
Untuk berciuman ini bukan yang pertama bagi Monica. Ia sering melakukan nya dengan para mantan pacar nya, tapi ciuman kali ini terasa sangat berbeda, Rian seperti menyalurkan sesuatu yang membuat diri nya terasa sangat nyaman berada di dekat Rian.
"Ciuman mu buruk," ucap Monica.
Rian hanya tersenyum kaku, sudah bertahun-tahun lama nya ia tidak mencium wanita, hal itu membuat nya sedikit kaku, apalagi jantung nya yang berdetak sangat cepat yang membuat Rian semakin tidak berkonsentrasi.
"Kau sangat jago," ucap Rian.
"Akan aku tunjukan bagaimana cara berciuman dengan benar," kata Monica sambil menarik tengkuk leher Rian. Rian benar-benar gelagapan saat Monica menebas mulut nya, ia malah di bimbing oleh Monica bukan diri nya yang membimbing istri nya.
Setelah beberapa saat mereka berdua kembali melepaskan ciuman itu, nafas Rian sangat tidak beraturan karena ia sama sekali tidak bisa mengimbangi Monica. Berbeda Dengan Monica yang tersenyum puas ketika melihat suami nya yang tidak berdaya.
"Kau wanita atau tidak," ucap Rian.
"Hahaha kau pria atau wanita, kau sangat memalukan untung kau bertemu dengan ku jika kau bertemu dengan gadis lain mungkin kau akan malu," kata Monica.
"Kau bukan gadis yang polos," ucap Rian.
"Rian tidak ada gadis yang polos, sudah kita hanya sebatas ciuman saja tidak lebih," tanya Monica.
"Kau ingin lebih," tanya balik Rian.
"Ya kalau kau mau aku tidak masalah," jawab Monica.
"Mohon maaf Monica, aku harus ke Kantor, nanti malam saja." Rian mendorong Monica keluar dari dalam kamar mandi.
"Ah pria itu, kenapa sangat sulit aku ajak tidur, kata teman ku sangat muda mengajak pria tidur tapi kenapa Rian tidak," batin Monica.
Monica berjalan masuk ke dapur, di sana sudah banyak makanan yang Rian masak. Selain pria yang sangat sabar Rian juga pria yang jago masak, hal tersebut membuat Monica semakin merasa beruntung mendapatkan suami seperti Zayn.
"Makanan untuk tetangga sebelah," ucap Monica saat membaca tulisan di salah satu makanan.
"Enak saja, jika mau ambil sendiri, seperti Raja saja selalu di antar kan," batin Monica.
Tanpa ampun Monica melahap semua makanan yang Rian masak, ia sangat suka masakan dari Rian yang sudah seperti chef profesional.
__ADS_1
Nadya sedang berusaha memasak untuk pertama kali nya, ia mencoba memasak telur goreng dengan melihat resep dan cara di youtube. Dengan sungguh-sungguh Nadya mulai memasak, ia yakin masakannya akan terasa sangat lezat.
"Semoga saja akan terasa sangat enak," batin Nadya.
Nadya sengaja tidak membangunkan suami nya karena ia ingin membuat kejutan untuk Zayn Tapi salah sangka Zayn terbangun lebih dulu dengan celana dengan basah kebas. Bukan karena Zayn mengompol tetapi Zayn kembali mimpi basah, mungkin karena benih nya sudah harus keluar dari tempat nya.
"Dengan Nadya wow, aku tidak menyangka," batin Zayn.
Zayn masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, ia tidak mengganti seprai nya yang juga ikut basah karena benih nya.
"Aku jadi ingin melakukan nya," batin Zayn.
Nadya sudah selesai memasak telur goreng, warna telur itu terlalu coklat karena gosong, pinggiran nya pun sudah terlihat kehitaman. Nadya tidak berani mencicipi masakan nya, ia takut keracunan yang membuat nyawa nya melayang.
"Hmmmm kalau dia melihat masakan ku, aku bisa habis di buli oleh nya," batin Nadya.
