Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 257 S3


__ADS_3

Sebelum nya maaf jika lagi dan lagi terjadi konflik, karena satu bulan ini puasa tidak mungkin author bahas tentang kebiasaan mereka bertiga tentang ranjang, jadi author memilih konflik agar novel ini tidak monotor.


"Papah dimana suami ku, sudah sore belum pulang." Tanya Alana saat melihat Adit pulang.


"Suami mu, papah kira tadi langsung pulang. Tadi kami berdua berjumpa dengan rekan bisnis di salah satu restoran, tapi tiba-tiba ada wanita yang jatuh pingsan dan ternyata Rizky mengenal wanita itu. Papah meminta Rizky untuk mengantar wanita itu ke rumah sakit."


"Aku telepon saja pah." Ucap Alana.


"Maaf buk saya harus pulang ini sudah sore, istri saya pasti sudah menunggu saya." Rizky berniat untuk pulang Karena ia tidak mau larut dalam masalah ini.


"Halo sayang." Ucap Rizky.


"Kamu dimana, papah sudah pulang." Tanya Alana.


"Aku, aku sedang di luar sayang. Sebentar lagi aku akan pulang." Jawab Rizky.


"Aku tunggu sayang, jangan lama-lama." Alana mematikan sambungan telepon itu.


"Kau sudah menikah Rizky." Tanya Aminah.


"Sudah buk, saya harus pulang." Jawab Rizky.


"Ibu-ibu buk." Teriak Fina.


"Fina." Aminah langsung berlari mendekati Fina.


"Fina, kamu kenapa ada apa." Tanya Aminah.


"Ibu Rizky buk, Fina bertemu dengan Rizky buk." Jawab Fina.


"Iya sayang ibu juga bertemu dengan nya." Jawab Aminah.


"Rizky, kamu di sini." Ucap Fina.

__ADS_1


"Rizky yang mengantar kan mu nak." Ujar Aminah.


"Rizky aku mohon jangan tinggal kan aku, hidup ku tak lama lagi."


"Maaf Fina, aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istri ku. Dia sedang mengandung anak ku, aku juga tidak ingin mengecewakan keluarga ku. Semoga kamu cepat sembuh, andai saja dulu kamu tidak menghindar dan jujur atas penyakit mu, kita pasti tidak seperti ini." Ucap Rizky dan berbalik badan untuk meninggalkan ruangan itu.


"Rizky tunggu ahh." Fina terjatuh dari ranjang nya.


"Rizky bantu Fina." Aminah berusaha membantu Fina kembali naik ke atas ranjang.


Rizky berlari mendekati Fina dan membantu nya naik ke atas ranjang.


"Jangan tinggalkan aku, temani aku." Fina memeluk tangan Rizky.


"Hangat sekali." Batin Rizky.


"Ibu membeli makanan dulu, kalian berdua berbincang lah." Ucap Aminah dan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Saat ini kau sudah mengecewakan nya, aku tidak mau melepaskan mu, kau tunangan ku sampai kapan pun tunangan ku." Ucap Fina.


"Fina, aku bukan milik mu, aku milik orang lain."


"Tidak Rizky hiks hiks hiks kau milik ku, ahhh aahhh sakit ahhh." Fina merasakan sakit yang luar biasa di perut nya.


"Fina, Fina bagaimana ini." Rizky panik saat melihat Fina kesakitan.


Rizky berlari keluar untuk memanggil dokter. Setelah dokter memeriksa Fina, dokter meminta Rizky untuk ikut dengan nya.


"Mas apa anda pacar nya."


"Tidak dok, saya teman nya." Ucap Rizky.


"Mas apapun permintaan Fina sebisa mungkin di kabulkan, jangan membuat nya tertekan mas. Fina benar-benar sudah di masa terendah dalam hidup nya."

__ADS_1


"Iya dok, terimakasih."


Rizky kembali masuk ke dalam ruangan Fina. "Apa hidup ku tak lama lagi." Ucap Fina dengan pandangan yang kosong."


"Kata siapa, kamu akan tetap hidup, hidup mu masih panjang."


"Tidak Rizky hiks hiks hiks, aku sudah tau itu." Ucap


"Fina, Tidak Fina kamu jangan menangis."


"Jangan tinggal kan aku Rizky, temani aku untuk terkahir kali nya."


Rizky hanya diam ia sama sekali tidak bisa berjanji apapun pada Fina.


Pukul 10 malam Aminah baru kembali ternyata Aminah pulang ke rumah untuk mengambil pakaian Fina.


"Aku harus pulang." Ucap Rizky.


"Tidak jangan tinggal kan aku." Kata Fina.


"Besok aku akan kembali aku harus pulang."


"Kamu janji akan datang lagi." Tanya Fina.


"Rizky kamu janji."


"Iya aku janji, Kamu harus semangat untuk sembuh." Ucap Rizky.


Sementara itu Alana sudah terlelap di atas sofa ruang tamu, ia ketiduran karena terlalu lama menunggu Rizky pulang.


"Sayang." Rizky langsung mendekati Alana dan membawa nya masuk ke dalam kamar.


"Aku bingung sayang, bagaimana ini. Aku takut menyakiti mu, tapi Fina juga membutuhkan ku." Batin Rizky.

__ADS_1


__ADS_2