Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 88 S2


__ADS_3

"Jika kamu masih berada di geng itu sudah pasti aku meminta mu untuk keluar." ucap Angel.


"Kamu, hahaha sekarang panggilan mu pada ku semakin lembut." ujar Alvaro.


"Sayang, apa boleh aku meminta sesuatu dari mu." tanya Angel.


"Apa katakan lah. Aku akan menuruti semuanya." jawab Alvaro.


"Apa boleh aku meminta agar tato mu di hapus." tanya Angel.


"Sayang, kenapa di hapus aku sangat sulit mendapatkan nya. Itu sebagai kenang-kenangan terakhir geng kami." rengek Alvaro.


"Sayang ayolah, jika orang tua mu mengetahui ini pasti mereka akan marah. Ayo sayang kenangan indah itu bisa kamu simpan di dalam hati dan pikiran kamu bukan di tato ini." kata Angel sambil mengusap rambut Alvaro.


"Tapi...


"Sayang dengar aku. Aku akan menuruti semua apa yang kamu mau. Apa pun asalkan tato itu di hapus." ucap Angel.


"Apapun." tanya Alvaro.


"Iya apapun, kamu boleh minta apapun yang kamu mau." jawab Angel.


"Aku ingin meminta jatah setiap hari." ucap Alvaro.


"Tidak masalah kamu suami ku dan itu hak mu." kata Angel.


"Ralat sehari 3 kali."


"Iya."


"Setiap jam."


"Iya."

__ADS_1


"Setiap menit."


"Iya."


"Setiap detik."


"Iya sayang."


Alvaro bangkit dari paha Angel dan langsung mencium bibir Angel. Ia membalik posisi mereka dengan Angel tergeletak di atas sofa.


Dan terjadi lagi seperti yang terjadi beberapa jam lalu. Angel menuruti semua keinginan Alvaro untuk meyakinkan Alvaro agar menghapus tato itu.


Revano berjalan menuju kamar Angel dan Alvaro dengan membawa beberapa makanan. Ia membuka pintu kamar itu dan sial nya ia melihat apa yang seharusnya tidak Vano lihat. Vano kembali menutup pintu kamar itu dan berjalan turun kebawah.


"Sial kenapa aku melihat nya." ucap Vano sambil masuk kedalam kamar nya, otak nya langsung traveling kemana-mana. Apalagi ia melihat nya secara langsung dan live bagaimana Alvaro membuat Angel takluk.


Vano masuk kedalam kamar mandi untuk membuang nafsu nya. Ia sama seperti pria pada umumnya.


Adit berada di dalam kamar nya. Ia sedang mengganti baju nya yang penuh dengan keringat karena sehabis olahraga. Fiona menelan air liur nya secara kasar saat melihat tubuh Adit yang benar-benar sempurna menurut Fiona yang pernah melihat tubuh kakak nya Alvaro, ia merasa tubuh Adit lebih bagus di banding kan kakak nya.


"Fiona, kenapa membuat ku terkejut." ucap Adit.


"Kak, kakak mau kemana." tanya Fiona.


"Bertemu dengan seorang wanita." jawab Adit.


"Dengan wanita yang di jodoh kan oleh orang tua kakak." tanya Fiona.


"Iya, mah tidak mau kakak harus menuruti kemauan mereka, kakak sudah berumur dan sudah waktunya untuk menikah." jawab Adit.


"Apa kakak mencintai wanita itu." tanya Fiona.


"Aku baru sekali bertemu dengan nya dan aku belum merasakan rasa nyaman saat bersama nya, berbeda ketika dekat dengan mu." jawab Adit.

__ADS_1


"kalau begitu kenapa kakak menikah dengan nya." ucap Fiona.


"Mungkin rasa nyaman itu akan datang ketika kami berdua sudah menikah." kata Adit.


"Kenapa tidak menikah dengan ku saja kak." ucap Fiona.


"Fiona umur mu masih 19 tahun dan kakak sudah 27 tahun kita berbeda jauh." jelas Alvaro.


"Aku tidak peduli, aku mencintai kakak. Aku tidak rela jika kakak menikah dengan orang lain." ucap Fiona.


Adit menatap mata Fiona, ia ingin melihat apa Fiona benar-benar yakin dengan ucapan nya atau tidak. Adit mendekati Fiona dan langsung mencium bibir Fiona. Ternyata Fiona langsung membalas ciuman itu, pertanda kalau ia benar-benar mencintai Adit.


"Kamu yakin, mau dengan kakak." tanya Adit.


"Yakin kak, aku mau menikah dengan kakak. Kakak nyaman bersama ku dan aku sangat mencintai kakak. Tapi.


"Tapi? tapi apa." tanya Adit.


"Aku tidak berani meminta izin pada ayah dan bunda untuk menikah mudah." jawab Fiona.


"Kakak tanya sekali lagi, apa kamu benar-benar yakin bersedia menikah dengan kakak." tanya Adit.


"Iya kak aku sangat yakin dan aku bersedia." jawab Fiona.


"Terimakasih, kakak janji akan menjaga mu dan membuat mu bahagia. Untuk izin dari orang tua mu kakak yang akan meminta izin pada mereka berdua.


"Kak, ada yang ingin aku tanyakan. Kakak memiliki tato persis seperti milik kak Varo. Tapi ada satu tato lagi yang bertuliskan nama perempuan. Siapa perempuan itu kak." tanya Fiona,


"Bukan siapa-siapa kakak akan menghapus nya." jawab Adit.


Fiona tidak memaksa Adit untuk menjawab pertanyaan nya. Adit termasuk orang yang tertutup perlu waktu untuk masuk kedalam hati Adit sepenuhnya. Dan Fiona mengerti itu semua.


Alvaro menghubungi Vano untuk mengantarkan makanan nya, dan Vano langsung naik kembali ke kamar Alvaro.

__ADS_1


"Lama sekali." ucap Alvaro yang tengah berdiri di depan pintu dengan hanya menggunakan boxser.


"Apa yang habis kau lakukan dimana pakaian mu." tanya Vano yang berpura-pura tidak tau.


__ADS_2