Nadya memilih membuang makanan itu, ia takut Zayn malah mentertawakan nya saat melihat masakan yang memang tidak layak untuk di makan. Saat Nadya ingin menjatuhkan makanan itu ke tong sampah Zayn datang dan berteriak dengan keras.
"Jangan Nadya," teriak Zayn yang membuat Nadya gagal membuang makanan itu.
"Zayn," ucap Nadya.
"Kau mau memakan nya," tanya Nadya.
"Aku memang lapar, tapi kenapa bentuk nya seperti itu. Siapa yang memasak nya," tanya Zayn.
"Aku," jawab Nadya.
"Kau yang memasaknya, hahaha kau tidak bisa memasak malah memasak. Oke karena aku menghargai kerja keras mu aku akan memakannya," ucap Zayn.
Zayn mengambil telur goreng itu dengan porsi yang besar. Dengan sekali lahap Zayn menghabiskan telur itu, awal nya Zayn tersenyum karena Nadya sudah mau bekerja keras. Tetapi senyuman itu menghilang seketika saat telur itu mulai mengobrak-abrik mulut nya. Rasa nya sangat tidak enak, asin, manis dan pahit bercampur menjadi satu. Nyawanya perlahan terbang melayang lepas dari tubuh nya, Zayn menarik kembali nyawa nya agar masuk ke dalam tubuh nya karena ia belum merasakan enak-enak.
Zayn berlari ke arah kamar mandi dan langsung memuntahkan semua nya, bukan nya ia tidak menghargai kerja keras Nadya tetapi demi keberlangsungan hidup nya Zayn harus mengeluarkan makanan itu.
"Maafkan aku, pasti rasa nya sangat aneh," ucap Nadya.
__ADS_1
Rian berjalan menyusul Monica yang sedang menikmati masakan nya. Dahi nya mengkerut saat melihat makanan yang ia sisihkan untuk tetangganya masih belum Monica antar kan.
"Monica antar kan, makanan ini," ucap Rian.
"Rian kenapa kita yang mengantarkan nya, bukannya mereka yang memerlukan makanan ini, harus nya mereka yang mengambil nya."
"Monica jika berbuat baik jangan setengah setengah, aku saja yang mengantarkan nya," ucap Rian.
Zayn dan Nadya duduk berdua menghadap meja makanan kosong, mereka berdua berpikir keras agar mereka tidak kelaparan terus setiap pagi nya.
"Aku punya ide, lebih baik kita membeli makanan dari malam, dan pagi nya aku akan memanaskan nya," kata Nadya.
"Mau tidak setuju, kau tidak bisa di dapur kau harus belajar dulu. Memasak telur saja sampai membuat dapur berantakan seperti ini, lagi pula makanan yang di panas kan sangat tidak sehat," ucap Zayn.
"Jadi mau bagaimana lagi," tanya Nadya.
"Ting tong," suara bel berbunyi.
"Aku rasa itu Rian," ucap Zayn dan langsung berlari ke arah pintu.
"Rian kau penyelamat ku," kata Zayn.
"Hahaha aku tau pasti kau lapar kan, tunggu apa lagi sikat lah," ucap Rian.
"Rian masuk lah dulu, kita makan bersama ada yang ingin ingin aku bicarakan," kata Zayn.
"Baiklah," ucap Rian.
Zayn membawakan makanan yang Rian berikan ke atas meja makan. Sebelum diri nya dan Nadya makan terlebih dahulu Zayn menyiapkan makanan untuk Rian.
"Terima kasih," ucap Rian.
Nadya sebenarnya sangat malu pada Rian, tapi mau bagaimana lagi rasa lapar membuat rasa malu nya menghilang.
"Apa yang ingin kau bicarakan," tanya Rian.
__ADS_1
"Begini, istri ku dan aku sedang kebingungan. Aku mohon pada mu Rian, saat istri ku lagi berusaha belajar memasak tolong jadi lah chef untuk kami, aku akan membayar mu berapa pun yang kau mau," jawab Zayn.
"Oh hanya itu, tidak perlu membayar. Cukup bantu aku untuk menyediakan bahan makanan," kata Rian.