Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 65 S2


__ADS_3

"Ada apa al." tanya Adit.


"Aku ingin mengganti baju ku." jawab Alvaro.


Alvaro berjalan untuk memilih baju yang menurut nya sesuai jika di sandingkan dengan Angel. Ia memilih baju kaus panjang berwarna merah dan kaca mata hitam untuk melengkapi gaya kece nya.


Setelah keluar selesai mereka bertiga keluar dari butik, dan langsung menuju rumah Ayah dan Bunda nya. Lagi pula hari adalah weekend pasti kedua orang tua nya di rumah.


"Kau harus nurut dengan apa yang ku perintah kan, jangan membantah dan ambil hati kedua orang tua ku. Jika kau gagal aku akan mengirim ku kembali ke tempat kotor itu." ucap Alvaro.


"Baik tuan." kata Angel.


"Jika di depan orang tua ku jangan panggil aku tuan." ujar Alvaro.


"Jadi saya harus memanggil apa." tanya Angel.


"Pikir sendiri, kau punya otak kan." jawab Alvaro.


Sesampainya di depan rumah nya Alvaro melepas kaca mata hitam nya, ia berjalan mendekati Angel dan menggandeng tangan Angel.


"Tuan." ucap Angel yang terkejut dengan apa yang di lakukan Alvaro, selama ini ia juga tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki lain.


"Ada apa, hanya bergandengan tangan tidak akan membuat mu hamil." kata Alvaro dengan nada hanya menekan.


"Tidak ada." ujar Angel.


Mereka berdua masuk dengan menebar senyuman semanis mungkin, bagi Alvaro ini sangat mudah tetapi tidak untuk angel yang sangat sulit menjalankan drama ini.


"Tunjukkan senyuman mu, jangan sampai orang tua ku mengira aku memungut mu di jalan." ucap Alvaro.


"Ba..baik tuan." ujar Angel.


"Apa kau bodoh, sudah ku bilang jangan panggil aku tuan jika di sini." ucap Alvaro kesal.


"Baik mas, maaf." kata Angel dengan menunjukkan senyuman manis nya.


"Deg." Alvaro terpanah dengan senyuman manis Angel, menurut nya itu adalah senyuman termanis yang pernah ia lihat.


"Hilang kan senyuman itu, simpan untuk nanti." ucap Alvaro sambil kembali melangkah kan kaki nya.


Agnes dan Alex yang tenga bermesraan di ruang keluarga terkejut dengan kedatangan Alvaro, apalagi di tambah dengan Alvaro yang menggandeng perempuan cantik di samping nya.

__ADS_1


"Ayah bunda, ingat aku tidak mau memiliki seorang adik lagi." ucap Alvaro.


"Kenapa kau mengatur ku, sebenarnya kau anak siapa si, kenapa tidak pernah mendukung ayah mu." ujar Alex.


"Aku anak mu, bukan nya sifat kita mirip." kata Alvaro.


"Siapa al." tanya Agnes.


"Calon istri al bun." jawab Alvaro.


"Dari mana kau mendapatkan wanita secantik ini." tanya Alex.


"Bukannya aku sudah mengenakan nya kemarin, aku mencari nya di jalan." jawab Alvaro.


"Kau ya, kenapa tidak pernah serius ketika menjawab pernyataan ku." ucap Alex yang semakin kesal.


"Sudah ku bilang yah, bukan nya sifat kita mirip." ujar Alvaro.


"Hay cantik, siapa nama mu." tanya Agnes.


Angel mendekat ke arah Agnes dan mencium tangan nya " Angelia tan, biasa di panggil Angel." sambil memberikan senyuman manis nya.


"Ayo duduk." ucap Agnes yang langsung tertarik dengan wanita yang di bawa anak nya.


"Suka dia cantik dan sopan." jawab Agnes.


"Bagus lah, jadi aku tidak perlu mencari lagi." ujar Alvaro.


"Kau tidak bertanya pada ayah mu." ucap Alex.


"Yah, sudah pasti semua pilihan ku ayah suka, jadi aku tidak perlu bertanya." ujar Alvaro.


Alex. menarik tangan Alvaro dan menjitak kepala Alvaro sampai puas, anak nya ini benar-benar memancing emosi nya.


"Kalian berdua hentikan." ucap Agnes.


"Sakit yah, kenapa ayah selalu menjitak ku." kata Alvaro.


"Kau yang membuat ku kesal." ujar Alex.


"Abaikan mereka berdua, berapa umur mu sayang." tanya Agnes.

__ADS_1


"18 tan." jawab Angel.


"18 tahun, kau ingin menikahi gadis 18 tahun." ucap Alex yang terkejut.


"Kenapa usia kami hanya beda 6 tahun, tidak jauh." kata Alvaro.


Agnes langsung curiga pada putra nya itu, pasti ada sesuatu yang telah di rencanakan Alvaro. Mana mungkin gadis 18 tahun seperti Angel mau menikah secepat itu.


"Kau tidak memaksa nya kan al." tanya Agnes.


"Tidak bun, kami benar-benar ingin menikah tanpa paksaan." jawab Alvaro.


"Aku tidak percaya, kau pasti memaksa nya kan." timpa Alex.


"Tidak yah, bukannya aku tampan seperti mu, bagaimana mungkin aku memaksa nya. Banyak wanita di luar sana yang mengantri ingin menjadi istri ku." ujar Alvaro.


"Kau di paksa nya sayang." tanya Agnes.


"Tidak tan." jawab Angel dengan nada senetral mungkin karena jantung nya sudah seperti mau copot.


"Apa kau masih sekolah." tanya Alex.


"Masih om, saya kelas 3 SMA." jawab Angel yang semakin membuat Agnes dan Alex tidak percaya jika Alvaro tidak memaksa nya.


"Al, kau ingin menikahi anak sekolah." tanya Agnes.


"Bunda, yang penting kan bunda suka dengan nya. Aku juga tidak melarangnya untuk sekolah." jawab Alvaro.


"Kalau gitu nikahi dia sekarang." tantang Alex.


"Yah, menikah tidak secepat itu, aku butuh waktu untuk menyiapkan semuanya, kasi aku waktu 1 bulan." tolak Alvaro.


"Tidak nikahi dia sekarang, atau tidak sama sekali. Dan ayah akan mengirim mu ke luar negeri." ancam Alex.


"Yah aku mohon, 1 minggu aku butuh waktu satu minggu." ucap Alvaro.


Alvaro tidak bisa langsung menikahi Angel karena ia belum menjelaskan tentang rencana nya pada pacar nya Elena. Jika pacar nya tau ia menikah dengan gadis lain sudah pasti Elena akan marah dan meninggal nya. Alvaro tidak akan melepaskan wanita yang sangat sulit ia dapatkan itu, hanya Elena yang mempu menarik perhatian nya.


"Adit." panggil Alex yang melihat Adit baru masuk.


"Iya om." jawab Adit.

__ADS_1


"Siap kan penghulu untuk menikah kan mereka berdua." perintah Alex.


__ADS_2