
Mereka langsung membawa istri mereka pulang ke apartemen masing-masing. Mereka tidak ingin terlalu lama di rumah itu karena tidak mau merepotkan keluarga Efron. Pasangan Rian dan Monica terlebih dahulu mampir ke minimarket untuk membeli perlengkapan dapur dan yang lainnya.
"Monica kau tidak pernah berbelanja," tanya Rian.
"Tidak pernah, aku tidak pernah berbelanja," jawab Monica.
"Ayo aku tunjukkan apa saja yang harus kau beli jika berbelanja, kau seorang istri dan sudah menjadi kewajiban mu untuk berbelanja," kata Rian.
"Hmmmm," gumam Monica.
Kurang lebih 25 menit mereka berdua berbelanja dan langsung pulang ke apartemen setelah selesai membeli semuanya.
Zayn dan istri nya memutuskan untuk membicarakan hal-hal yang cukup penting terlebih dahulu. Sebelum nya mereka berdua tidak saling mengenal, mereka perlu tau apa yang suka dan tidak di sukai pasangan Masing-masing. Zayn juga berencana membuat peraturan agar jika terjadi permasalahan tidak ada pihak yang di rugikan.
"Kita mulai dari mana," tanya Zayn.
"Aku tidak ingin kita satu kamar," jawab Nadya.
"Apa perlu seperti itu," tanya Zayn sambil menaikan satu alis nya.
"Aku hanya belum terbiasa dengan semua ini, semua ini terlalu cepat untuk ku."
"Oke aku bisa mengerti, tapi kau tidak bisa melalaikan tugas mu, seperti menyiapkan pakaian kerja ku. Kalau untuk cuci dan setrika baju bisa laundry," ucap Zayn.
"Iya aku akan melakukan nya, aku akan menyiapkan semua keperluan mu, tapi untuk memasak aku tidak bisa. Aku akan ambil kelas memasak," kata Nadya.
"Iya aku setuju, tapi untuk pisah ranjang jangan terlalu lama. Aku ingin menikah sekali dalam seumur hidup ku, jika kita terus berpisah aku tidak tau kapan rasa nyaman akan muncul," ucap Zayn.
"Iya iya, aku pasti akan memberikan hak mu," kata Nadya.
Zayn sedikit menahan tawa nya, padahal ia sana sekali tidak membahas ke arah sana. Tapi jika Nadya sadar akan hal itu, ia sangat senang bisa mendapatkan apa yang seorang pria inginkan.
"Oh iya aku ingin membuat peraturan sederhana. Pertama jika ingin pergi izin pada ku, tidak boleh membawa teman pria ke apartemen ini tanpa sepengetahuan ku, kau tidak boleh meminta uang lagi pada ayah mu, kau tidak boleh keluar malam dan apa yang terjadi pada rumah tangga kita, cukup kita saja yang tau."
"Iya tuan Zayn, gaji suami milik istri dan uang suami milik istri. Jadi mana dompet mu," ucap Nadya..
Zayn mengambil dompet nya dan memberikan nya pada Nadya. Ia sudah melarang Nadya untuk tidak meminta uang dari ayah nya, jadi ia harus bisa memberikan apa yang ayah Nadya berikan.
"Ini kartu tabungan ku yang sekarang jadi milik mu juga. Jangan gunakan kartu ini jika dalam keadaan yang mendesak. Kalau kartu ini akan aku gunakan untuk menerima gaji dari tempat aku bekerja, dan kartu terakhir untuk kau membeli kebutuhan mu dan belanja bulanan."
"Aku ambil ini saja, jika aku membawa dompet mu, kau akan kesusahan. Oh iya ini aku juga ada uang tabungan, apa kita jadikan satu saja," tanya Nadya.
"Tidak usah itu uang mu. Simpan saja mana tau ada kebutuhan mendesak," jawab Zayn.
Rian dan istri nya juga baru sampai di apartemen, Monica langsung masuk ke dalam kamar sedangkan Rian membereskan semua barang-barang yang ia beli tadi. Rian hanya bisa membuang nafas nya secara perlahan, ia merasa harus bekerja ekstra keras untuk membimbing istri nya agar bisa menjadi istri yang ia harapkan.
Semua barang sudah berada di tempat nya, Rian berjalan masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan diri nya yang terasa lengket.
"Monica, kenapa semua nya berantakan, letakan pakaian mu ke dalam lemari," ucap Rian.
__ADS_1
"Ahhhkk aku lelah Rian, aku ingin istirahat," kata Monica.
"Monica jika saat aku keluar dari kamar mandi, semua pakaian ini belum berada di tempat nya, jangan salahkan aku jika pakaian mu aku buang," ucap Monica.
