
Seperti yang di katakan Rizky tadi, malam ini mereka berdua bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang tua Rizky. Karena hanya menginap satu malam, Alana tidak perlu repot-repot menyiapkan banyak pakaian.
"Sudah siap sayang." Tanya Rizky.
"Apa bapak sangat mencintai saya, kenapa panggilan Alana telah berubah menjadi sayang." Tanya Alana.
"Apa pergulatan kita tadi cukup sebagai bukti rasa cinta ku pada mu? "
"Hehehe mana tau saya hanya sebagian pelampiasan hasrat bapak saja." Ucap Alana.
"Stttt jangan berkata seperti itu, itu sama saja kamu menganggap ku laki-laki tidak benar. Aku mencintai kamu Alana, lebih dari apapun." Kata Adit.
"Uwuw bibir kamu sangat manis sekali sayang." Alana mencium wajah Rizky.
"Bagaimana apa kamu sudah percaya jika aku mencintaimu." Tanya Rizky.
"Aku sangat percaya, karena aku juga sangat mencintai mu." Alana memeluk Rizky.
"Ayo kita berangkat, sebelum aku memakan mu lagi." Ucap Rizky.
Mereka berdua berjalan mendekati ruang makan untuk berpamitan, mereka tidak makan di rumah karena akan makan di rumah Rizky.
"Mau kemana kalian." Tanya Adit.
"Ini pah, aku mengajak Alana ke rumah orang tua ku malam ini, besok sebelum acara ulang tahun si payah itu kami berdua sudah pulang." Jawab Rizky.
"Alana bersikap baik dengan keluarga Rizky, jangan buat nama keluarga kita jelek." Ujar Fiona.
__ADS_1
"Iya mah, aku juga sudah pernah ketemu mereka." Kata Alana.
"Ingat kau harus sudah di sini sebelum malam." Ujar Verrel.
"Iya iya kau tenang saja."
"Aku titip salam untuk keluarga mu, jika ada waktu luang aku akan segera berkunjung." Ucap Adit.
"Iya pah." Rizky dan Alana pergi meninggalkan ruangan itu.
"Paman, apa mereka berdua memang menikah karena saling mencintai, atau perjodohan paman dengan orang tua Rizky." Tanya Verrel.
"Cerita nya panjang Verrel, ayah mu juga ambil peran dan kisah mereka. Sebenar nya saat Rizky masuk ke dalam Efron grup, paman sudah suka dengan sikap dan kepribadian nya, menurut paman Alana dan Rizky bisa menjadi pasangan yang cocok." Jawab Adit.
"Tapi Rizky yang dulu bukan seperti sekarang, dulu dia sebelas dua belas dengan Verrel, dingin, tidak banyak bicara dan omongan nya cukup menyakitkan." Saut Dylan.
"Ehmmm." Alvaro merasa tersindir.
Bukan hanya Alvaro, Vano, Verrel dan juga Dylan juga merasa tersindir.
Sesampainya di di sana Rizky dan Alana langsung masuk ke dalam. Keluarga Rizky menyambut Alana dengan sangat hangat, menurut mereka Alana memang menantu idaman mereka.
"Aku dengar Candra sudah kembali." Ucap Rizky.
"Ada di dalam kamar nya." Kata Bima ayah Rizky.
"Kalau begitu aku akan menemuinya." Ucap Rizky.
__ADS_1
"Pah, siapa Candra." Tanya Alana.
"Dia saudara kembar Rizky, tapi kamu jangan heran saat melihat nya. Mereka berdua tidak ada mirip sedikit pun dari wajah sampai sifat nya mereka berdua berbeda." Jawab Bima Rizky.
"Kenapa dia tidak pernah cerita pada ku." Ucap Alana.
"Mungkin belum saat nya, nanti pasti dia akan berbicara dengan mu." Kata Bima.
Rizky berjalan masuk ke dalam kamar Candra. Karena tidak di kunci Rizky langsung masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu.
Rizky berjalan mendekati Candra dan langsung mengambil botol minuman Alkohol dari tangan nya.
"Kau boleh minum, tapi jika setiap hari kau seperti ini. Itu sangat tidak baik untuk tubuh mu." Ucap Rizky.
"Kau." Candra melihat Rizky dengan pandangan yang kabur karena terpengaruh minuman Alkohol.
Candra mendekati Rizky dan memeluk nya. "Kau menemui ku, tidak marah lagi pada ku." Tanya Candra.
"Jangan bahas itu lagi, aku sudah melupakan nya." Jawab Rizky.
"Kau menikah tidak memberitahu ku, dimana ipar ku, apa dia cantik." Tanya Candra.
"Maaf, aku tidak punya banyak waktu saat itu. Istirahat lah nanti kita berbicara lagi." Jawab Rizky.
"Temani aku minum." Ucap Candra.
"Hmmm baiklah." Kata Rizky.
__ADS_1
Alana masuk ke dalam kamar nya di antar oleh adik ipar nya, ia bingung kenapa Rizky masih belum kembali. Ia menunggu suami nya di atas kasur dan karena Rizky tidak kunjung datang Alana pun tertidur. no