
"Mas, aku tidak mengerti apa yang kamu inginkan." Ucap Afka.
"Kita akan bersenang-senang." Verrel menarik tangan Akifa dan menindih tubuh nya.
"Kita akan melakukan hal itu." Tanya Akifa.
"Sedari tadi aku membicarakan hal itu tapi kau tidak mengerti." Jawab Verrel.
"Tapi aku belum siap, aku takut." Ucap Akifa.
"Takut kau mau menikah dengan ku, tapi kau takut melakukannya." Kata Verrel.
"Aku hanya membantu bunda mu, aku kasihan dengan nya. Aku sudah tidak memiliki siapa-siapa..
"Stop, aku tidak ingin mendengar cerita sedih dari mu, aku ingin bersenang-senang." Verrel memotong ucapan Akifa.
"Aku juga belum pernah melakukan nya, ini juga yang pertama untuk ku." Verrel membuka kancing atas baju Akifa.
"Mas, aku takut jangan sekarang." Akifa menahan tangan Verrel.
"Aku berikan pilihan pada mu, kita bersenang-senang malam ini, atau aku akan menyewa wanita lain dan melakukan nya di depan mu." Tanya Verrel.
"Jawab." Teriak Verrel.
"Aku memilih pilihan pertama." Ucap Akifa dengan suara yang bergetar.
Verrel merobek baju Akifa secara paksa. Ia menelan air liur nya secara kasar saat melihat tubuh mulus Akifa.
"Jangan takut, kita akan menggapai surga dunia bersama." Verrel meletakkan tangan Akifa ke punggung nya.
__ADS_1
Verrel mulai menulusuri leher jenjang Akifa, Akifa memejamkan mata nya merasakan lidah Verrel yang sangat lihai merasakan setiap inci leher nya.
"Mas, geli." Akifa mendorong kepala Verrel.
"Ada apa, kenapa kau mendorong kepala ku. Siapa nama mu." Tanya Verrel.
"Akifa."
"Aku memanggil mu sayang." Verrel menarik kaca mata Akifa.
"Glek." Verrel kembali menelan air ludah nya saat melihat milik Akifa yang sangat menggoda nya.
"Kau tau kenapa punya mu, terlihat lebih kencang dan menegang."
"Tidak tau aku malu." Akifa ingin menutupi milik nya.
"Itu karena kau mulai terangsang, apa milik mu sudah basah, hahaha aku sangat suka dengan wanita polos seperti mu." Verrel menaik tangan Akifa agar tidak menutupi benda itu.
20 menit telah berlalu, milik Akifa sudah memerah dan semakin mengencang, Verrel mencium bibir Akifa dengan lembut. Ciuman pertama Akifa telah di ambil oleh Verrel.
"Sayang, kamu siap, rasakan milik ku sudah ingin masuk." Ucap Verrel.
"Aku tidak siap." Ujar Akifa.
Verrel merasa sangat kesal karena Akifa selalu menolak nya, ia bangkit dari tubuh Akifa dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan membanting pintu kamar mandi dengan kuat.
"Kurang ngajar, kenapa dia mau menikah dengan ku jika tidak mau melayani ku." Ucap Verrel yang terpaksa harus berolahraga 5 jari.
Akifa langsung kembali memakai pakaian nya, ia tau jika Verrel sangat marah pada nya.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan, dia sangat marah pada ku, aku ingin melakukan nya ketika kami berdua saling mencintai." Batin Akifa.
Setelah 10 menit Verrel keluar dari kamar mandi, ia mengambil pakaian di lemari dan langsung memakainya.
"Maaf mas, aku...
"Kau memang benar-benar menantang kesabaran ku, apa kau harus melihat nya langsung Bagaimana cara melayani suami mu, baik lah aku turuti kemauan ku, aku akan menyewa wanita agar kau tau cara nya." Verrel mengambil HP nya untuk memanggil wanita yang ia maksud.
Akifa bangkit dari atas kasur dan langsung bersujud memeluk kaki Verrel, ia tidak mungkin bisa melihat suami nya melakukan hal seperti itu di depan nya dengan wanita lain.
"Maaf mas, aku akan menyerah kan semua nya, ayo kita lakukan." Ucap Akifa sambil menangis.
Verrel menarik tangan Akifa dan membanting nya di atas kasur. "Kau kira aku masih bernafsu." Teriak Verrel.
"Kali ini aku mengampuni mu, tapi ingat jika aku ingin melakukan nya kapan pun dan dimana pun, kau tidak boleh menolak ku, atau aku akan menceraikan mu di depan orang tua ku langsung." Ucap Verrel.
Verrel merebahkan diri nya di atas kasur, ia membiarkan Akifa yang masih menangis membelakangi nya.
Hati Verrel tersentuh mendengar tangisan Akifa, ia tangisan Akifa sangat dalam. Verrel menarik Akifa dan memeluk nya dari samping, ia mengusap rambut Akifa dengan tangan nya.
Begitu lah Verrel, ia bisa merah semarah mungkin tapi bisa lembut juga dengan seorang wanita. Walaupun hati nya merasa kesal dengan Akifa tapi masih mau memeluk Akifa.
"Berhenti lah menangis, aku sangat benci mendengar wanita menangis, kau tau tangisan mu sangat mirip dengan bunda ku, itu sebab nya aku memeluk mu." Ucap Verrel.
"Ku bilang berhenti menangis." Teriak Verrel karena Akifa masih belum berhenti menangis.
Akifa berusaha menghentikan tangisan nya, walaupun air mata nya masih menetes tapi sudah tidak menimbulkan suara.
"Aku minta maaf." Ucap Akifa.
__ADS_1
"Aku tidak akan marah pada mu jika kau tidak berbuat kesalahan, aku benci penolakan, aku benci wanita cengeng. Kau paham." Ucap Verrel