Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 40 S4


__ADS_3

"Sayang ini kamu," tanya Sonia sambil menyentuh jagung bakar Kenzo.


"Sonia kau kenapa, itu tidak sopan," ucap Kenzo.


"Diam lah aku sedang ingin membuktikan jika ini benar-benar kamu atau bukan. Besar tidak ada hutan nya, ini benar-benar kamu, kamu sudah berubah sayang," kata Sonia.


"Jangan aneh-aneh lihat adik ku bangun, sudah sekarang suapi aku."


"Bagus lah sekarang kamu sudah tidak mesum lagi, ucapan ku kemarin ternyata terkabulkan.


"Apa dulu aku sangat mesum," tanya Kenzo.


"Sangat-sangat dan sangat mesum. Syukurlah semua sudah berubah," jawab Sonia sambil menyuapi Kenzo bubur yang ia bawa tadi.


"Apa lagi yang belum aku tau," tanya Kenzo.


"Banyak sayang, nanti malam aku akan menjelaskan nya, sekarang kamu makan dulu baru minum obat setelah itu istirahat. Kamu masih proses penyembuhan," jawab Sonia.


Sementara itu karena Kenzo sudah selesai operasi dan operasi itu berhasil. Kenzi ingin fokus pada istri nya, ia ingin tau segala hal tentang Karla termasuk masa lalu Karla.


"Sayang jika aku tanya masa lalu kamu, kamu akan merasa takut tidak," tanya Kenzi.


"Untuk apa kamu menanyakan masa lalu ku mas," tanya balik Karla.


"Aku ingin tau saja, siapa tau aku bisa menyelesaikan masa lalu mu yang belum selesai, atau kamu mempunyai dendam pribadi aku akan membantu mu sayang," jawab Kenzi.


"Aku ingin mengambil hak ku mas, mereka merampas semua nya, mereka membunuh keluarga ku mas," Karla mulai menangis saat mengingat sesuatu yang menimpa keluarga nya dulu.


"Tenang sayang, cerita kan secara perlahan sayang," ucap Kenzi.


"Aku tidak tau siapa mereka mas, aku juga tidak tau apa mereka masin tinggal di rumah itu atau tidak," kata Karla.


"Apa rumah itu jauh dari sini," tanya Kenzi.


"Rumah ku jauh mas, aku lupa alamat pasti nya." jawab Karla.


"Siapa nama keluarga mu, kau berasal dari Rusia kan," tanya Kenzi.


"Ibu ku berasal dari Rusia dan ayah ku dari Indonesia. Pernikahan mereka tidak mendapatkan restu dari keluarga ibu ku, karena itu Ibu ikut dengan ayah dan membangun perusahaan sendiri disini, hanya itu yang aku ingat."


"Nama perusahaan nya," tanya Kenzi.


"Ald.. Ald aku lupa mas," jawab Karla.


"Aldiron." ucap Kenzi.

__ADS_1


"Iya mas Aldiron," kata Karla.


Kenzi sadar jika musuh nya saat ini tidak sembarangan. Aldiron grup salah satu perusahaan yang sangat besar dan salah satu pesaing Efron grup, Meskipun sudah menerima banyak gempuran dari Efron grup perusahaan itu masih berjaya.


"Kamu yakin sayang, itu bukan perusahaan kecil," tanya Kenzi.


"Aku rasa memang itu nama nya, tapi aku tidak yakin mas," jawab Karla.


"Ya sudah kamu tenang saja, hak mu tetap akan kamu dapatkan. Aku akan berjuang mengambil perusahaan itu untuk mu," ucap Kenzi.


Setelah sedikit tau tentang Karla. Kenzi langsung berjalan menuju kamar kakek nya, kebetulan Alvaro dan Alifa sedang menginap di sini.


"Kek boleh aku masuk," ucap Kenzi sambil memasukan kepala nya ke dalam kamar, karena kamar itu sudah terbuka.


"Masuk lah," kata Alvaro.


"Dari dulu masih seperti itu paman," tanya Kenzi saat melihat Alvaro dan Angel menidurkan Vero di tengah-tengah mereka berdua.


"Ya begini lah," jawab Alvaro.


"Ssttt nanti anak manja ini bangun lagi," kata Angel.


