
"Lepas, kenapa kalian mengikat ku." Teriak Akifa.
"Diam atau kau akan mati." Ucap Seorang laki-laki yang berjalan sambil mendekati Akifa.
"Siapa kau, kenapa kau menculik ku, aku tidak mengenal mu."
"Kau tidak mengenal ku, tapi aku mengenal mu. Aku paman mu Akifa." Ucap Indra.
"Paman ku, aku tidak memiliki paman, jangan berbohong."
"Hahaha berbohong kata mu, buat apa aku berbohong. Aku tidak menyangka kau tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik." Kata Indra sambil menyentuh wajah Akifa.
"Jangan sentuh aku, yang berhak menyentuh ku hanya suami ku, kau bukan paman ku." Teriak Akifa.
"Awal nya aku ingin membunuh mu langsung, tapi saat aku melihat mu ntah kenapa aku ingin memiliki mu. Aku mempunyai dua pilihan untuk mu mati atau hidup bersama ku." Ucap Indra.
"Hidup dengan mu adalah neraka terburuk untuk ku, lebih baik aku mati."
"Pilihan yang tepat, kau akan mati setelah aku puas dengan tubuh mu." Ucap Indra.
"Bos, keluarga Efron melacak keberadaan kita." Ucap salah satu pengawal Indra.
"Apa hubungan mu dengan keluarga Efron, bukan nya kau hanya seorang pembantu di sana. Kenapa mereka mencari mu sampai seperti ini."
__ADS_1
"Aku pembantu yang mereka sayangi." Ucap Akifa.
"Bawa dia ke lantai dasar, tengelam kan dia secara perlahan." Indra pergi meninggalkan Akifa. Ia tau betul siapa dan bagaimana keluarga Efron, jika tidak hati-hati nyawa nya akan lenyap begitu saja.
Sementara itu di rumah Verrel tidak bisa tenang sedikit pun, perasaan nya sangat kacau. Ia hanya bisa menunggu kabar dari kakek nya karena rumah nya di jaga sangat ketat. Alvaro kembali masuk ke dalam kamar Verrel, ia takut putra nya melakukan hal perbuatan yang buruk.
"Apa kau tidak bosan mondar-mandir seperti itu." Tanya Alvaro.
"Ayah, apa ada kabar baik, apa istri ku sudah di temukan."
"Kakek mu sudah bekerja keras, pasti segara ada kabar baik, kau tenang lah. Ayah yang sangat tidak suka melihat mu seperti ini." Ucap Alvaro.
"Kenapa sekarang tangan mu, jangan bilang kau kembali memukul kaca." Tanya Verrel sambil memegang tangan Alvaro yang terluka.
"Kenapa kau tidak bisa mengontrol emosi mu, pukul saja aku. Kenapa harus kaca. Kau senang sekali membuat tangan mu terluka." Ucap Verrel.
"Mereka sudah membuat putra mu menangis mana. mungkin aku bisa mengontrol emosi ku, mereka sudah menginjak-nginjak harga diri ku."
"Terimakasih telah menjadi orang yang selalu ada untuk ku yah, aku menyayangimu." Verrel memeluk Alvaro dengan erat.
Akifa sudah berada di kolam renang yang kosong, ia sudah tau jika diri nya akan di tenggelam kan di kolam renang itu.
"Sayang, tolong aku." Batin Akifa sambil menangis.
__ADS_1
Perlahan kolam renang itu di isi air, yang lama-lama akan Mengendelamkan Akifa secara perlahan.
Alex sudah menemukan dimana tempat Akifa di sekap. Ia menarik pasukan nya untuk menyusun penyerangan sekaligus pembebasan Akifa.
Verrel dan Alvaro juga sudah berada di ruangan khusus untuk membantu menyusun rencana. Alex meminta Verrel untuk memimpin penyusunan rencana ini, ia ingin melihat potensi yang di miliki Verrel.
Karena memang Verrel sangat pintar dan sudah terlatih, Verrel menyelesaikan tugas nya hanya dalam beberapa menit dan mereka semua langsung menuju ke lokasi tempat Akifa di sekap.
Air sudah memenuhi separuh kolam renang itu, Tubuh Akifa juga sudah terendam separuh. Akifa hanya bisa berdoa supaya suami nya datang menyelamatkan nya.
Mereka semua kecewa karena telah di kecoh oleh Indra dan pasukan nya. Tapi bukan keluarga Efron jika tidak bisa mengatasi semua nya dengan cepat.
Detik demi detik berlalu, Air semakin meninggi dan Akifa semakin ketakutan. Suami nya masih belum bisa menemukan nya.
Verrel menemukan lokasi yang sebenarnya, ia langsung memimpin pasukan nya menuju ke lokasi itu berada. Sesampainya di lokasi itu Verrel sudah di sambut dengan tembakan yang bertubi-tubi ke arah mobil nya.
Pasukan yang di bawa Verrel langsung mengambil posisi membalas tembakan itu, mereka semua sangat terlatih dan mudah untuk mengatasi masalah ini.
Indra menambah pasukan nya, ia sengaja mengulur waktu sampai Akifa benar-benar tenggelam di kolam renang itu. Tak lama Alvaro dan Alex juga sampai ke tempat itu.
"Verrel ayo kita masuk, mereka hanya mengulur waktu kita." Ucap Alvaro.
"Baik yah." Verrel dan Alvaro masuk ke dalam gedung itu dengan di lindungi oleh pasukan mereka. Agar tidak terkena tembakan dari lawan.
__ADS_1
"Sayang, tolong aku." Teriak Akifa.