Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 236 S4


__ADS_3

Acara sudah berlangsung. Vivi dan Rakha duduk berdampingan karena mereka berdua akan segera menikah. Di tempat lain Alice sudah mendapatkan beberapa panggilan untuk perceraian nya, Alice berusaha menolak agar ia tidak berpisah dengan Rakha.


Saat ini Alice sedang berusaha untuk mencari tiket pulang ke Indonesia, ia baru tau jika Rakha akan menikah kembali dengan wanita lain. Ia tidak terima jika Rakha menduakan nya.


"Terlambat," ucap Stefan.


"Apa maksud mu," tanya Alice.


"Mereka sudah menikah, kalau pun kau ke sana tidak ada gunanya," jawab Stefan.


"Tidak ini tidak mungkin. Rakha tidak mungkin meniggalkan ku," teriak Alice.


Rakha dan Vivi sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Rakha mencium dahi istri nya sedangkan Vivi mencium tangan suami nya sebagai bentuk penghormatan. Mereka berdua terlihat sangat bahagia atas pernikahan ini, bukan hanya mereka berdua keluarga yang lainnya pun juga sangat bahagia karena Rakha menemukan pasangan yang lebih baik dari sebelumnya.


"Aku mencintaimu," Rakha mendekati bibir Vivi untuk mencium istrinya tetapi Vano menarik nya sehingga Rakha tidak jadi mencium istrinya.


"Ahkkk kakek," rengek Rakha.


"Main nyosor saja, kau tidak bisa menunggu sampai nanti malam," ucap Vano.

__ADS_1


"Hehehe maaf kakek aku benar-benar sudah tidak tahan," kata Rakha.


"Tidak tahan ada tempat nya. Kau bahagia sekarang," tanya Vano.


"Sangat bahagia kek aku menikah dengan wanita yang aku cintai dan tentu saja atas persetujuan kalian semua, restu kalian benar-benar membuat semua nya lebih indah."


"Sudah aku katakan, sekarang kau sudah bahagia. Aku juga sudah bahagia, jangan rusak kebahagiaan mu lagi," kata Vano.


"Terima kasih untuk semuanya kek." Rakha memeluk Vano dengan erat. Ia sangat bersyukur memiliki kakak seperti Vano yang luar biasa Baik nya.


Acara terus berlangsung, satu persatu tamu mengucapkan selamat atas pernikahan mereka berdua. Bahkan mereka harus tahan berdiri berjam-jam lama nya untuk meladeni tamu yang naik ke atas pelaminan.


"Sayang aku sangat senang bisa menikah dengan wanita yang sangat aku cintai." Rakha memeluk Vivi dan mencium leher Vivi.


"Mas kamu pelanggaran," kata Vivi.


"Hehehe kamu tidak sedang datang bulan kan," tanya Rakha.


"Baru selesai tadi pagi mas," jawab Vivi.

__ADS_1


"Wow tadi pagi ya, aku sangat beruntung sekali, ya sudah nanti malam siap kan," kata Rakha.


"Tidak mas," ucap Vivi.


"Kenapa sayang, kamu tidak mau?"


"Aku takut, kanu enak kamu sudah pernah. Lah aku baru pertama kali. Ciuman saja pertama kali dengan mu," kata Vivi.


"Hehehe istri ku sangat polos, tapi kau sangat senang dengan kepolosan itu ku," ucap Rakha.


Rakha sadar yang di katakan Vivi pertanda jika Vivi adalah wanita yang sangat baik. Wanita yang sedikitpun tidak terkena pergaulan bebas. Lagi dan lagi ia sangat beruntung memiliki istri seperti Vivi. Bahkan Rakha menyesal pernah menikah dengan wanita seperti Alice, ia tidak tau apa yang bisa membuat nya jatuh cinta pada Alice.


Setelah acara selesai mereka berdua masuk ke dalam kamar untuk beristirahat atau untuk bergadang, ntalah semua Rakha yang menentukan. Rakha berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Ia bercermin untuk memastikan diri nya untuk benar-benar siap.


"Aku tidak usah bercukur Vivi pasti akan suka dan kegelian," batin Rakha.


Rakha mencuci buyung nya agar steril. Ia tidak mau noda Alice masih ada di sini.


"Kau akan mendapatkan rumah baru," ucap Rakha.

__ADS_1


__ADS_2