
Pagi hari nya perlahan Sonia membuka mata nya, wajah tampan Kenzo terpampang secara di depan nya. Wajah Kenzo benar-benar terlihat sangat sempurna yang membuat Sonia betah memandang wajah taman itu.
"Menikah dengan mu adalah anugerah untuk ku, aku yakin kamu pasti bisa menjadi manusia yang normal pada umumnya. Tapi apakah setelah kamu sembuh kamu akan meninggalkan kan ku dan mencari wanita yang jauh lebih cantik dari ku," batin Sonia.
Sonia keluar dari kamar untuk membuat sarapan pagi, lagi dan lagi setiap ia keluar kamar pasti ada saja orang yang Memperhatikan nya dan Sonia hampir terbiasa akan hal itu.
"Mah nanti aku ingin keluar apa boleh," tanya Sonia.
"Mau kemana sayang, mamah si boleh saja tapi kamu harus izin dengan suami kamu," jawab Akifa.
"Sonia bagaimana rudal milik Kenzo," tanya Kenzi.
"Pluk," satu telur asin mendarat di kepala Kenzi.
"Sopan bertanya seperti itu pada kakak ipar mu," ucap Verrel.
"Hehehe maaf dad, oh iya dad Kenzo kan sudah menikah, aku ingin melamar Novi," kata Kenzi.
"Kau sudah yakin dengan nya," tanya Verrel.
"Sudah dad, aku ingin memiliki ikatan dengan nya, boleh ya," bujuk Kenzi.
"Hanya lamaran saja, kau belum boleh menikah dengan nya, tugas mu masih banyak," kata Verrel.
"Iya dad, hanya lamaran," ucap Kenzi.
"Tadi malam apa Kenzo ada kumat," tanya Verrel.
"Ada pah, malahan sangat parah dari sebelumnya, aku hanya memberikan saran jika masalah mental dan gangguan otak sebaiknya dokter yang menangani nya," jawab Sonia.
"Iya Sonia papah tau, tapi Kenzo tidak akan mau di bawa ke dokter, dia belum menemukan tujuan hidup nya," kata Verrel.
"Tenang saja pah, aku yakin tak lama lagi suami ku pasti akan menemukan tujuan hidup nya," ucap Sonia.
"Sonia Kenzo bukan hanya bisa marah jika kumat sikap nya juga bisa berubah menjadi anak Kecil," kata Akifa yang membuat Sonia sedikit merasa tertantang merawat anak kecil bertubuh dewasa.
Setelah selesai membuat sarapan, Sonia kembali masuk ke dalam kamar membawa sarapan untuk Kenzo. Sonia melihat Kenzo sudah duduk di atas ranjang sambil memainkan sesuatu.
"Tuan," ucap Sonia.
Kenzo melihat ke arah Sonia sambil menaikan satu alis nya, "Siapa," tanya nya yang membuat Sonia cukup terkejut.
"Apa dia sudah berubah mode," batin Sonia.
"Aku tante kamu, yang akan merawat kamu," jawab Sonia.
"Ohhh makan," ucap Kenzo.
__ADS_1
Sonia memberikan makanan itu pada Kenzo, selagi Kenzo makan Sonia memilih mempraktekkan sesuatu pada Kenzo. Yaitu memberikan pijatan refleksi yang sudah ia pelajari dari bapak teman nya.
Walaupun belum benar-benar menguasai pijatan itu, Sonia tetap berusaha semaksimal mungkin, agar kaki suami nya bisa berfungsi kembali.
"Apa terasa," tanya Sonia.
Kenzo menggelengkan kepala nya sambil memakan makanan yang ia bawa tadi.
"Aku harus lebih banyak berlatih lagi," batin Sonia.
"Tante naik lagi," ucap Kenzo.
"Maksud mu," tanya Sonia.
Kenzo mengambil tangan Sonia dan meletakan di ke dua paha nya.
"Bagian sini terasa," tanya Sonia.
"Iya geli," jawab Kenzo.
Tak lama tiba-tiba sesuatu mulai naik dari balik Kimono yang Kenzo kenakan.
"Tante lebih naik lagi," ucap Kenzo.
"Kenapa," tanya Sonia sambil menggerakkan tangan nya lebih naik ke atas lagi.
