Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 333 S3


__ADS_3

"Sayang," ucap Verrel, ia sudah tidak bisa menahan nya lagi.


"Cepat sayang waktu kita tidak banyak," kata Akifa.


Dengan terpaksa Verrel kembali memakai pakaian nya dan langsung turun kembali untuk membeli pengaman.


Sial nya Verrel tidak menemukan pengaman itu di dekat hotel tempat ia menginap. Ia sadar jika ini hotel pasti banyak yang membeli barang tersebut.


Verrel mengambil mobil nya dan langsung pergi mencari pengaman itu lebih jauh lagi. Sudah 15 menit berlalu Verrel masih tidak menemukan barang yang ia cari, Verrel merasa hari ini hari ter sial nya.


Sudah 3 tokoh ia datangi dan Verrel masih belum menemukan barang yang ia cari, Verrel memukul setir mobil nya karena ia sangat kesal.


Saat mencari hp nya Verrel malah menemukan barang yang ia cari." Ah sial, kenapa tidak dari tadi," ucap Verrel.


Verrel tidak tau siapa yang menyimpan barang itu di mobil, ia yakin antara Dylan ataupun Rizky karena mereka berdua juga memerlukan nya.


Sesampainya di kamar hotel, tanpa ampun Verrel langsung menerkam Akifa, ia harus mengurangi ronde yang ia inginkan karena waktu yang terbuang saat mencari pengaman.


Waktu Verrel tinggal satu jam lagi, si kembar sudah bangun sejak 30 menit yang lalu, mereka berdua terus menangis mencari ke dua orang tua nya. Alvaro sudah memberikan asi milik Akifa tetapi mereka berdua tidak mau. Sudah berbagai cara Alvaro dan Angel lakukan untuk menenangkan cucu mereka tetapi sama sekali tidak membuahkan hasil.

__ADS_1


"Sudah sayang anak kita pasti menangis," ucap Akifa.


"Bentar lagi sayang, sedikit lagi," kata Verrel.


Tubuh mereka gemetar bersama, dan akhirnya mereka berdua selesai menuntaskan pertempuran panjang itu. Verrel mengambil hp nya yang berbunyi dan langsung mengangkat nya.


"Iya yah, ada apa," tanya Verrel dengan nafas yang tidak beraturan.


"Anak mu Verrel pulang lah, mereka sudah menangis sudah dari tiga puluh menit yang lalu," jawab Alvaro.


Verrel langsung mematikan hp nya dan langsung memakai pakaian nya. Akifa yang masih sangat lemas kebingungan saat melihat Verrel begitu terburu-buru.


Akifa yang tadi nya lemas energinya langsung penuh seketika. Akifa juga memakai pakaian nya agar mereka bisa cepat cek out dari hotel ini.


Alvaro semakin kebingungan bagaimana cara menenangkan cucu nya ini, satu berhenti menangis yang satu menangis dan sebaliknya. Sampai air mata mereka berdua sudah tidak menetes lagi.


"Sayang popok mereka penuh," ucap Angel.


Alvaro lemas seketika, jadi si kembar menangis karena popok mereka berdua sudah penuh. Alvaro dan Angel menggantikan popok itu dan langsung memberikan asi pada mereka berdua. Tak lama mereka berdua kembali tertidur lagi.

__ADS_1


"Ayah dimana anak ku," ucap Verrel yang sudah sampai di rumah.


"Kau telat 30 menit dan mereka berdua sudah tertidur kembali," kata Alvaro.


"Ayah kau sudah membuat ku seperti tidak bernafas dan saat aku datang mereka sudah tidur," ucap Verrel.


Verrel dan Akifa membawa anak mereka kembali ke kamar, Kenzo dan Kenzi terbangun saat di gendong orang tua mereka.


Verrel meletakan mereka berdua di atas kasur lalu menghujani wajah mereka dengan ciumannya. Jangan kan anak mereka Akifa saja tidak berdaya jika Verrel sudah menciumnya, bulu halus di wajah nya membuat sensasi tersendiri.


"Maafkan daddy sayang, daddy terlalu bersemangat," ucap Verrel.


Sore hari nya Alvaro memanggil Verrel ke kamar nya, ntah kenapa Verrel merasa cukup takut pada Verrel, apalagi semenjak ia ingin mempunyai anak lagi dan Verrel menentang nya.


"Tes pack untuk apa yah," tanya Verrel.


"Maaf Verrel, seperti nya yang tidak kau ingin akan terwujud, tapi masih dugaan ayah dan bunda," jawab Alvaro.


"Ayah sudah aku katakan jangan sampai kebobolan, kenapa seperti ini, aku tidak tega pada bunda yah," ucap Verrel.

__ADS_1


"Mau bagaimana lagi Verrel, tapi juga belum pasti jangan marah dulu pada ayah," kata Alvaro.


__ADS_2