Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 271 S3


__ADS_3

"Bapak menemukan nya hanyut di sungai." Jawab Sumanto.


"Hanyut pak." Tanya Lilis.


"Iya hanyut seperti nya dia dari hulu sungai, di lihat dari pakaian nya dia orang kota." Jawab Sumanto.


"Mari pak saya bantu." Ucap Lilis yang membantu Sumanto mengobati Dylan.


Hari ini juga Verrel memfokuskan pencarian di sepanjang sungai, mereka semua yakin pasti Dylan hanyut karena tidak ada di dalam mobil.


"Verrel kita benar-benar ikut turun." Tanya Rizky.


"Jika takut tidak usah, pergi saja sana pulang." Jawab Verrel.


"Siapa yang takut aku hanya bertanya, mana mungkin aku pulang sedangkan teman ku sedang dalam masalah." Ucap Rizky.


"Sudah kau mau turun tidak, atau aku tinggal."


"Iya tunggu sebenar, jika aku jatuh aku akan mati." Kata Rizky.


"Biar saja kau mati, Alana akan mencari suami baru yang lebih perkasa dari mu." Ucap Verrel.


Adit memimpin dalam proses pencarian Dylan, mereka menargetkan dalam dua puluh empat jam Dylan harus sudah di temukan dan tentu saja dalam kondisi selamat.

__ADS_1


"Verrel jangan banyak bergerak aku takut." Rizky memeluk Verrel dari belakang. Walaupun ia jago dalam hal berenang tetap saja Rizky takut bukan karena takut tenggelam terapi takut pada binatang buas yang terdapat di sungai tersebut.


"Jika Dylan di makan buaya bagaimana." Tanya Rizky.


"Kau yang akan ku jadikan tumbal agar Dylan di kembalikan." Jawab Verrel.


"Kenapa kau begitu kejam pada ku, aku tidak mau." Ucap Rizky.


"Kalau tidak mau diam jangan banyak bicara, fokus pada pencarian Dylan." Kata Verrel yang benar-benar kesal pada Rizky.


"Iya iya maaf, kau emosian sekali."


Waktu sudah berlalu sangat cepat mereka belum menemukan tanda-tanda keberadaan Dylan. Adit Meminta Verrel dan Rizky untuk pulang karena hari akan segera gelap, sangat berbahaya untuk mereka berdua. Awalnya Verrel menolak untuk pulang tapi setelah di beri pemahaman oleh Adit akhirnya ia mengalah.


"Rizky menurut mu Dylan masih berada di dalam air atau sudah di darat." Tanya Verrel.


"Sudah pasti di dalam air mana mungkin di darat, bagaimana dia bisa ke daratan." Jawab Rizky.


"Kau benar, sudah ayo kita pulang, ini hari pertama ku mendapatkan jatah, maaf Dylan tapi jatah ini juga penting sudah ada paman Adit dan banyak tim mencari mu, aku tidak bermaksud mengabaikan mu tapi paman sendiri meminta ku untuk pulang." Ucap Verrel.


"Kau sudah gila, dalam kondisi seperti ini masih saja memikirkan jatah." Kata Rizky.


Beberapa hari telah berlalu, keluarga Efron semakin panik karena Dylan masih belum di temukan. Tim yang di pimpin Adit belum menemukan tanda-tanda keberadaan Dylan padahal sudah 3 hari mereka menelusuri sungai itu. Bukan hanya lewat darat Alvaro menyiapkan beberapa helikopter untuk membantu pencarian Dylan tetapi hasil nya tetap sama.

__ADS_1


"Sedang apa." Tanya Lilis.


Dylan menunjuk sebuah helikopter yang sedari tadi Mondar-mandir terbang di angkasa. Ia seperti mengingat sesuatu tetapi ia sendiri tidak tau sesuatu itu apa.


"Apa kamu mengingat sesuatu." Tanya Lilis.


"Tidak." Jawab Dylan.


Saat sadar dari pingsan nya dua hari yang lalu Dylan sudah tidak mengingat apapun. Sumanto dan Lilis tau nama Dylan dari kartu nama yang terdapat di dalam baju Dylan, kartu nama itu pun sudah tidak jelas yang hanya memperlihatkan nama Dylan saja.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu." Tanya Dylan.


"Kamu sangat tampan." Jawab Lilis.


"Terimakasih." Ucap Dylan sambil tersenyum pada Lilis.


"Bapak memanggil mu untuk makan, ayo kita makan siang dulu." Kata Lilis.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah yang tidak terlalu besar dan juga tidak kecil juga. Rumah baru Dylan yang cukup nyaman untuk nya.


"Dylan dari mana saja kau, ayo makam dulu, setelah ini ikut bapak ke sawa." Tanya Sumanto.


Dylan tidak mengalami luka yang serius hanya saja kepala nya terdapat luka kecil dan memar yang cukup besar. Yang menjadi permasalahan Dylan saat ini adalah ia mengalami lupa ingatan itu sebabnya Sumanto tidak bisa mengantarkan Dylan pulang.

__ADS_1


__ADS_2