Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 55 S4


__ADS_3

"Hey kalian berdua saudara jangan peluk-peluk," ucap Rizky.


"Aku boleh paman," tanya Rakha.


"Tidak juga kalian tidak boleh menjalin hubungan apapun," jawab Candra.


"Jangan terlalu pelit dengan anak mu Candra, nanti dia tidak laku," ucap Aldy.


"Kau mau anak mu menikah dengan Rakha," tanya Candra.


"Tidak papa, asalkan putri ku mau," jawab Aldy.


"Dia sangat tampan," ucap Nadya.


"Kau benar, sikap nya sangat dingin tidak seperti dua pria ini," ucap Laura.


"Aku ingin berkenalan dengan nya." Nadya berjalan mendekati Vero, begitu juga Laura yang tidak kau kalah dengan Nadya.


"Paman dia siapa, kenapa aku baru melihat nya," tanya Laura.


"Dia Vero adik kandung paman, jika kalian ingin berkenalan silahkan paman ingin bergabung dengan yang lainnya dulu," jawab Verrel.


"Baik paman, pria tampan ini milik kami." Nadya dan Laura menarik tangan Vero dan membawa Vero duduk di sofa.


Dengan wajah kalem nya Vero hanya bisa diam mengikuti kemana dua wanita cantik itu membawa nya.


"Siapa nama mu," tanya Laura.


"Vero," jawab nya sangat singkat.


"Laura dia tipe ku, sangat coll," ucap Nadya.


"Aku juga Nadya."


Rakha dan Axel hanya bisa menaikan alis mereka saat Vero menjadi rebutan oleh dua wanita cantik itu.


"Apa aku kurang tampan," ucap Rakha.


"Kau memang kurang tampan, benih ayah mu kurang unggul," kata Axel.


"Enak saja, aku berasal dari benih unggul," ucap Rakha.


___


Sementara itu Sakura dan Karla sedang berbelanja di salah satu mall di kota ini.


"Karla aku tidak tau isi hati mu, tapi aku yakin hati mu saat ini sedang tidak baik-baik saja, Karla lebih baik aku pergi dari kehidupan rumah tangga mu," ucap Sakura.

__ADS_1


"Pergi kata mu, aku sudah bersusah payah menenangkan hati ku yang sedang rapuh ini dan kau mau pergi begitu saja. Jika kau bertanya hati ku saat ini hati ku benar-benar hancur Sakura, berbagi orang yang sangat cintai itu sangat menyakitkan Sakura. Tapi ini keputusan ku, aku yang memutuskan ini karena aku ingin yang terbaik untuk suami ku, aku sadar mas Kenzi juga suka pada mu sejak dulu. Lebih baik aku meminta dia menikah dari pada aku melihat nya selingkuh dari ku, rasa nya pasti berkali-kali lipat dari ini."


"Aku sudah menerima mu Sakura, dan ternyata kau benar-benar wanita yang baik. Maafkan aku, karena keegoisan ku kau terjebak dalam masalah ini," ucap Karla.


"Untuk apa kau meminta maaf pada ku, mungkin ini sudah jalan takdir ku," kata Sakura.


"Akhhhhh," ucap Karla.


"Kau kenapa Karla," tanya Sakura.


"Sakit sekali," jawab Karla.


"Kita ke rumah sakit sekarang, kau harus menjalani pengobatan sesegera mungkin," ucap Sakura.


Sebelum sampai di rumah sakit, Sakura menghubungi Kenzi terlebih dahulu untuk menyusul mereka di rumah sakit.


Sakura sedang menunggu Karla di luar ruangan karena Karla sedang di periksa oleh dokter. Tak lama Kenzi datang dengan wajah yang sangat panik.


"Sakura dimana Karla," tanya Kenzi.


"Di dalam mas," jawab Sakura.


"Kalian dari mana, jangan main terlalu jauh, Karla tidak bisa kelelahan."


"Maafkan aku mas, ini salah ku," ucap Sakura.


"Kalian berdua istri ku, walaupun sulit bersikap adil tapi aku berusaha mencobanya, saling menyalahkan adalah salah satu hal yang harus di hindari, karena itu akan membuat hubungan kita menjadi tidak baik," ucap Kenzi.


