
"Ya rasa nya memang sakit, sebelum itu aku ingin bertanya pada kalian semua. Apa memang keluarga ini anu nya besar-besar," tanya Karla.
"Aku pikir seperti itu, pertama kali melihat milik suami ku, aku sangat terkejut dan aku terus berpikir kalau tidak akan muat. Tapi ternyata muat saja," jawab Sonia.
"Ya memang muat, tapi rasa nya itu loh, rasa nya sangat sakit. Seperti kita makan sudah kenyang tetap di paksa masuk," kata Sakura.
"Iya memang begitu, aku saja sampai tidak bisa jalan, apalagi jika setelah melakukan nya, suami ku langsung ketagihan setiap malam harus bergadang," ucap Sonia.
"Apa memang sesakit itu," tanya Wilda.
"Iya Wilda, memang sesakit itu, tapi itu hanya untuk sesaat, mungkin pertama kali kita melakukan nya akan terasa nyeri sepanjang kita di gagahi. Setelah ke beberapa kali akan terasa sangat nikmat, percayalah kau akan merasa beruntung memiliki suami dari keluarga ini," jawab Sonia.
"Iya Wilda, aku sudah beberapa kali meminta nya lebih dulu, kau tau melayani suami kita dengan ikhlas ada perasaan kebahagiaan tersendiri untuk kita sebagai wanita. Bukan hanya itu suami kita akan sangat bucin pada kita, dia akan melakukan apapun yang kita minta," kata Karla.
"Jangan di pikirkan awal nya, tunggu setelah nya kau akan merasakan kebahagiaan yang tidak ada tara, benar-benar sangat bahagia karena bisa memberikan yang seharusnya mereka dapatkan."
"Terima kasih, kalian benar-benar membuat ku tenang, aku harap kita bisa selalu seperti ini," ucap Wilda.
"Hahaha iya kita akan tetap akan seperti ini, kita kan para istri pria perkasa dan bucin," kata Sonia.
"Iya kau benar, aku tidak tau kenapa mereka bisa subucin itu pada kita, kalau di pikir-pikir, banyak wanita seksi dan jauh lebih cantik dari kita, tapi mereka benar-benar sangat mencintai kita tanpa berpaling sedikit pun," ucap Sakura.
Karla hanya bisa tersenyum karena di antara mereka semua, hanya Kenzi yang paling goyang dalam hal kesetiaan. Bisa di lihat dari saat ia meminta Sakura menikah dengan Kenzi, bahkan ia yakin jika Sakura tidak menolak Kenzi. Sakura mungkin sudah hamil bersama nya.
Setelah mendengar kan penjelasan dari para wanita yang telah menerima tongkat bisbol, Wilda merasa lebih tenang. Ia tidak terlalu takut lagi dan yakin kalau ia pasti bisa melewati ini semua.
Mereka berempat kembali datang menghampiri para suami mereka yang sedang asik bercerita. Karla sangat senang akhirnya Sofia pergi menjauhi suami nya.
"Apa yang kalian bicara kan," tanya Kenzi.
"Tidak ada, ini urusan wanita. Para lelaki mana mungkin tau bagaimana wanita kekhawatiran wanita setelah menikah," jawab Karla.
Axel menarik Wilda ke dekat nya, ia tidak mau Wilda membicarakan hal yang mempermalukan diri nya.
"Apa yang aku bicarakan dengan mereka," bisik Axel.
"Kau kepo sekali, sudah tidak ada hal yang penting."
"Sudah malam, aku ingin tidur, atau akan bergadang malam ini, ayo sayang," ucap Vero sambil membawa Sakura pergi dari tempat itu.
"Sayang aku ingin bergadang juga, kita main yuk," kata Kenzo.
__ADS_1
"Maaf sayang, aku sedang hamil." Sonia pergi meninggalkan tempat itu, di ikuti Kenzo yang berlari mengejar istri nya.
"Kamu tiap bisa menolak ku." Kenzi pergi sambil menggendong istri nya.