"Enak tante, dan lihat dia bangun," ucap Kenzo.
"Kenzo itu apa yang menonjol," tanya Sonia sambil menghentikan pijatan nya.
"Itu anaconda tante, mau lihat," ucap Kenzo sambil menyingkirkan kimono yang menutupi tubuh bagian bawa nya.
"Ahhhkkk," teriak Sonia dan langsung kembali menutupi anaconda milik Kenzo.
"Besar dan berurat, apa bisa masuk ke dalam,"
batin Sonia.
Siang hari nya, setelah memandikan Kenzo. Sonia sudah bersiap-siap untuk pergi ke tempat sahabat nya. Saat ini mata Sonia sudah tercemar karena sudah melihat milik suami nya sendiri. Dari berdiri dengan gagah sampai tidur karena kedinginan.
"Cup," Sonia mengecup dahi Kenzo yang tengah tertidur sebelum pergi meninggalkan Kenzo. Karena ia harus kembali berlatih di tempat teman nya.
"Kenapa tidak di bawa ke sini saja ndok," tanya Winarto.
"Maaf pak, tuan saya sangat sulit untuk di bawa keluar rumah, semoga saja dengan saya terus berlatih dengan bapak, saya bisa menyembuhkan kaki tuan saya," jawab Sonia.
"Siapa si tuan mu Sonia, seperti nya sangat spesial untuk mu," tanya Tria.
__ADS_1
"Hahaha kau penasaran Tria, maaf aku tidak bisa memberitahu mu," jawab Sonia.
Sementara itu sesuai dengan permintaan Kenzi tadi saat ini Verrel dan Akifa sedang dalam perjalanan ke rumah keluarga Novi. Kenzi terlebih dahulu sudah di rumah mertua nya, ia hanya tinggal menunggu daddy dan mommy nya.
Kenzi dengan keluarga Novi benar-benar sudah sangat dekat, bahkan tak jarang Kenzi tidur di rumah mereka. Tentu saja mereka sangat welcome dengan Kenzi, yang saat ini menjadi pewaris tunggal Efron grup.
"Selamat datang tuan Verrel," ucap Edy ayah dari Novi.
Lamaran berjalan sangat cepat karena kesibukan Verrel yang membuat nya tidak bisa berlama-lama. Kenzi dan Novi tersenyum bahagia karena mereka berdua sudah terikat setelah 5 tahun lama nya.
"Aku mencintaimu," Ucap Kenzi.
"Aku juga sayang." Novi menarik tengkuk leher Kenzi lalu mencium bibir Kenzi.
"Sayang kita berada di ruang keluarga," ucap Kenzi.
"Ada masalah sayang," tanya Novi.
"Nanti kalau keluarga mu lihat bagaimana," tanya Kenzi.
"Mereka pernah muda sayang, sudah sekarang kita jalan-jalan yuk, kamu libur kan?"
"Maaf aku tidak bisa sayang, kamu pergi sendiri saja ya, aku harus ke kantor, ini kartu aku kamu pakai sepuasnya," kata Kenzi.
"Kamu terlalu sibuk sampai tidak ada waktu untuk ku," ucap Novi.
"Maaf sayang, sudah tuntutan ku, aku janji nanti malam kita akan menghabiskan malam bersama." Tangan Kenzi mulai masuk ke dalam baju Novi dan meremas sesuatu di dalam sana.
"Kamu nakal sayang, aku tunggu kedatangan mu malam ini," ucap Novi.
Sonia telah selesai berlatih, ia merasa ilmu nya tentang pijat refleksi sangat bertambah banyak. Saat masuk ke dalam kamar nya Kenzo sudah menunggu nya dengan tatapan tajam.
Sonia menarik nafas nya dengan perlahan, satu hari ini Sonia sudah di hadapkan dengan sikap Kenzo yang berubah-ubah.
"Dari mana," tanya Kenzo.
"Aku.. aku dari.."
"Jawab yang benar," bentak Kenzo.
"Maaf tuan," ucap Sonia sambil menundukkan kepala nya.
"Kau bermain pria di belakang ku," tanya Kenzo.
"Tidak tuan, saya tidak bermain pria di belakang anda," jawab Sonia.
Visual.
__ADS_1