
Angel dan Alvaro memutuskan untuk pulang, padahal Alvaro masih ingin berduaan dengan Angel di apartemen tetapi Angel menolak nya karena merasa sangat sepi. Apalagi apartemen Alvaro cenderung gelap membuat Angel sedikit takut.
Si bucin Alvaro hanya bisa menuruti kemauan istri nya. Lagi pula hari ini dia sudah mendapat jatah lebih, anggap saja sebagai ucapan terimakasih nya pada Angel. Sesampainya di rumah Alvaro langsung menggendong Angel secara tiba-tiba yang membuat Angel terkejut dan berteriak nama nya.
"Alvaaaarrroooo." teriak Angel.
Alvaro meletakkan Angel ke atas sofa dan memeluk nya dari samping. Ia tidak peduli pada orang yang sedang menatap nya dengan tatapan Aneh.
"Kau dari mana saja." tanya Vano.
"Apartemen." jawab Alvaro.
"Fiona ada apa dengan mu kenapa terlihat pucat." tanya Angel.
"Tidak ada kak, hanya sedikit tidak enak badan." jawab Fiona.
"Sayang aku ingin liburan." ucap Fiona.
"Liburan, kemana." tanya Adit.
"Aku ingin naik kapal pesiar." jawab Fiona.
Otak Alvaro langsung berfikir pada hal yang aneh. Fantasi nya kemana-mana, dan membuat Alvaro langsung menyetujui apa yang di minta Fiona.
"Kakak ikut, kita akan menyewa kapal untuk liburan." ujar Alvaro.
__ADS_1
"Kalau begitu, kita pergi bersama." kata Adit.
"Iya Vano yang akan menyiapkan semuanya." ucap Alvaro.
"Aku kenapa harus aku." tanya Vano.
"Kau teliti dalam menyiapkan semua nya van." jawab Alvaro.
"Terserah kalian, aku ikut." ucap vano sambil beranjak dari sofa.
"Mau kemana." tanya Adit.
"Menyiapkan apa yang kalian minta, Alvaro jangan lupa transfer uang ke rekening ku. Aku tidak mau uang jajan ku di habis." ujar Vano.
Vano keluar dari rumah dengan membawa mobil sport milik Alvaro, ia sengaja membawa mobil itu karena ingin mencari seorang kekasih. Ia merasa bosan bila harus hidup sendiri.
"Hidup ku sangat membosankan." ucap Vano yang mood nya lagi rusak, baru saja mamah nya mengirim kan gambar wanita yang harus ia jumpai besok malam.
"Awww kepalaku." ucap Vano yang kepala nya terkena kaleng terbang.
Vano melihat-lihat di sekeliling nya, siapa yang berani menendang kaleng ke arah nya. Tentu saja Vano tidak terima mendapatkan kaleng terbang itu.
Vano melihat wanita dengan jalan sempoyongan mendekati nya, ia sangat yakin wanita itu lah yang menendang kaleng itu. Tetapi saat ingin meminta pertanggung jawaban wanita itu menampar Vano. Sontak membuat Vano terkejut.
"Kau apa maksud mu." ucap Vano.
__ADS_1
Wanita itu tampak diam, saat ingin menarik masker yang berada di wajah wanita itu, tangan Vano di tarik dan di pelintir ke belakang oleh wanita itu.
"Aaaahhh sakit, lepas kan." teriak Vano.
Wanita itu menarik tubuh Vano dan memeluk Vano dengan erat. "Kau kenapa kau meninggal kan ku, kau selingkuh." gumam wanita itu.
"Hey sadar lah, aku berbuat apa pada mu, siapa yang selingkuh." tanya Vano
Wanita itu terdiam dengan pelukan nya yang sudah tidak sekuat tadi, Vano memberanikan menggoyang kan wanita itu dan ternyata wanita itu pingsan.
"Kau merepotkan ku, kenapa tidak cari laki-laki lain saja." ucap Vano.
Vano membawa wanita itu masuk kedalam mobil nya. Ia masih mempunyai hati tidak mungkin Vano meninggal kan wanita itu di pinggir jalan sendiri. Vano bingung harus membawa wanita ini kemana, tidak mungkin dia membawa nya pulang ke rumah. Vano memutuskan membawa wanita ini ke apartemen Alvaro, ia juga tidak perlu menghubungi Alvaro karena sudah tau kata sandi apartemen itu.
Sesampainya di apartemen Vano langsung menggendong wanita itu masuk kedalam, ia merebahkan wanita itu ke atas kasur secara perlahan. Vano dapat menebak jika wanita di depan nya sedang dalam pengaruh Alkohol karena tercium bau Alkohol yang cukup menyengat.
Vano sangat penasaran siapa wanita yang ada di depan nya, ketika ia ingin membuka masker wanita itu tiba-tiba lampu apartemen itu mati. Tentu saja Vano terkejut setengah mati.
"Aaahhh." teriak Vano.
Vano terjatuh di atas tubuh wanita itu karena di tarik secara paksa. Dan Vano tidak bisa bergerak sama sekali. Tenaga wanita itu sangat kuat seperti nya wanita itu jago bela diri.
Pagi hari telah tiba. Vano terbangun karena mendengar teriakan wanita yang ia tolong tadi malam.
"Dasar berensek, gila, cabul." ucap wanita itu dengan menghujani Alvaro pukulan dengan bantal.
__ADS_1
"Hey diam lah, dengar dulu penjelasan ku." teriak Vano.
Karena tidak mau berhenti Vano naik keatas tubuh wanita itu dan mendekap wanita itu dengan sekuat tenaga nya.