Tersisa Axel dan Wilda yang hanya saling menatap, Rakha juga sudah pergi sejak tadi karena Rakha ingin mencari jodoh. Padahal kalau ada Rakha suasana tidak mungkin secanggung ini.
"Mau tidur," tanya Axel.
"Iya aku sudah sangat mengantuk," jawab Wilda.
"Mau aku gendong," tanya Axel.
"Malas kau tidak akan kuat, jika kuat pun kau akan menghina ku."
"Dasar bawel." Axel langsung menggendong Wilda.
"Axel," teriak Wilda.
"Diam atau aku akan melepaskan mu," ancam Axel.
Saat sudah dekat pintu kamar, Axel mulai mendekati bibir Wilda tetapi tiba-tiba Wilda memalingkan wajah nya.
"Tidak ada cium-cium, tunggu sampai aku selesai datang bulan," kata Wilda.
"Jangan seperti itu kau terlihat cukup lucu," ucap Wilda.
"Wilda tidak kita lebih seperti sepasang suami-istri," kata Axel sambil meletakan Wilda ke atas ranjang.
"Maksudnya," tanya Wilda.
"Tidak ada suami istri seperti kita di keluarga ini, biasa kan memakai kata kamu, sayang dan jangan jutek, aku sangat malu pada keluarga ku."
"Kau ada-ada saja, aku tidak mau," tolak Wilda.
"Ayo lah Wil, demi aku, kau mau ya," bujuk Axel.
"Oke, aku mau sayang," ucap Wilda dengan wajah yang memerah karena menahan malu.
"Ciah sayang, iya sayang. Ulu-ulu wajah kamu memerah, kamu malu sayang," goda Axel yang membuat Wilda semakin salah tingkah.
"Axel jangan begitu, aku malu," rengek Wilda.
__ADS_1
"Sayang jangan malu, aku suami mu. Dan berhenti memanggilnya ku dengan nama itu tidak sopan," kata Axel.
"Aku ingin tidur," ucap Wilda.
"Kamu mau aku membuka baju atau tidak," tanya Axel.
"Hmmm apa boleh," tanya Wilda dengan malu-malu.
"Iya boleh kenapa tidak," jawab Axel.
"Iya aku mau," ucap Wilda.
Dengan cepat Axel melepaskan baju nya, kemudian ia menarik Wilda ke dalam dekapan nya.
"Ketiak ku tidak bau kan," tanya Axel.
"Tidak, kamu pakai parfum jadi tidak bau," jawab Wilda.
Axel menaikan satu alis nya, padahal ia tidak memakai parfum apapun. Ia juga belum ada mandi sejak tadi pagi dan bisa di katakan ketiak nya di tumbuhi dengan hutan Amazone.
"Kamu yakin tidak bau, kalau bau aku mandi dulu."
"Tidak bauk, sudah aku katakan tidak ya tidak," ucap Wilda.
"Wilda aku ingin memberikan mu tantangan," kata Axel.
"Apa itu," tanya Wilda.
"Aku akan memberikan mu mobil dan mengajari mu mu menyetir, asalkan kamu cium ketiak ku," jawab Axel.
Axel yakin Wilda tidak mau menjawab tantangan itu, berbeda dengan yang Axel pikirkan, Wilda malah sangat merasa tertantang dan ingin melakukan nya. Dari atas dada bidang Axel, Wilda memang tidak mencium aroma bau apapun. Malahan aroma maskulin khas pria yang membuat nya suka sekali memeluk Axel ketika Axel tidak memakai baju.
"Janji ya, aku akan memilih mobil yang aku suka," ucap Wilda.
"Iya janji, sudah cepat lakukan lah," kata Axel.
Dengan cepat Wilda mencium ketiak Axel, dan benar saja tidak ada aroma tidak sedap. Malahan Wilda sangat betah berada di sana.
"Wanita ini memang aneh, aku yakin dia akan bucin pada ku," batin Axel.
"Tidak bau Wilda, kau suka," tanya Axel.
__ADS_1
"Iya aku suka," jawab Wilda.