
Malam ini Vero ingin lebih dewasa lagi, ia tidak mengambil pakaian ayah nya. Ia akan berusaha tidur tanpa aroma tubuh ayah nya.
"Kau yakin," tanya Alvaro.
"Yakin yah, aku ingin lebih dewasa lagi. Aku harus mencoba nya yah, jika tidak aku coba aku akan terus terjebak dalam sifat manja ku ini," jawab Vero.
"Aku tidak siap melihatmu menjadi dewasa," ucap Alvaro sambil mengusap air mata nya.
"Ayah jangan menangis, aku tidak akan bisa dewasa jika kau selalu seperti ini. Aku juga tidak ingin dewasa aku ingin terus menjadi anak manja mu," Vero langsung memeluk ayah nya.
"Kau yakin terus ingin menjadi anak manja ku, kau tidak malu dengan istri mu," tanya Alvaro.
"Jika bersama mu aku akan tetap manja sampai kapan pun, tapi jika di dekat istri ku aku akan menjadi pria dewasa. Jadi tidak ada yang membuat ku mali lagi," jawab Vero.
"Sudah sudah, jangan membuat ku sedih malam ini waktu nya tidur, tidur dengan nyenyak," ucap Alvaro.
"Tunggu yah, aku ingin bertanya sesuatu pada mu," kata Vero.
"Apa itu, tanya saja, kenapa tidak dari tadi?"
"Kau ingin punya cucu berapa banyak dari ku," tanya Vero.
"Cucu, jangan-jangan kau mah melakukan nya, kau ingin enak-enak," tanya Alvaro yang sangat terkejut ketika Vero bertanya soal cucu.
Vero menggaruk rambut nya sambil nyengir kuda, ia cukup malu untuk mengakui hal itu. "Hehehe iya yah, jika tidak ada yang menghalangi lagi aku akan melakukan nya. Sudah dua kali aku mau melakukan nya tetapi selalu gagal."
"Hahaha alam belum mengizinkan mu, sudah pergi sana lakukan sepuas mu, kau beri berapa pun cucu untuk ku aku pasti menerima nya," ucap Alvaro.
**
"Aku kesal," teriak Kenzo yang sedang berada di dalam dapur.
"Kau kenapa," tanya Kenzi.
"Jangan kau ganggu Kenzi, aku habis kena marah oleh nya, padahal aku hanya bertanya," ujar Axel.
"Diam aku bilang, kalian tidak berada di posisi ku, bagaimana aku dan apa yg aku alami," ucap Kenzo.
"Apa kau rasakan, cerita pada kami. Apa istri mu meminta hal yang aneh lagi" tanya Kenzi.
"Iya kau benar, dia meminta ku memakai pakaian dalam wanita, setelah itu dia meminta ku untuk memasak. Aku tidak bisa memasak," jawab Kenzo.
"Bawa saja makanan dari luar," kata Axel.
"Kau sudah mencoba nya, tapi ntah bagaimana dia tau kalau itu bukan masakan ku. Dan karena ulah itu aku di usir dari kamar, aku tidak boleh masuk ke dalam kamar sampai aku membawakan makanan untuk nya," ucap Kenzo.
__ADS_1
"Masak saja sebisa mu, kau tidak berusaha malah mengambil jalan pintas. Tunjukkan pada nya kau pria yang baik dan bertanggung jawab, apapun yang aku bawa untuk nya asalkan itu masakan mu, aku yakin istri mu pasti akan menerima nya," ujar Kenzi.
"Tunggu-tunggu bagaimana mungkin kau bisa sebijak ini," tanya Kenzo.
"Wanita itu hanya perlu ketulusan dan tentu saja perjuangan kita sebagai pria. Jangan menyerah lakukan apa yang bisa kau lakukan," jawab Kenzi.
"Kau benar, aku akan mencoba memasak untuk nya," ucap Kenzo.
Kenzo mencoba berpikir keras apa yang harus ia masak. Ia teringat dulu saat susah makan bunda nya pernah memasakkan telur goreng untuk nya.
"Walaupun makanan sederhana aku suka memakannya. Memang bukan soal kemewahannya tetapi rasa cinta di dalam nya," batin Kenzo.
Sebisa mungkin Kenzo memasak telur ceplok yang pernah ia makan dulu, baru saja memegang wajan ia sudah bingung bagaimana cara menghidupkan kompor.
