
"Aku jadi takut, apa itu Rico yang mencari ku." Ucap Lia.
"Tidak sayang, jangan berpikir aneh-aneh, kita akan tetap aman." Dylan mengusap rambut Lia.
"Aku percaya dengan mu."
"Mana minuman ku, apa kamu tidak jadi membelinya." Tanya Dylan.
"Ahhh iya, gara-gara mobil itu tadi." Jawab Lia.
"Ya sudah kamu tunggu di dalam mobil, aku yang akan membeli nya." Kata Dylan.
Adit berjalan masuk ke dalam ruangan Rizky, lagi dan lagi mereka berdua sedang berciuman dengan mesra nya. "Tok tok tok." Rizky mengetuk pintu untuk menyadarkan mereka berdua.
"Papah." Alana langsung merapikan pakaian nya.
"Kalian yah, sudah tau ada masalah, bisa-bisa nya kalian berdua berciuman secara mesra." Ucap Adit yang sangat kesal.
"Maaf pah." Ucap Alana.
"Kenapa kalian berdua bisa ceroboh, sudah tau di parkiran banyak orang kenapa bisa berciuman di sana." Tanya Adit.
"Pak Rizky yang menerkam ku." Jawab Alana.
"Alana jangan bersembunyi tangan, bukannya kamu yang meminta nya karena kurang puas malam tadi." Ucap Rizky.
"Sudah-sudah perkataan kalian berdua membuat otak ku travelling kemana-mana, sekarang kalian berdua harus mengaku ke karyawan kantor jika kalian berdua sudah menikah."
"Saya juga akan membereskan siapa dalang di semua ini." Ucap Rizky.
__ADS_1
Adit mengumpulkan semua orang di aula kantor, Alvaro hanya bisa menarik nafas panjang, karena ulah ceroboh keponakan nya membuat nya juga harus turun tangan.
Pertama kali Alvaro mengumumkan jika Alana keponakan nya anak dari tangan kanan nya Adit, setelah itu mereka berdua mengumumkan status mereka berdua sebagai suami istri.
"Dan ingat keluarga Efron anti dengan kamera, jangan ada yang merekam atau memfoto kegiatan mereka di kantor ini." Ucap Adit.
Setelah selesai memberikan klarifikasi Rizky menarik tangan Kirana secara kasar ke suatu ruangan kosong.
"Kau." Bentak Rizky.
"Maaf Rizky, aku tidak tau. Aku melakukan ini karena sangat mencintai mu." Ucap Kirana.
"Cinta, cinta berhenti mengatakan kata cinta, aku sangat membenci nya, jika kau mencintai ku kenapa kau tidur dengan pria lain. JALANG..."
"Aku hanya khilaf Rizky, aku tidak sengaja melakukan nya."
"Khilaf bisa berulang kali, apa perlu aku tunjukkan Video menjijikkan mu. Kirana jangan pernah menganggu ku dan istri ku lagi. Jika tidak aku akan menghabisi mu."
"Plak." Rizky menampar wajah Kirana dengan sangat kuat.
"Jaga mulut mu Kirana, dia tidak seperti mu, jauh dari mu, dia wanita terhormat, dia menjaga keistimewaan nya untuk ku. Aku yang pertama kali melakukan nya, dan sudah pasti aku yang mendapat kan kesucian nya. Aku sudah tidak bisa mentoleransi kesalahan mu, segera angkat kaki dari perusahaan ini atau keluarga Efron yang akan turun tangan atas penghinaan mu."
"Rizky akkkuuu...
"KIRANA CEPAT." Teriak Rizky.
Rizky selesai dengan urusan nya bersama Kirana ia berjalan mendekati meja kerja Alana. Dan meminta nya masuk ke dalam ruang kerja nya.
Semenjak pengumuman mereka tadi semua karyawan di Efron grup sangat hormat pada mereka berdua, sebenar Alana tidak terlalu menyukai nya tetapi apa boleh buat, itu juga karena kesalahan nya.
__ADS_1
"Ada apa pak." Tanya Alana.
"Sudah waktunya makan siang, masalah tadi membuat aku tidak konsen berkerja." Jawab Rizky sambil memijat kepala nya.
"Sekarang kita ke ruangan paman, kita di undang untuk makan siang bersama." Ucap Alana.
"Dengan mereka, aku masih canggung." Kata Rizky.
"Ada kak Verrel, kamu bisa bersama nya."
"Bagus lah, aku jadi ada teman bertengkar." Ucap Rizky.
"Ahh dimana Rizky, kenapa dia lama sekali. Tatapan para petinggi Efron grup membuat ku tidak nyaman." Batin Verrel.
"Alvaro apa dia benar-benar anak mu."
"Kenapa, apa kamu berdua tidak mirip." Tanya Alvaro.
"Bukan begitu dia lebih tampan dari mu, dia cocok sebagai aktor atau model."
"Hahaha aku lebih tampan dari diri mu yah." Bisik Verrel.
"Dia cucu ku, tentu saja dia tampan seperti ku." Ujar Alex.
"Permisi." Ucap Alana dan Rizky.
"Itu dia." Kata Verrel.
"Kau di sini juga." Tanya Rizky.
__ADS_1
"Kau lama sekali, aku sangat lama menunggu mu." Ucap Verrel.