeriksa nya." Tanya Verrel.


"Nanti setelah pulang, aku masih punya tes pack di rumah." Jawab Akifa.


"Rizky kita langsung pulang saja setelah ini, aku bosan." Ucap Verrel.


"Baiklah aku juga ingin menemani istri ku cek kandungan sore nanti." Kata Rizky.


"Alana sudah berapa bulan Rizky." Tanya Akifa.


Setelah makan siang selesai mereka bertiga langsung pulang ke rumah. Sesuai yang di katakan Verrel tadi Akifa langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk memeriksa apakah diri nya hamil atau tidak.


Verrel tampak mondar-mandi di depan pintu harapan terbesarnya sudah pasti Akifa hamil.


"Bagaimana sayang." Tanya Verrel.


Sambil tersenyum Akifa menggelengkan kepala nya. "Belum Akifa memberikan tas pack itu pada Verrel.


"Tidak papa, kita berusaha lagi." Verrel mengambil tes pack itu kemudian memeluk Akifa.


"Kamu jangan sedih, kita bisa berusaha lagi, aku tidak mau kamu seperti dulu." Ucap Akifa.


"Tidak sayang, aku tidak sedih, kamu istirahat lah. Aku ingin menemui teman-teman ku, mereka juga menunggu kabar ini." Kata Verrel.


Verrel berjalan mendekati Rizky dan yang lainnya, tak lupa ia membuang tes pack ke dalam tong sampah.

__ADS_1


"Bagaimana Verrel." Tanya Rizky.


"Tebakan mu salah." Jawab Verrel.


"Tetap semangat Verrel, jangan kasih kendor." Ujar Dylan.


"Hehehe pasti, tidak ada kata menyerah." Ucap Verrel.


Alvaro juga baru pulang dari kantor, ia berjalan melewati Verrel dan yang lainnya. Tak lupa Alvaro selalu mengusap rambut Verrel terlebih dahulu.


"Sedang apa." Tanya Alvaro.


"Ayah aku bukan anak kecil." Ucap Verrel.


"Kau tetap anak kecil di mata ku." Kata Alvaro sambil pergi meninggalkan Verrel.


Mata Alvaro tertuju pada tes pack di tong sampah. "Verrel istri mu hamil." Tanya Alvaro.


"Tidak yah, tadi baru kami periksa." Jawab Verrel.


"Tes pack ini milik siapa, apa bunda mu yang hamil lagi." Tanya Alvaro.


"Itu milik istri ku yah." Jawab Verrel.


"Verrel istri mu hamil." Ucap Alvaro sambil mendekati Verrel dan langsung memeluk nya.


"Maksud mu yah, istri ku hamil. Tapi katakan nya tidak." Kata Verrel.


"Iya Verrel, lihat dua garis, satu garis terlihat samar." Ucap Alvaro.


"Aaaa..ppaa.. benar yah." Verrel memegang tes pack itu dengan tangan yang gemetaran.


"Istri ku hamil yah hiks..hiks..hiks istri ku hamil." Ucap Verrel dengan suara yang bergetar, tak terasa air mata nya jatuh membanjiri wajah nya.


"Selamat Verrel." Alvaro memeluk Verrel dengan erat. Dan ikut menangis karena terharu dan bahagia.

__ADS_1


Bukan hanya Verrel dan Alvaro, Rizky dan Dylan juga menetes kan air mata mereka.


__ADS_2