Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 130 S2


__ADS_3

Setelah puas dengan masakan suami nya mereka Angel kembali mengantuk, ia mengajak Alvaro kembali masuk kedalam kamar untuk tidur.


"Al, kau cukup hebat demi calon anak mu kau mau susah paya menuruti kemauan istri mu." kata Adit.


"Hahaha aku tidak melakukan itu demi bayi itu, tapi demi istri ku. Aku sangat mencintai nya semua yang ia minta harus aku turuti." Alvaro pergi meninggalkan Adit, ia menyusul Angel ke kamar.


"Kau aneh al." ucap Adit.


Alvaro memeluk Angel, sebenarnya ia kesal karena Angel meminta hal yang sangat merepotkan nya. Tapi ketika melihat wajah istri nya yang terlihat bahagia rasa kesal itu hilang seketika.


"Terimakasih." ucap Angel.


"Sama-sama, aku sangat mencintaimu." kata Alvaro.


"Kamu tidak mencintai anak kita." tanya Angel.


"Sedikit saja, yang banyak untuk mu." jawab Alvaro.


"Sayang kamu ingin anak kita perempuan atau laki-laki." tanya Angel.


"Aku ingin anak perempuan." jawab Alvaro.


"Kenapa? biasa nya seorang ayah menginginkan anak pertama mereka laki-laki."


"Jika anak ku laki-laki, dia pasti sangat tampan seperti ku, bisa jadi lebih tampan. Aku tidak mau kamu berpaling pada ku. Dia pasti akan merebut perhatian mu dari ku." kata Alvaro.


"Jadi kamu masih cemburu dengan anak mu sendiri." Angel terkejut dengan jawaban Alvaro, bisa-bisa nya Alvaro merasa tersaingi dengan anak nya sendiri.

__ADS_1


"Kalau cemburu kenapa, emang tidak boleh." tanya Alvaro.


"Terserah kamu saja, tapi biasa nya hal yang tidak kamu inginkan itu terjadi. Siap-siap saja jika anak mu laki-laki. Pasti akan lebih tampan, dan aku pasti lebih menyayangi nya."


Ucapan Angel sukses membuat Alvaro tidak tenang. "Aahh aku tidak mau." Rengek Alvaro.


"Ssssttt kamu tidak boleh seperti itu, laki-laki atau perempuan kita harus tetap menyayangi dan membesarkan nya dengan baik." kata Angel.


"Ya ya ya. Aku mengerti, tapi aku tetap ingin anak ku perempuan." Alvaro masuk kedalam baju Angel.


"Sayang.. Apa yang kau lakukan. Aku mengantuk." ucap Angel.


"Kamu melarang ku yang bagian bawah. Aku ingin yang bagian atas." kata Alvaro.


"Terserah mu saja." Angel memilih memejamkan mata nya.


Setelah semua saksi berkata sah mereka sudah resmi menjadi sepasang suami-istri, tidak perlu lagi takut akan dosa dan Vano bebas melakukan nya kapan pun dan dimana pun mereka berada.


"Akhirnya keluarga Efron soul out." ucap Kevin.


"Hahaha iya kev, kita hanya tinggal menantikan cucu kita." kata Alex.


"Kau yang sebentar lagi yang akan menjadi seorang kakek."


"Tidak bukan kakek, tapi opa." ucap Alex.


"Akhirnya kau menikah juga." Alvaro memeluk Vano.

__ADS_1


"Iya al, aku sangat senang."


"Cepat lah menyusul agar anak kita seumuran." kata Alvaro.


"Pasti, kau tunggu saja kabar kehamilan istri ku." ucap Vano.


"Hahaha pasti van, berjuang lah."


Acara pernikahan di gelar cukup mewah karena mereka tidak ingin ada acara lagi setelah pernikahan ini. Berbeda dengan Fiona dan Alvaro yang akan menggelar acara pesta pernikahan mereka yang belum terlaksana.


Para tamu undangan rata-rata rekan bisnis dari keluarga Efron yang jumlah nya cukup banyak. Ada juga beberapa teman-teman dari Anggi dan juga Vano.


Setelah acara pesta pernikahan selesai mereka semua naik ke lantai atas untuk beristirahat, sedangkan lantai dasar akan kembali di bersihkan. Vano langsung melemparkan tubuh nya ke atas kasur karena benar-benar lelah. Mereka berdua berdiri berjam-jam menyalami dan berfoto dengan para tamu undangan yang hadir.


"Aku sangat lelah." kata Vano.


"Aku juga, aku ingin mandi setelah itu, ingin langsung tidur." kata Anggi.


"Aku juga, kita tidak berolahraga dulu. Besok saja." Vano memejamkan mata nya dan langsung terbawa ke alam bawa sadar nya. Tanpa membersikan diri nya terlebih dahulu.


Anggi masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri nya, setelah selesai baru lah ia menyusul Vano tidur. Karena ia juga sudah sangat lelah.


Hari demi hari telah berlalu, mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga dengan senyuman yang terukir di wajah mereka semua. Bahagia satu kata yang tepat menggambarkan perasaan mereka semua. Tidak ada lagi masalah dan hanya ada kebahagiaan yang tercipta saat ini.


Alvaro hanya tinggal menunggu kelahiran anak nya, sedangkan Vano dan Adit masih berusaha menyusul Alvaro yang telah star duluan. Tidak ada rasa iri di antara mereka semua karena mereka yakin anak adalah titipan dari yang maha kuasa. Jika memang sudah rezeki mereka yakin pasti akan segera di beri kepercayaan untuk membesarkan seorang anak.


Tamat...

__ADS_1


__ADS_2