Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 244 S3


__ADS_3

"Ah rasa nya benar-benar sangat enak." Ucap Dylan.


"Siapa dulu yang memasak nya." Ujar Candra dengan sangat percaya diri.


"Dimana istri ku." Tanya Verrel yang tidak sadar jika Akifa tidak ada di sana.


"Tidak tau, tadi ada sekarang tidak." Jawab Rizky.


Verrel menyiapkan makanan untuk Akifa dan membawa pergi meninggalkan Dylan dan yang lainnya.


Sementara itu Akifa sedang duduk di pinggir kasur pikiran nya yang semula tenang kembali kacau saat melihat artikel tentang perceraian karena tidak mempunyai anak.


"Kapan aku akan memiliki anak." Batin Akira sambil mengusap perut nya.


"Apa dia benar-benar akan setia dengan ku, jika aku tidak bisa memberikan nya anak. Aku sangat mencintai nya, semakin lama semakin besar rasa cinta ku pada nya." Batin Akifa.


"Sayang, kenapa kamu di sini." Tanya Verrel.


Verrel meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja, kemudian ia mendekati Akifa dan berlutut di depan nya.


"Kita bercerai saja." Ucap Akifa.


"Apa yang kamu maksud, bukan nya kita sudah sepakat untuk tidak membahas hal itu lagi."

__ADS_1


"Aku tidak kuat seperti ini, kamu harus memiliki keturunan Verrel." Ucap Akifa.


"Kenapa kamu berubah pikiran lagi, aku tidak mau kita berpisah." Ketika membahas perpisahan Verrel pasti tidak bisa menahan air nya.


Akifa menutup wajah nya sambil menangis rasa nya benar-benar sangat sakit. Apalagi Verrel berulang kali menangis karena diri nya.


"Aku tidak mau, aku tidak akan pisah dengan mu." Verrel berlari keluar dari kamar nya.


"Kenapa ini terjadi pada ku, sangat sakit untuk ku." Verrel jatuh terduduk di lantai. Air mata nya mengalir deras membasahi pipi nya.


"Tidak Verrel, jika kau pergi dari nya. Dia akan benar-benar meninggalkan mu." Ucap Verrel yang kembali berlari masuk ke dalam kamar nya.


"Jangan tinggal kan aku, hiks hiks hiks. Kamu boleh menikah lagi dengan siapapun tapi jangan tinggal kan aku." Verrel berlutut mencium kaki Akifa.


Akifa ikut turun ke lantai dan memeluk Verrel, ia sangat tidak sanggup melihat Verrel seperti ini.


Alana berlari menjauh dari sana, ia sangat tidak kuat melihat kakak nya seperti itu.


"Sayang hiks hiks hiks." Alana menangis sambil memeluk Rizky.


"Aku tidak kuat melihat Verrel seperti itu, itu sangat menyediakan." Ucap Rizky.


"Sayang aku mohon jangan pernah tinggal kan aku, bisa jadi aku yang bermasalah, kamu boleh menikah lagi aku tidak papa, aku ikhlas tapi jangan pergi tinggal kan aku." Verrel memohon pada Akifa sampai mencium tangan nya.

__ADS_1


Mereka berdua hanya bisa diam sambil menangis tidak ada kata yang bisa terucap saat ini.


Liburan yang mereka semua pikir bahagia ternyata berderai air mata. Keesokan harinya mereka semua langsung pulang ke rumah, semua barang di tinggal di Vila milik Candra.


"Kalian tenang saja, aku akan membawa barang kalian sesegera mungkin." Ucap Candra.


Sesampainya di rumah Verrel langsung masuk ke dalam kamar ayah dan bunda nya. Ia ingin meluapkan semua rasa sakit dan kebingungan di hati nya pada orang tua nya.


"Bunda." Verrel memeluk kaki Angel.


"Apa aku punya salah yang besar pada bunda, kenapa masalah ini datang pada ku bun, kenapa aku sulit sekali mempunyai anak. Akifa ingin meninggalkan ku bun, aku takut. Hiks hiks hiks.Verrel memeluk kaki Angel sambil menangis.


"Tidak sayang kamu tidak punya salah apapun bunda. Kalian tidak akan berpisah." Ucap Akifa sambil memeluk anak nya.


Ia sudah tau permasalahan Verrel karena Alvaro sudah menceritakan semua nya.


"Hey, kenapa kau cengeng seperti ini." Alvaro memegang wajah Verrel yang sudah pucat karena terus saja menangis.


"Ikut dengan ku, sayang kamu bawa Akifa ke mobil." Ucap Alvaro.


Alvaro membawa Akifa dan Verrel ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaa berjalan sangat lama. Setelah kurang lebih 5 jam mereka di rumah sakit akhirnya dokter mendapatkan hasil nya.


"Di antara kalian berdua ada yang kurang subur, bukan mandul hanya kurang subur." Ucap dokter.

__ADS_1


"Apa itu saya dok." Tanya Akifa.


"Tidak, suami anda mas Verrel." Jawab dokter.


__ADS_2