"Iya mas, terima kasih."


Tak lama dokter memanggil Kenzi dan Sakura untuk masuk ke dalam ruangan itu.


"Sayang kamu benar-benar membuat ku khawatir." Kenzi mencium tangan Karla.


"Maaf mas ini salah ku, aku terlalu senang sampai lupa waktu."


"Kenapa kalian saling menyalahkan, sudah kalian berdua tidak ada yang salah oke."


"Dokter aku memilih terapi radiasi," ucap Kenzi.


"Baik lah, untuk sementara waktu Karla berada di rumah sakit ini untuk menjalani terapi radiasi untuk yang pertama kali nya," kata Dokter.


"Mas bawa Sakura pulang, aku bisa di sini sendiri, nikmati waktu berdua kalian," ucap Karla.


"Tidak Karla aku tetap di sini, aku yang akan menjaga mu," kata Sakura.


"Iya sayang, Sakura akan menjaga mu. Mungkin aku tidak bisa selalu ada di sini, perusahaan milik mu masih baru berkembang jika aku tinggal kan sepanjang waktu, kita bisa kembali ke titik awal setelah aku bersusah payah menaikan nya."

__ADS_1


"Tapi kamu jangan khawatir aku akan selalu ada di samping mu saat kamu sedang menjalani terapi radiasi," ucap Kenzi.


"Mas kamu harus pulang lebih dulu, pakaian ku dengan Sakura juga masih ada di rumah, kami tadi belum membeli apa-apa," kata Karla.


"Oh iya aku tidak berpikir sampai ke situ, ya sudah Sakura tetap di sini aku akan mengambil pakaian kalian," ucap Kenzi.


Karena efek obat yang di berikan dokter tak lama Karla tertidur, momen itu Kenzi manfaatkan untuk pulang ke rumah mengambil pakaian Sakura dan Karla.


"Ayo," ucap Kenzi.


"Kemana mas," tanya Sakura.


"Mengambil pakaian kalian," jawab Kenzi.


"Aku di sini saja mas," ucap Sakura.


"Aku tidak tau pakaian kalian yang mana saja, ayo tidak papa, Karla sedang tidur," kata Kenzi.


Sesampainya di rumah Sakura langsung mengambil pakaian dan keperluan untuk Karla dan diri nya. Ia benar-benar menyiapkan semua nya dengan baik.


"Sakura Terima kasih telah menuruti permintaan Karla, kau juga merawat Karla dengan sangat baik," ucap Kenzi.


"Iya mas tidak papa, sudah menjadi tugas ku," kata Sakura.


Kenzi mendekati Sakura dan memeluk nya dari belakang, perasaan yang dulu sudah ia timbun perlahan naik kembali kepermukaan hati nya.


"Apa kamu masih ada perasaan pada ku," tanya Kenzi.


"Tidak ada mas," jawab Sakura.


"Mulai sekarang kembali harus ada karena aku sudah menjadi suami mu, daddy meminta ku untuk mendaftarkan pernikahan kita ke KUA."


"Mas aku rasa tidak perlu," ucap Sakura.


"Kenapa," tanya Kenzi.


"Jika sewaktu-waktu kamu ingin meninggal ku, tidak akan ribet urusannya."


"Maksud mu," tanya Kenzi.


"Aku yakin Karla akan sembuh, dan setelah Karla sembuh aku akan pergi dari rumah tangga kalian," ucap Sakura.


"Kenapa begitu," tanya Kenzi.


"Aku tidak ingin menyakiti perasaan Karla mas. Kamu milik Karla aku tidak berhak akan diri mu," jawab Sakura.


Sakura melepaskan pelukan dari Kenzi untuk mengambil pakaian lainnya. Tetapi Kenzi menahan Sakura dan membalik tubuh Sakura. Dengan perlahan Kenzi mencium bibir Sakura, Sakura bingung harus bagaimana, ia tidak mungkin menolak ciuman dari suami nya karena hal itu adalah dosa besar.

__ADS_1


__ADS_2