
Beberapa bulan telah berlalu, Verrel semakin menggemaskan dan Alvaro semakin cemburu dengan anak nya. Tapi rasa cemburu itu tidak seperti sebelumnya, ia hanya cemburu karena Angel sangat memperhatikan Verrel berbeda dengan diri nya yang merasa terasingkan. Tapi karena sudah mendapatkan jatah setiap malam Alvaro tidak terlalu mempermasalahkan itu.
"Ayah." Kata pertama yang keluar dari mulut anak nya yang baru berusia 5 bulan."
Bagaimana perasaan Alvaro? tentu saja ia sangat senang, dan langsung memeluk, menggendong dan mencium Verrel, ia tidak menyangka jika kata pertama yang keluar dari mulut anak nya adalah ayah.
Berbeda dengan Alvaro, Angel merasa sedikit kesal. Ia tidak tau kenapa Verrel bisa mengatakan itu, padahal yang setiap saat bersama Verrel adalah diri nya. "Sudah lah, mungkin dengan ini dia tidak akan cemburu lagi dengan anak nya." batin Angel.
"Sayang, berikan verrel pada ku, kamu sudah terlalu lama menggendong nya." Ucap Angel.
"Tidak, aku tidak mau, aku masih ingin menggendong anak ku, ini anak ku dia mengatakan ayah."
"Iya kan sayang, coba panggil ayah sekali lagi." Ucap Alvaro.
"Ayah."
"Lihatlah dia memanggil ku ayah lagi, Kamu mau apa mobil, rumah atau apa ayah akan berikan apapun." Ucap Alvaro.
"Dia hanya ingin bunda nya, berikan sini dia harus minum." ujar Angel.
"Kamu haus sayang, ayah berikan ke bunda lagi ya, nanti kita main lagi." ucap Alvaro dan memberikan Verrel ke Angel.
__ADS_1
Sementara itu Fiona merasakan sakit di perut nya, jika di hitung memang saat ini ia tinggal menunggu kelahiran bayi nya. Rasa sakit itu semakin menjadi, Fiona sudah tidak bisa manahan nya.
"Ahhh sayang, perut ku sakit." Teriak Fiona.
Adit yang masih berada di kamar mandi, mempercepat aktifitas nya, setelah itu ia langsung berlari menghampiri Fiona.
"Aku sudah tidak tahan." Ucap Fiona.
"Sayang, kamu kenapa." Tanya Adit yang kebingungan.
Kebetulan di rumah ini sedang ada dokter yang berkunjung untuk memeriksa Vano yang sedang sakit, semenjak istri nya hamil Vano mudah sekali jatuh sakit mahalan hampir setiap bulan.
Adit langsung berlari ke kamar Vano untuk memanggil dokter.
"Mari kita lihat."
Mereka berdua kembali ke kamar Fiona, Fiona sudah sangat lemas karena air ketuban nya sudah pecah.
"Seperti nya akan melahirkan di rumah." Ucap dokter dan langsung menyiapkan semua nya.
Mereka semua kecuali Vano menunggu di depan pintu kamar Fiona, Sedangkan Adit berada di samping Fiona, yang sedari tadi mencengkram kan tangan nya di tubuh Adit.
__ADS_1
"Sayang, pelan kan sedikit, ini sangat sakit." Ucap Adit.
"Diam, aku yang lebih sakit." teriak Fiona.
Setelah berjuang dengan penuh keringat akhirnya bayi perempuan manis berhasil keluar dengan selamat. Mereka berdua sangat lega dan terharu saat melihat bayi cantik itu.
"Anak ku." Ucap Adit.
Adit merasakan tangan dan tubuh nya terasa perih semua, akibat cengkraman tangan Fiona yang kuku nya memang cukup panjang.
Adit menggendong anak nya, dengan sangat hati-hati, wajah nya sangat mirip dengan nya, hanya saja bibir dan mata nya lebih mirip ke Fiona.
"Sayang anak kita." Adit menunjukan bayi cantik itu pada Fiona.
"Iya sayang, dia sangat cantik seperti ku." Ucap Fiona.
Keluarga yang lainnya ikut masuk ke dalam kamar Fiona, mereka sangat senang karena mendapat kan anggota keluarga baru yang sangat cantik.
"Lihat kamu mendapat kan seorang adik perempuan." Ucap Alvaro yang berbicara pada Verrel.
"Bagaimana kalau kita jodohkan saja mereka." Ucap Alvaro.
__ADS_1
"Tidak boleh bodoh, mereka saudara tidak boleh menikah." Ujar Adit.
"Ohh begitu, ya kamu harus mencari wanita cantik lainnya. Tenang saja ayah akan membantu mu." Ucap Alvaro.