
Vano dan An-Nisa sudah sampai di rumah Kenzo, sebelum ia bertemu dengan anak-anak nya Kenzo, ia terlebih dahulu bertemu dengan Rakha cucu tersayang nya. Mereka berdua sudah cukup lama tidak bertemu, mereka sibuk dengan urusan masing-masing terutama istri mereka. Rakha yang melihat kakek nya datang langsung memeluk Vano dengan sangat erat.
"Kakek, aku sangat merindukan mu," ucap Rakha.
"Hey kau sudah mau punya anak, masih saja manja seperti ini," kata Vano.
"Apa ada larangan, kenapa kakek tiba tiba ke sini," tanya Rakha.
"Apa ada larangan aku ke sini tanpa hal?"
"Tidak juga, ayo duduk dulu, kau seperti emosian sekali," kata Rakha.
"Anita ayo ke kamar saja," ucap Vivi.
"Iya, ayo." Vivi membawa Anita ke kamarnya.
"Bagaimana dengan kandungan istri mu kek," tanya Rakha.
"Sangat sehat, aku lelah dengan permintaan nya yang aneh aneh," jawab Vano.
"Ah kita sama, apalagi saat dia tidak mau tidur dengan ku, banyak alasan nya, yang bauk lah, yang ini lah, yang itu lah," kata Rakha.
"True, tapi sejak dia hamil jatah ku tetap lancar jaya, hahaha aku suka masalah ini."
"Tidak dengan ku, di sentuh saja tidak mau, bagaimana mau di berikan jatah," kata Rakha.
"Hahaha sabar, dimana yang lainnya, Alvaro dimana," tanya Vano.
"Dia ada atas, bersama dengan anak-anak nya Kenzo," jawab Rakha.
"Aku ingin ke sana, kata Anita anak nya tampan- tampan," kata Vano.
"Ya bagaimana tidak tampan, daddy nya saja seperti itu," ucap Rakha.
__ADS_1
"Hahaha aku harap anak mu tidak jelek, ayah nya saja jelek," kata Vano.
"Enak saja aku tampan begini di bilang jelek, kakek menistakan ku," ucap Rakha.
"Hahaha aku hanya bercanda, jangan marah-marah," kata Vano.
"Ayah dimana," tanya Rakha.
"Ayah mu sedang sibuk, tunggu bukan nya beberapa waktu lalu dia mengunjungi mu?"
"Oh iya aku lupa, padahal dia sendiri yang mengatakan pada ku kalau ia tidak akan mengunjungi ku beberapa waktu," kata Rakha.
"Ya sudah ayo ke sana, aku sudah tidak sabar melihat anak anak nya Kenzo," kata Vano.
Di dalam kamar Kenzo masih bisa bersantai karena banyak orang yang menjaga anak anak nya. Tidak seperti di rumah sakit ia kurang istirahat karena hanya dia yang menjaga anak nya. Demi kesehatan anak anak nya sebelum masuk ke dalam kamar, orang yang masuk akan melewati beberapa hal untuk mensterilkan mereka, Kenzo ingin yang terbaik untuk mereka.
"Wow canggih sekali," kata Vano.
"Itu Vano," kata Alvaro.
"Wah semakin banyak orang, semakin santai aku," kata Kenzo.
"Sayang tidak boleh begitu, coba kamu lihat persediaan asi," ucap Sonia.
"Habis sayang, tunggal beberapa tadi, kamu isi lagi," kata Kenzo.
"Iya siapkan semuanya, aku tunggu di sana," ucap Sonia.
"Kau tidak nyusu," tanya Alvaro.
"Kakek mengejek ku, mana mungkin bisa, anak ku saja sudah lima," jawab Kenzo sambil menyiapkan semua keperluan Sonia.
"Hahaha dulu aku rebutan dengan daddy mu," kata Alvaro.
__ADS_1
"Alvaro kau ke sini tidak mengajak ku." Vano dan Rakha berjalan mendekati mereka.
"Aku sudah memberitahu mu saat aku di jalan," kata Alvaro.
"Itu terlambat. Ah anak anak nya Kenzo sangat menggemaskan, hey ada bayi cantik di sini."
"Hahaha iya lah dia cantik, wanita satu satu nya," kata Alvaro.
"Hahaha iya iya kau benar, 4 abang nya pasti akan menjaga nya dengan baik," ucap Vano.
"Ini bayi menggemaskan, dia yang paling gemoy nama nya Liam."
"Kakek lihat lah satu satunya, mereka mempunyai wajah yang cukup berbeda dengan menggemaskan," ujar Rakha.
"Niall bibir nya berbentuk love, dia pasti akan menjadi incaran gadis gadis," kata Vano.
"Louis, hidung nya sudah seperti orang bule, sangat mancung, dan ini siapa dia Harry, mata nya sangat indah, wah ini pasti kesayangan mu Alvaro, mata kalian berdua hampir sama," ucap Vano.
"Mereka semua kesayangan ku," saut Alvaro.
"Aku ingin menggendong putri kecil ini, dia sangat menggemaskan," kata Rakha.
Satu minggu telah berlalu, satu persatu orang kembali mengunjungi rumah ini, beberapa hari terakhir ia sudah memperoleh kan orang lain selain keluarga dekat nya untuk berkunjung. Ia sudah yakin kalau anak-anak nya semuanya baik baik saja.
Kenzo tetap sibuk dengan anak anak nya, berbeda dengan Kenzi yang tengah sibuk dengan kehamilan istri nya, Kenzi hanya tinggal menunggu waktu saja untuk istri nya melahirkan, semuanya sudah ia siapkan, dari kamar bayi sampai ke tempat melahirkan Karla yang berada di rumah. Karla akan melahirkan di rumah, sesuai dengan permintaan nya, dokter juga sudah memberikan izin jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan.
"Hmmmm." Karla merasakan perut ku nya mulai terasa sakit.
Sejak tadi setelah memberikan suami nya jatah Karla sudah merasakan rasa yang aneh, Karla masih memberitahu Kenzi karena rasa sakit di perut nya masih hal yang biasa.
"Apa itu nya sampai Kepala anak ku, aku juga merasakan tadi terlalu masuk," kata Karla.
Kenzi sedang tidak ada di dalam kamar nya, ia sedang berkumpul bersama dengan Rian dan yang lainnya. Saat ini Karla hanya bisa memperhatikan rasa sakit di perut nya, jika ia sudah tidak tahan baru lah ia akan memberitahu Kenzi.
__ADS_1