
"Kamu sudah tau..." tanya agnes...
"Iyap, tadi aku lihat rekaman cctv..." jawan alex...
"Bagaimana apa aku terlihat keren..." ujar agnes...
"Kamu terlibat menakutkan, aku harus lebih berhati-hati pada mu kalau tidak kaki dan tangan ku bisa patah..." jawab alex...
"Aku tak semenakutkan itu..." ujar agnes...
"Aku bercanda sayang..." ucap alex mencium dahi agnes...
"Aku ingin bertanya..." tanya alex...
"Apa..." jawab alex...
"Apa kamu punya masah lalu yang kelam..." ujar agnes...
"Hmmm.. belum waktunya kamu mengetahui semua nya, jika kurasa semua sudah tepat aku akan memberitahu mu..." ucap alex...
"Baiklah..." jawab agnes...
"Apa kamu mau jadi sekretaris ku..." tanya alex...
"Sekretaris..." ujar agnes...
"Iya pengganti sekretaris ku yang lama..." ucap alex...
"Jadi yasmin sudah kamu pecat..." tanya agnes...
"Iyap, karena dia sudah berani menyakiti istri ku..." jawab alex...
"Aku mau, dari dulu aku ingin berkerja di sebuah perusahaan tapi ayah tidak mengizinkan ku..." ujar agnes...
"Kenapa..." tanya alex...
"Tidak ada, ayo kita masak seperti nya mereka sudah selesai makan malam..." ucap agnes yang tidak ingin alex bertanya lebih jauh lagi...
Mereka berdua kembali turun dari kamar dan langsung menuju dapur, di dapur agnes langsung mempersiapkan semua hal yang di perlukan untuk memasak dan alex hanya melihat keterampilan agnes...
"Jangan di lihati aja dong bantu..." ujar agnes...
"Kamu terlihat seksi jika sedang memasak..." ucap alex dengan senyuman penuh arti...
"Sejak kapan tuan alex yang dingin dan kejam pintar menggombal..." ujar agnes...
"Sejak kenal kamu..." ucap alex berjalan mendekati agnes dan memeluk nya dari belakang...
"Sayang, aku sedang memasak..." ujar agnes....
"Terus panggil aku dengan sebutan itu..." ucap alex...
"Hmmm, tidak aku sudah mempunyai penggilan yang tempat untuk mu..." ujar agnes...
"Apa..." tanya alex...
__ADS_1
"Om alex..." jawab agnes sambil tertawa...
"Jangan banguankan singa yang tenga tertidur..." bisik alex yang membuat bulu kuduk agnes merinding seketika...
"Hehehe... aku bercanda..." ucap agnes...
"Apa yang bisa ku bantu..." tanya alex...
"Kamu bisa potong bawang..." tanya agnes...
"Kalau tidak di coba mana kita tau..." ujar alex...
Agnes memberikan beberapa bawang dan pisau, alex mengambil pisau itu dan mulai menguapas kulit bawang itu...
"Kenapa susah sekali..." ujar alex yang sedari tadi hanya bisa mengupas satu bawang saja...
"Ayo sayang, kamu pasti bisa..." ucap agnes...
Alex pun semakin bersemangat ketika mendengar dukuangan dari agnes, seumur hidup nya baru kali ini ia berkutik di dalam dapur...
Setelah selesai mengupas kulit bawang ia memotong nya secara perlahan karena takut tangan mulus nya terkenah goresan pisau, mata nya yang terasa perih saat memotong bawang itu membuat alex bingung...
"Kenapa mata ku terasa sangat perih..." ujar alex sambil mengusap mata nya...
"Jangan di usap, lebih baik cuci wajah mu biar aku yang melanjutkan nya..." ucap agnes...
Karena merasa sudah kuat alex meninggal kan pekerjaan nya dan langsung mencuci wajah nya menggunakan air mengalir, setelah itu ia kembali mendekati agnes...
"Aku tidak mau memegang barang itu lagi..." ujar alex...
"Aku sedang membawa 2 telur..." ujar alex...
"Mana..." tanya agnes...
"Ini..." ucap alex sambil menunjuk telur yang ia maksud...
"Oww.. Jadi kamu ingin telur itu ku masak, berikan pada ku..." ujar agnes...
"Tidak aku bercanda..." ucap alex dan pergi mengambil telur di dalam kulkas...
"Kita mau masak apa..." tanya alex yang datang sambil membawa beberapa butir telur...
"Nasi goreng..." jawab agnes...
"Yes..." ucap alex dengan semangat...
"Kenapa..." tanya agnes yang bingung...
"Sudah lama aku tidak memakan makanan itu, aku sangat rindu..." jawab alex...
"Rindu pada nasi goreng..." tanya agnes...
"Iya..." jawab alex...
"Kenapa kamu suka sekali makan nasi goreng..." tanya agnes..
__ADS_1
"Dulu ibu ku sangat sering membuatkan ku nasi goreng saat aku kecil dan aku juga pernah di beri nasi goreng pada gadis kecil..." jawab alex...
"Gadis kecil mu itu..." tanya agnes...
"Iya, aku penasaran bagaimana keadaan nya sekarang..." ujar alex...
"Kenapa kamu tidak mencari nya..." tanya agnes...
"Aku tidak ingin mengingat kenangan buruk itu..." jawab alex...
"Jangan lupakan semua. Ingatlah dan hadapi. Jika tidak di hadapi, kau akan selalu menjadi anak kecil dengan jiwa yang tak pernah tumbuh..." ucap agnes...
"Kenapa tiba-tiba kamu menjadi bijak..." tanya alex...
"Aku hanya ingat kata-kata itu dari drama yang perna ku tonton..." ucap agnes...
"Tapi aku suka kata-kata itu..." ujar alex...
"Selesai..." ucap agnes...
Agnes mengambil dua piring dan menuangkan nasi goreng itu ke atas piring itu, agnes sengaja menuangkan lebih banyak ke piring alex. Setelah menuangkannya alex dan agnes menuju meja makan yang berada di dapur itu, yang biasa di gunakan oleh para pelayan...
"Rasa nya begitu luar biasa..." ujar alex...
"Terimakasih..." ucap agnes...
"Kamu harus sering-sering membuat kannya untuk ku..." ujar alex..
"Tidak, karena itu tidak baik untuk kesehatan mu..." jawan agnes...
Sementara itu erina sedang berada di suatu tempat bersama cika...
"Bagaimana ini tan..." ucap cika...
"Tenang lah, lusa kita jalankan rencana b..." jawab erina...
"Apa rencana itu akan berhasil..." tanya cika...
"Itu semua terganung pada diri mu..." jawab erina...
"Aku akan berusaha menjalankan nya..." ucap cika...
Agnes dan alex telah selesai makan malam, mereka berdua masuk kedalam kamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci kaki, setelah itu mereka naik keatas kasur untuk tidur...
"Selamat malam sayang..." ucap agnes...
"Jangan tidur dulu, kamu belum latihan hari ini..." ujar alex...
"Oh iya aku lupa..." ucap agnes dan langsung menyerang alex yang mambuat alex gelagapan menerima serangan itu, agnes sudah bisa mengusai pelajaran yang di berikan alex dari yang lembut sampai yang sedikit kasar...
"Kamu sudah jago..." ucap alex...
"Terimakasih..." ujar agnes...
Jangan lupa vote comen dan like...
__ADS_1