"Apa-apaan ini, kenapa kompor ini banyak sekali tombol nya," ucap Kenzo.
"Kau pakai lilin saja," ujar Kenzi.
"Boleh aku pakai kepala mu, agar cepat matang," tanya Kenzo yang membuat Kenzi terdiam seketika.
"Kau kejam," ucap Kenzi.
"Aku memang kejam jadi jangan ganggu aku, kau paham."
"Jangan aneh-aneh, kau goreng saja telur mu sendiri," kata Kenzi.
"Hahaha tidak mungkin nanti adik ku tidak bisa bangun lagi," ucap Kenzo.
Setelah berjuang dan berusaha akhirnya telur ceplok alah kadar nya sudah jadi. Dengan cepat Kenzo membawa telur itu ke dalam kamar.
"Sayang aku sudah memasak untuk mu," ucap Kenzo.
"Kamu yakin itu masakan mu," tanya Sonia.
"Yakin sayang, satu dua tiga. Taraa ... telur ceplok ala Kenzo."
Sonia memperhatikan telur yang di bawa Kenzo, bentuk nya cukup menyeramkan dengan gosong di pinggiran nya.
"Bawa ke sini," ucap Sonia.
"Kalau rasa nya tidak enak, jangan marah pada ku ya." Kenzo memberikan makanan itu pada Sonia.
"Untuk apa aku menyalahkan mu."
"Hmmm rasa nya enak," ucap Sonia.
__ADS_1
"Apa benar, boleh aku mencoba nya," tanya Kenzo.
"Coba saja," jawab Sonia.
Kenzo langsung memasukkan sepotong telur ke dalam mulut nya, mata nya juga sudah terpejam seperti seseorang yang sedang menikmati makanan yang sangat enak. Saat menguyah telur itu sontak mata Kenzo terbuka seketika, rasa asin dan pahit mendominasi mulut nya saat ini.
Kenzo langsung mengambil makanan yang ia beli tadi, ia memakan makanan itu untuk menghilangkan rasa tidak enak dari telur ceplok nya.
"Aku melarang mu memakan ini, walaupun kata mu enak ini tidak baik untuk kesehatan anak kita," ucap Kenzo sambil mengambil piring itu dari tangan Sonia.
"Tapi aku lapar sayang," rengek Sonia.
"Kita makan ini saja makanan yang aku beli tadi," kata Kenzo.
**
Vero membawa istri nya naik ke atas ranjang, setelah lama berciuman akhirnya Vero sudah cukup berani untuk melakukan nya. Lingerie Merah mudah yang kekurangan bahan membuat Vero menelan liur nya sampai beberapa kali.
"Sayang," Sakura meremas rambut suami nya saat bibir Vero dengan lincah menelusuri leher jenjang nya.
"Aku ingin kamu siap," tanya Vero.
"Tubuh ku milik mu, aku siap melayani mu," jawab Sakura.
Vero menarik paksa lingerie yang di pakai oleh Sakura, sampai lingerie itu lepas dari tubuh Sonia, memperlihatkan bentuk tubuh Sonia yang sudah seperti bayi karena tidak memakai apapun.
"Gadis Jepang ku," ucap Vero yang terpesona dengan tubuh istri nya.
Dengan akal normal nya Vero melahap semua nya tidak ada satu tempat pun yang ia tinggalkan.
Setelah beberapa menit melakukan pemanasan akhirnya Vero siap melakukan nya, mereka berdua sudah tidak memakai apapun.
Sakura memundurkan tubuh nya saat melihat adik Vero yang sudah menantang di bawa sana. "Apa akan sampai ke usus," batin Sakura.
"Kenapa sayang," tanya Vero yang melihat Sakura seperti orang ketakutan."
"Itu milik mu besar sekali," jawab Sakura.
"Mungkin akan terasa sangat sakit, karena kita baru pertama kali, tapi kata ayah itu hanya sebentar," kata Vero.
Dengan segala usaha dan kesanggupan jiwa Vero mulai melakukan nya. Sakura tidak bisa menahan air mata nya saat benda tumpul suaminya merobek milik nya. Terasa sangat sakit di awak dan nikmat di akhir.
"Aaahh sial, kenapa dia tumpul kalau tajam kan enak," batin Vero.
Wkwkwk maaf ya, hanya bisa seperti itu. Kalau seperti ini masin terkena teguran, author tidak akan membuat adegan enak-enak.
__ADS_1