Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 56


__ADS_3

Mereka semua masuk ke dalam mall terbesar di Kota itu, sebelum berbelanja Alex mengajak yang lainnya untuk makan malam terlebih dahulu karena memang diri nya dan Agnes belum makan apapun sejak siang tadi. Agnes terduduk lesu, yang ia pikir kan tadi salah, Agnes pikir ia bisa makan banyak hal sesuai keinginan nya tetapi ternyata tidak. Alex lah yang memilih kan makanan untuk nya dan semua yang di pilih Alex adalah makanan sehat.


"Jangan protes demi bayi kita, nanti kita belanja sesuka hati mu." ujar Alex.


"Iya sayang ku." ucap Agnes.


"Kalian tidak makam." tanya Alex.


"Tidak kak, kami sudah makan." jawab Jihan.


"Ayolah pesan sesuatu." ujar Alex.


Karena merasa tidak enak dengan Alex, Kevin dan Jihan akhirnya memesan makanan ringan. Setelah selesai makan Kevin mulai membuka suara apa yang akan ia lakukan dengan Jihan kedepannya.


"Lex, aku ingin menikahi Jihan." ujar Kevin.


"Lakukanlah jika itu yang terbaik dan kalian bisa bahagia, aku tidak bisa melarang kalian berdua. Ini sudah menjadi keputusan mu dengan Jihan, aku harap perbedaan usai di antara kalian berdua tidak mempengaruhi apapun. Dan untuk mu vin, aku mohon jaga Jihan. Tugas ku telah selesai sampai di sini, aku serahkan Jihan pada mu. Karena aku percaya kamu bisa membuat nya bahagia...


"Kak." ucap Jihan yang mulia menitihkan air mata nya.


"Sudah jangan menangis, maaf kakak selama ini keras pada mu, maaf selama ini kakak terlalu mengekang mu, maaf selama ini kakak tidak memberikan mu kebebasan. Tapi percayalah semua itu kakak lakukan karena kakak sayang kamu, kakak ingin yang terbaik untuk mu, dan sesuai janji kakak pada mamah. Kakak akan melepaskan mu jika kamu telah menemukan orang yang bisa membuat mu bahagia, dan orang itu berada di samping mu." ucap alex dengan suara yang sedikit bergetar.


"Terimakasih lex, telah mempercayai ku." ujar Kevin.


"Tidak masalah vin, oh iya aku akan memberikan anak perusahaan Efron grup untuk mu, aku harap kamu dan Jihan bisa mengolahnya dengan baik." ucap Alex.

__ADS_1


"Tidak perlu lex, aku masih ingin menjadi. asisten pribadi mu, dan sampai kapan pun aku tetap menjadi asisten mu." kata Kevin dengan penuh keyakinan.


"Apa kau yakin vin? masih ingin menjadi asisten ku." tanya Alex.


"Yakin tuan, aku sangat yakin. Aku sudah sangat nyaman di pekerjaan ku ini." jawab Kevin.


"Berhenti memanggil ku tuan, panggil seperti tadi kau memanggil ku."


"Apa tidak papa, seorang asisten memanggil bos nya dengan nama langsung."


"Tidak papa, kau asisten sekaligus adik ipar ku." ujar Alex.


Setelah menyelesaikan semua masalah, mereka langsung berjalan-jalan masuk kedalam mall. Sesuai yang di katakan Alex tadi Agnes dapat membeli apapun yang ia mau. Begitu juga dengan Jihan mereka berdua di beri kebebasan untuk membeli apapun asalkan dapat di beli dengan uang.


Agnes dan Jihan masuk kedalam butik ternama, Agnes memilih pakaian untuk kedua orang tua nya yang akan datang besok, tak lupa pula pakaian untuk nya dan juga suami nya.


"Sayang, mana mungkin aku memakai itu, bisa masuk angin nanti aku."


"Tidak, tubuh ku akan menghangatkan mu, tenang lah nanti kita akan bertempur." ujar Alex.


"Bertempur apa boleh." tanya Agnes.


"Kamu tenang saja, tadi aku sudah menghubungi dokter Rendy, kata dia usia kandung mu sudah aman." jawab Alex.


Agnes memegang pangkal paha nya, sudah cukup lama ia mengosongkan gua nya, dan malam ini ia harus mengisinya lagi dengan kondisi Alex yang seperti nya sudah memiliki nafsu yang tinggi.

__ADS_1


"Bisa habis aku malam ini." batin Agnes.


Setelah berbelanja pakaian, Alex memilih ke apotik sebentar ia, ingin membeli pelindung junior, sedangkan Agnes dan yang lainnya menunggu Alex sambil memakan es krim.


"Kita pulang." tanya Alex.


"Ayo aku sudah lelah." jawa Agnes.


Saat melewati pameran Mobil-mobil mewah di dalam mall mata Agnes tertuju pada satu mobil berwarna toska dengan gaya klasik yang menurut nya sangat bagus.


"Apa kamu mau membeli nya?" tanya Alex.


"Apa boleh?"


"Vin, mobil itu." ujar Alex.


Tanpa banyak bicara Kevin langsung mendekati mobil yang diinginkan Agnes tetapi saat ingin membeli nya mobil itu ternyata sudah terjual oleh pengusaha kaya lainnya.


Alex berjalan mendekati Kevin dan pengusaha itu, dengan gaya khas nya dingin dengan sorotan mata yang tajam.


"Berapa kau membeli nya, apa seharga perusahaan mu." tanya Alex.


"Tuan Alex." ucap pengusaha itu.


"Apa perusahaan mu kau jual." tanya Alex.

__ADS_1


"Ti.. tidak tuan."


"Kau tau jika aku tidak bisa membeli nya, aku akan merebutnya secara paksa." ucap Alex.


__ADS_2