
"Rasain salah siapa macam-macam dengan ku." Ucap Lia dan pergi meninggalkan mobil Dylan.
Setelah beberapa saat Dylan kembali berjalan ke mobil nya, ia menyerah dan ingin langsung mau pulang. Ia merasa ada yang aneh dalam mobil nya, Dylan kembali turun dari mobil untuk melihat apa yang terjadi dengan mobil nya.
"Brengsek, siapa yang melakukan ini pada ku, 4 ban mobil ku bocor." Ucap Dylan.
Dylan bingung harus berbuat apa, jika ingin mengganti ban nya ia hanya memiliki satu ban serep, dengan terpaksa Dylan berjalan mencari taksi untuk mengantarkan diri nya pulang.
"Dapat jodoh tidak, dapat masalah iya, sial." Ucap. Dylan.
Saat sedang berjalan di trotoar Dylan melihat ada seorang wanita cumpang camping, ia menduga wanita itu tidak waras. Dan benar saja saat melihat diri nya wanita itu mengejar Dylan sampai Dylan berlari ketakutan.
Dylan menabrak seseorang yang membuat diri nya terpental di jalan sampai kepala nya membentur aspal. Dylan tidak peduli dengan rasa sakit di kepala nya, melihat wanita gila itu membuat Dylan mendekati seseorang yang di tabrak nya dan bersembunyi di belakang orang itu.
"Tolong aku." Ucap Dylan
Orang itu berdiri dan langsung mengusir wanita gila itu, orang itu membuka topi yang ia kenakan dan ternyata dia seorang wanita bersambut panjang.
"Kamu tidak papa." Tanya wanita itu.
"Apa mata mu buta, kepala ku terasa sangat sakit dan perih dan kaki ku keseleo. Apa kau punya mata sehingga menabrak ku." Jawab Dylan.
"Menabrak mu, bukan nya kamu yang menabrak ku." Ucap wanita itu.
"Yang mendapatkan luka siapa, lihat aku terluka." Kata Dylan.
Darah terus mengalir dari kepala Dylan yang membuat kepala Dylan terasa pusing.
"Oke, aku akan membawa mu ke rumah sakit."
__ADS_1
"Jangan, bawa aku pulang saja, aku tidak mau masuk ke dalam rumah sakit." Ucap Dylan.
"Oke." Wanita itu mencari taksi, yang mustahil ada hari semalam ini. Beruntung nya ada satu taksi yang lewat di depan mereka, itu pun karena taksi itu berniat untuk pulang.
Dylan di bantu dengan wanita yang ia tabrak masuk ke dalam taksi. Ia tidak mau ke rumah sakit karena sangat takut jarum suntik, ia masih ingat dengan jelas, saat mendonorkan darah nya untuk Verrel ia sampai di pegangin beberapa orang dewasa sangking takut nya dengan jarum suntik.
"Bayar." Ucap Dylan.
"Iya iya sebentar." Wanita itu mengeluarkan uang untuk membayar taksi.
"Ayo masuk." Ucap Dylan.
"Aku ikut masuk dengan mu." Tanya wanita itu.
"Jika kau tidak masuk, siapa yang akan mengobati luka ku." Jawab Dylan.
Dylan membawa wanita itu masuk ke dalam kamar nya, sebenar nya wanita itu sangat ragu, takut jika Dylan berbuat yang tidak-tidak pada nya.
Setelah mendapat kan p3k Dylan langsung di obati oleh wanita yang ia tabrak, ia meringis menahan perih sambil melirik ke arah wanita yang sedang mengobati luka nya.
"Cih, dia seorang wanita tapi berpakaian seperti pria." Batin Dylan.
"Siapa nama mu." Tanya Dylan.
"Lia."
"Lia saja? "
"Amelia selviana, di panggil Lia."
__ADS_1
Setelah beberapa menit mengobati luka di kepala Dylan akhirnya Lia menyelesaikan tugas nya.
"Sudah." Ucap Lia.
"Sebentar." Dylan membuka kancing celana nya yang membuat Lia terkejut.
"Apa yang kamu lakukan." Lia menutup mata nya
"Kenapa kau menutup mata, aku hanya ingin memeriksa kali ku, seperti nya luka juga." Ucap Dylan yang membuka celana panjang nya untuk memeriksa kaki nya.
"Buka mata mu, aku tidak akan bugil di depan mu, aku menggunakan celana pendek." Kata Dylan.
Lia membuka mata nya, saat melihat luka di kaki Dylan ia langsung mengobati luka itu. Tak sengaja Dylan melihat sikut Lia juga terluka, setelah Lia menyelesaikan tugas nya Dylan memegang tangan Lia dan mengobati luka di sikut itu.
"Ada luka." Ucap Lia yang tidak sadar jika diri nya terluka.
"Kau yang terluka kenapa bertanya pada ku." Ujar Dylan.
"Sudah sekarang kau boleh pulang." Ucap Dylan.
"Pulang sendirian, tengah malam begini, setidaknya antar kan aku, rumah ku sangat jauh." Kata Lia.
"Apa mata mu buta, aku sedang terluka. Bagaimana aku bisa mengantarkan mu."
"Terus aku bagaimana." Tanya Lia.
"Bagaimana ya mana ku tau, itu urusan mu. Begini saja kau menginap malam ini di rumah ku, besok aku akan mengantarkan mu pulang." Jawab Dylan.
"Berlama satu kamar dengan mu." Tanya Lia.
__ADS_1
"Jelas tidak bodoh, kau kira rumah sebesar ini hanya ada satu kamar." Jawab Dylan.