Dari kecil sampai sekarang Vero tidak mempunyai kamar sendiri, ya ia masih tidur bersama ke dua orang tua nya. Awal nya Alvaro merasa sangat kesal dengan Vero tetap mau bagaimana lagi Vero anak terakhir nya dan benar-benar sangat manja pada ke dua orang tua nya.


"Ayo Kenzi, nanti kalau dia bangun, dia akan marah aku tidak ada di dekatnya," ucap Alvaro.


Alvaro dan Kenzi keluar dari kamar itu, meninggal kan Angel yang masin setiap memeluk Vero.


"Bunda," ucap Vero tangan nya bergerak mencari ayah nya.


"Dimana ayah, kenapa meninggal kan ku," rengek Vero.


"Ada keperluan sayang, sudah kamu tidur dengan bunda saja," ucap Angel sambil memeluk Vero.


Di luar rumah Vero memang sangat dewasa dan terlihat mandiri tapi yang sebenarnya Vero adalah anak mami dan papi, tidur dengan orang tua nya adalah kebiasaan yang tidak pernah ia hilangkan.


"Ada apa Kenzi," tanya Alvaro.


"Apa kakek tau perusahaan Aldiron."


"Kau lupa, dia musuh kita, kenapa dengan nya? apa dia mengusik perusahaan kita?"


"Aku tau itu dad, mereka memang tidak mengusik perusahaan kita.Tapi mereka mengambil hak istri ku," kata Kenzi.


"Jadi keluarga mu istri mu dari sana," tanya Alvaro.

__ADS_1


"Iya dad, mungkin dulu saat di pegang oleh keluarga Karla perusahaan itu belum sebesar sekarang ini," jawab Kenzi.


"Iya perusahaan itu berkembang sangat cepat, kakek curiga mereka bermain dalam dunia bawa tanah," kata Alvaro.


"Maksudnya dad," tanya Kenzi.


"Mereka bermain dengan mafia, itu sangat bahaya untuk kita jika kita mengusik mereka secara pribadi. Kau sudah berusaha menggempur nya bukan, tetapi dia masih bisa bertahan, jika tidak dengan Mafia mana mungkin masih bisa bertahan."


"Jadi bagaimana kek, jadi Karla tidak bisa mendapatkan hak nya," tanya Kenzi.


"Kata siapa tidak bisa, Mafia harus bermain dengan Mafia, kakek mempunyai kenalan dengan Mafia yang cukup berkuasa, jika di minta pasti mereka akan membantu kita," jawab Alvaro.


"Ayo kek, kita ambil hak Karla," kata Kenzi.


"Tidak semudah itu Kenzi, kita rundingan masalah ini dulu, baru kita bisa bergerak," ucap Alvaro.


"Aku ingin yang terbaik kek, aku mempercayai mu kek," kata Kenzi.


Alvaro dan Kenzi mengumpulkan Verrel dan yang lainnya, mereka ingin meminta pendapat tentang rencana Kenzi untuk mengambil hak istri nya kembali.


"Daddy suka rencana mu sayang," ucap Verrel.


"Iya dad, ayo kita memulai peperangan ini," kata Kenzi.


"Kakek, Dylan dan Rizky akan menggempur mereka dari atas Alias persaingan perusahaan. Sedangkan kalian berdua akan bertemu dengan Mafia untuk membantu kalian menggempur dari bawa, kalian setuju," ucap Alvaro.


"Aku setuju saja," ujar Dylan.


"Aku ingin membawa Kenzo, dia sangat pintar," kata Kenzi.


"Dia sedang proses pemulihan bawa saja Vero," ujar Alvaro.


"Dia anak manja yah, apa bisa dia berpisah dengan mu," ujar Verrel.


"Dia adik mu, kau bisa membimbing nya agar tidak manja lagi," ucap Alvaro.


"Hadeh Kenzi, kita membawa masalah Kenzi," kata Verrel.


"Jadi kapan kita mulai dad," tanya Kenzi.


"Lusa kita berangkat, dua hari ini kau puas kan enak-enak mu, karena kita akan lama pergi," jawab Verrel.


"Aku akan membawa istri ku dad, dia pasti sangat penting dalam masalah ini."


"Kenzi benar, Karla pasti akan membantu kalian," kata Alvaro.

__ADS_1


__ADS_2