"Rian kau sangat menyebalkan," teriak Monica.
"Aku tidak peduli," ucap Rian sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Lagi dan lagi Rian harus menahan amarah nya, kamar mandi juga terlihat sangat berantakan. Sebelum ia mandi Rian membereskan semua nya terlebih dahulu, ia memang sangat tidak bisa melihat sesuatu yang berantakan.
...***...
"Sayang kamu tidak mandi," tanya Kenzi.
"Tidak nanti saja, aku lapar aku ingin makan," jawab Karla.
"Kamu mau tidak permen yang tidak abis-abis," tanya Kenzi.
"Sayang aku lapar, aku tidak mau permen, aku mau makan," jawab Karla.
"Hehehe kamu lagi susah aku ajak bercanda. Oke tunggu sebentar aku pesan makanan dulu," kata Kenzi.
"Kenzi, aku masuk," teriak Kenzo.
"Masuk lah, kami sedang tidak berbuat apa-apa," jawab Kenzi.
Kenzo berjalan masuk ke dalam kamar Kenzi, ketika ia sudah mendapatkan izin.
"Ayo makan aku sudah memesan makanan," jawab Kenzo.
"Ayo, istri ku sudah sangat lapar."
Mereka bertiga langsung turun dari lantai tiga ke lantai dua untuk makan malam.
"Malam Sonia," ucap Karla sambil berjalan mendekati Sonia.
"Malam kembali," saut Sonia.
Para istri sedang menyiapkan makan malam, sedangkan para suami sedang membicarakan niat mereka berdua. Kenzi memulai menculik ke arah sana, ia tau Kenzo tidak akan memulai nya jika tidak di pancing.
"Untuk apa ruang gym kau privasi," tanya Kenzo.
"Aku ingin melakukan nya di situ, kau jangan masuk ke sana," jawab Kenzi.
"Oh iya lah, lakukan semau mu," kata Kenzo.
"Kau mah di kebun kan, aku tidak akan masuk ke sana."
"Kau tau dari mana," tanya Kenzo.
__ADS_1
"Otak mu dan otak ku terhubung, bagaimana mungkin aku tidak tau apa yang sedang kau pikirkan," jawab Kenzi.
"Hehehe, kau tau saja. Oke mulai sekarang kita kerja sama, kau adik yang pengertian," ucap Kenzo.
"Apa yang sedang kalian bicarakan," tanya Karla.
"Tidak ada sayang, mana makanan ku, aku memerlukan banyak energi untuk olahraga nanti." jawab Kenzi.
"Ini sayang silakan dimakan." Para istri memberikan makanan pada suami mereka.
"Kita perlu berapa pelayan," tanya Kenzi.
"Aku rasa 3 saja sudah cukup, dua satpam dan satu tukang kebun," jawab Kenzo.
"Iya kau benar, kamar pelayan di rumah ini juga terpisah dari rumah utama, aku sangat suka konsepnya," kata Kenzi.
"Karla bagaimana malam ini kita berenang," ucap Sonia.
"Ayo, aku sudah lama tidak berenang."
"Jangan," ucap Kenzi dan Kenzo.
Sonia mengerutkan dahi nya saat melihat suami nya dan Kenzi sangat kompak, ia yakin ada yang sedang mereka rencanakan.
"Kenapa," tanya Karla.
"Anu gini, ibu hamil tidak boleh berenang malam-malam, nanti masuk angin," jawab Kenzi.
"Iya sayang, kamu jangan membahayakan anak kita, kalau mau berenang besok saja ya, jangan sekarang," ucap Kenzo.
"Seperti nya mereka berdua benar Sonia, ya sudah besok saja lah."
"Aku seperti merasa ada yang aneh," ucap Sonia.
Kenzo mendekati Sonia dan mengusap rambut istrinya, "Tidak ada sayang, tidak ada yang aneh."
Setelah selesai makan dan sedikit bersantai, mereka berdua membawa istri mereka ke tempat yang sudah mereka pikirkan tadi. Kenzi ke ruang Gym sedangkan Kenzo ke greenhouse perkebunan.
"Wah banyak sayuran dan bunganya, tempat nya sangat bersih, ada kursi dan meja lagi," ucap Sonia
"Iya sayang, kamu suka," tanya Kenzo sambil memeluk Sonia dari belakang.
"Iya sayang aku sangat suka," jawab Sonia.
"Tidak ada hadiah untuk ku, kata nya kamu suka."
Sonia membalik tubuh nya untuk memeluk Kenzo, tak lupa ia memberikan beberapa ciuman manis di bibir suaminya. Kenzo benar-benar suami yang sangat sempurna bagi nya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu," ucap Sonia.