
"Sial, gerak-gerik ku sangat terbatas. Cepat atau lambat pasti mereka semua menemukan ku." ucap Sonia.
Beberapa hari telah berlalu Vano sudah mengalami pemulihan yang terbilang cukup pesat. Hari ini ia sudah di perbolehkan pulang ke rumah, setiap minggunya ia masih harus cak up ke rumah sakit.
Ia juga semakin bucin terhadap Anggi bagi nya Anggi adalah segala nya dan ia tidak bisa di tinggal Anggi walaupun hanya sebentar saja. Oleh sebab itu Anggi tidak pernah jauh dari Vano sedikit pun, selama ini ia yang merawat Vano dan seperti nya akan tetap seperti itu sampai Vano benar-benar sembuh.
Mereka bertiga pulang ke rumah dengan Alvaro sebagai supir dan Vano dan Anggi bermesraan di kursi belakang. Sesampainya di rumah Vano di bantu oleh Anggi langsung masuk kedalam kamar nya untuk beristirahat.
"Temani aku, jangan pergi." Vano menahan tangan Anggi.
"Sayang, aku harus mandi, sebentar saja. Mamah mu juga sudah menyiapkan pakaian ku." kata Anggi.
"Tidak, mandi di kamar ku saja."
"Di sini, tidak-tidak. Otak mesum mu langsung bisa bekerja nanti." Anggi pergi meninggalkan Vano di kamar nya.
Sedangkan Angel merasa dalam beberapa hari ini tubuh nya merasa sangat lemas. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar, ia juga mengambil cuti kuliah dalam beberapa hari ke depan karena memang tubuh nya terasa sangat lemas.
"Sayang." panggil Alvaro.
"Hmmm ada apa." tanya Angel.
"Aku ingin." jawab Alvaro dengan naik ke atas ranjang.
"Untuk saat ini tidak dulu ya, aku sedang tidak enak badan." tolak Angel.
Alvaro langsung memeriksa tubuh Angel. Ia terkejut saat merasakan tubuh Angel lebih hangat dari biasa nya.
"Kamu sakit, kenapa tidak bilang. Sejak kapan kamu merasa tidak enak badan." tanya Alvaro.
"Udah dalam beberapa hari ini, aku tidak bilang takut membuat ku khawatir. Kamu lagi sibuk mengurus Vano." jawab Angel.
"Maaf aku terlalu sibuk sampai tidak memperhatikan mu, kita ke rumah sakit sekarang." ucap Angel.
__ADS_1
"Tidak sayang, aku hanya perlu istirahat, berbaring lah. Aku ingin memeluk mu." kata Angel.
"Yakin tidak mah ke rumah sakit." tanya Alvaro.
"Tidak sayang." Angel memeluk Alvaro dengan erat. Tangan nya ia masukan kedalam baju Alvaro dan mengusap dada bidang suami nya.
"Jika tangan mu terus bergerak seperti itu, aku tidak yakin tidak memakan mu." kata Alvaro.
"Sssttt diam lah, aku mau tidur."
"Oh iya nanti sore aku ingin makan di luar, kamu harus menemani ku." kata Angel.
"Iya iya, tidur lah. Aku akan menjaga mu." ucap Alvaro.
Anggi yang telah selesai mandi kembali masuk kedalam kamar Vano, Vano yang menyadari kedatangan Anggi langsung membalik badan nya membelakangi Anggi.
"Sayang, aku membawa buah." ucap Anggi.
Anggi menarik nafas nya secara perlahan, ia sadar jika bayi kolot nya sedang merajuk. Dengan perlahan Anggi naik ke atas kasur untuk membereskan bayi kolot nya. Anggi menarik tubuh Vano dengan cukup kasar agar menghadap ke diri nya.
"Awwww sakit sayang, kenapa kamu bar-bar sekali." protes Vano.
"Bukan aku yang bar-bar tapi kamu yang terlalu lemah. Kenapa kamu merajuk." tanya Anggi.
"Tidak, buat apa aku merajuk." Vano membuang wajahnya ke sembarang arah.
"Ayo buka mulut manis nya." Anggi menyuapi Vano potongan buah.
"Tidak aku tidak mau." tolak Vano.
Anggi meletakkan kembali buah-buahan itu dan mendekati Vano. "Ini juga tidak mau." Anggi menunjuk bibir nya.
"Tidak mau." tolak Vano.
__ADS_1
"Yakin." Anggi mengecup bibir Vano.
"Sangat yakin." ucap Vano.
Anggi mulai mendekati bibir Vano, Vano benar-benar menutup bibir nya dengan rapat. Anggi tidak putus asa ia yakin sebentar lagi Vano akan membalas ciuman nya.
Imam Vano yang hanya seujung kuku luntur, ia menarik tengkuk Anggi dan membalas ciuman itu dengan sangat agresif nya.
Setelah puas baru lah mereka berdua melepas kan ciuman panas itu.
"Masih merajuk." tanya Anggi.
Vano menggeleng kan kepala nya. Dan tersenyum pada Anggi.
"Dasar bayi kolot ku." Anggi mencubit kedua pipi Vano.
"Mau buah." kata Vano.
Anggi mengambil potongan buah itu lagi dan memberikan nya ke Vano.
"Makan sendiri." kata Anggi.
"Tidak mau." tolak Vano.
🍀🍀
Sore hari telah tiba, sesuai keinginan Angel. Mereka berdua pergi keluar rumah untuk mencari makanan. Walaupun Angel merasakan tubuh nya benar-benar lemas, ia tetap bersemangat karena ini keinginan nya sediri.
"Liat lah sayang, ibu hamil itu sangat bahagia." kata Angel.
"Kenapa kamu ingin hamil juga." tanya Alvaro.
"Hehehe sebenar nya iya, tapi kita kan lagi menunda nya." jawab Angel.
__ADS_1