
Beberapa minggu telah berlalu. Keluarga Efron sudah siap untuk menyambut keluarga baru mereka yaitu anak dari Kenzo dan Sonia. Sonia juga sudah tidak di perbolehkan kemana-mana, ia hanya di rumah nya saja.
Saat ini juga Sonia sudah sangat kesulitan untuk berjalan. Beban di perut nya membuat Sonia cepat lelah. Jadi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan Kenzo membelikan Sonia kursi roda. Axel dan para sepupu yang lainnya juga pindah ke rumah Kenzo, saat para suami bekerja para istri bisa saling menjaga, terutama untuk Sonia.
"Sayang aku tidak ke kantor ya," ucap Kenzo.
"Kenapa," tanya Sonia.
"Aku khawatir dengan mu, satu minggu lagi kamu masuk ke 8 bulan, aku takut kamu tiba-tiba melahirkan," jawab Kenzo.
"Hahaha iya iya, aku juga ingin bersama mu," kata Sonia.
Kenzo membuka baju yang menutupi perut istri bya Ia mencium dan mengusap perut itu dengan sangat lembut. Kenzo terkejut saat beberapa tendangan terasa di wajah nya.
"Dia nendang," ucap Mereka berdua.
"Hahaha iya, aku merasakan nya. Apa mungkin anak kita sedang bermain bola di dalam sana," kata Kenzo.
"Mana mungkin sayang kamu ada-ada saha, nanti kalau mereka main bola kaki nya lepas dari tempat nya," ucap Sonia.
"Sayang anak-anak daddy, bertahan sebentar lagi di sana, walaupun daddy sudah sangat mengharapkan kehadiran kalian semua," kata Kenzo.
"Kamu sudah mempersiapkan nama mereka," tanya Sonia.
__ADS_1
"Sudah dong, Nama anak pertama Niall, anak ke dua Harry, anak ketiga Louis, anak ke empat Liam dan anak wanita kita Silver queen," jawab Kenzo..
"Ha Silver queen, nama coklat sayang, kamu jangan aneh-aneh," ucap Sonia.
"Hahaha tidak papa, dia manis seperti coklat, tapi nama itu masih aku pikirkan lagi, aku masih bingung menambahkan nama panjang mereka," kata Kenzo.
"Ya sudah masalah nama anak aku serahkan pada mu saja," ucap Sonia.
"Sayang, apa saat mereka dewasa nanti mereka akan memiliki sifat yang sama," tanya Kenzo.
"Seharusnya kamu bisa menjawab pertanyaan itu, aku tanya pada kamu. Apa kamu dan Kenzi memiliki sifat yang sama?"
"Tidak kami cukup ada perbedaan," kata Kenzo.
"Nah mungkin begitu juga dengan anak kita nanti, mereka pasti memiliki sifat yang sama tetapi mereka juga pasti memiliki sifat yang berbeda juga, pasti ada juga yang pintar seperti mu, ada yang tampan seperti mu, ada juga yang galak seperti mu, dan pasti juga ada yang keras kepala seperti ku. Dan anak kita pasti cantik dan seksi seperti ku," ucap Sonia.
Di tempat lain, dari semua sepupu Kenzo dan Kenzi hanya Rakha yang terjun ke dunia bisnis. Ia meneruskan semua bisnis kakek nya dan sudah pasti bisnis yang ia jalankan sendiri. Saat ini cafe milik Vivi pun sudah ia akusisi, semua ini demi kebaikan Vivi yang sedang menjalani progam kehamilan.
"Sayang cafe ku apa kabar," tanya Vivi.
"Kabar baik," jawab Rakha.
"Kata teman-teman ku cafe itu sudah berubah menjadi restoran yang besar," tanya Vivi.
__ADS_1
"Tidak kok, aku tetap mempertahankan bangunan awal. Memang aku akan membuat Restu besar di sisi kanan Cefe mu, tapi beda Pasar dan target Sudah kamu tenang saja aku ini pebisnis yang handal," jawab Rakha.
"Ya ya ya ya, sayang waktu itu Anita sudah hamil saat tiga minggu setelah pernikahan," kata Vivi.
"Positif tingking saja sayang kita masih di beri waktu banyak untuk menikmati masa pengantin baru kita tanpa gangguan. Mungkin juga benih kakek lebih ku, tapi untuk urusan stamina aku masih atas nya."
"Hahaha mungkin saja sayang, aku tidak memikirkan tentang anak ku. Kamu jangan ke bawa pikiran ya," kata Vivi.
"Aku tidak khawatir kok, kamu tenang saja lah, kamu tau enak nya jadi pebisnis itu aku bisa bekerja kapan saja, tidak ada yang meminta ku datang pagi. Tidak seperti yang lainnya," ucap Rakha.
"Hahaha iya benar, yang lainnya sudah di tinggal kerja sedangkan aku masih ada kamu, ahkkk aku mencintaimu kamu." Vivi memeluk Rakha dengan erat.
"Jangan peluk peluk nanti aku gas," ucap Rakha.
"Gas gas apa, itu handphone kamu berdering," kata Vivi.
"Siapa pagi-pagi nelepon sayang," tanya Rakha.
"Lah kok tanya aku, kan itu handphone kamu," jawab Vivi.
"Halo," ucap Rakha.
"Rakha kamu bagaimana si, kamu niat tidak bertanggung jawan dengan bayi ini, aku sudah tidak ikut model demi bayi ini tapi kamu tidak memberikan nafkah kami," kata Alice.
__ADS_1
"Aku lupa, sudah nomor rekening mu tetap sama kan. Ya sudah aku kirim sekarang," ucap Rakha.
"Sayang kamu kok ceroboh seperti ini si, kamu mengabaikan kewajiban mu," kata Vivi