Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 184 S3


__ADS_3

"Kamu benar-benar tidak menganggap ku ada." Rizky menutup telinga nya.


"Diam, semua laki-laki sama brengsek." Teriak Alana.


"Apa kamu sudah pernah mencoba semua laki-laki sampai kamu tau jika semua laki-laki sama." Tanya Rizky.


"Aku bilang diam, jangan bicara lagi." Teriak Alana.


"Semua wanita sama, selalu merepotkan." Batin Rizky.


"Hiks hiks hiks, aku benci kamu Satya." Alana menangis sambil menutup wajah nya.


Rizky tidak menjalankan mobil nya sampai Alana berhenti menangis, kurang lebih satu setengah jam Alana baru berhenti menangis.


"Sudah puas menangis laki-laki seperti dia." Rizky memberikan tisu pada Alana.


"Terimakasih." Alana mengusap semua air mata nya.


"Ahh wajah ku bengkak." Teriak Alana saat melihat wajah nya di cermin.


"Bisa tidak, kalau berbicara jangan berteriak, kuping saya sakit." Ucap Rizky.


"Diam pak, lihat wajah saya bengkak, kalau sampai kantor seperti ini bapak bisa di kira yang melakukan hal buruk pada saya."


"Kamu benar, cepat bersihkan wajah mu, jangan sampai nama saya tercoret jelek." Kata Rizky.


"Iya iya." Alana mengambil make up di dalam tas nya dan Rizky mulai menjalankan mobil nya.


Sesampainya di kantor wajah Alana masih terlihat sedikit bengkak, itu membuat diri nya menjadi pusat perhatian. Alana bersembunyi di belakang tubuh Rizky sambil menutup wajah nya dengan jas yang di kenakan Rizky.


"Kau membuat kita menjadi pusat perhatian Alana." Ucap Rizky.

__ADS_1


"Diam pak, cepat aku malu." Ujar Alana.


"Alana, Rizky kenapa dengan kalian berdua." Tanya Adit.


"Tidak papa pak." Jawab mereka berdua secara kompak.


"Ayo ikut saya, kita akan membicarakan hal penting." Ucap Adit.


Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan Adit dan Alana mulai melepas kan jas Adit.


"Jas mahal ku, terkena make up mu." Kata Rizky.


"Aku akan membeli kan mu selusin jas seperti itu." Ucap Alana.


"Alana, kenapa dengan wajah mu, kau menangis." Tanya Adit.


"Pacar nya selingkuh pak." Ujar Rizky sambil menahan tawa nya.


"Tidak." Alana dan Rizky saling melirik.


"Hahaha sudah-sudah, begini besok kita akan ada perjalanan ke luar kota, bagaimana apa kalian berdua bisa." Tanya Adit.


"Hmmm sebenarnya saya ada pertemuan keluarga, tapi saya bisa meminta izin untuk tidak menghadiri nya." Kata Rizky.


"Saya bisa kapan pun pak." Ujar Alana yang sama sekali tidak bersemangat.


"Ya sudah besok kita langsung berkumpul di bandara, tiket dan lainnya saya yang akan mengatur nya, sekarang kalian boleh pulang." Ucap Adit.


"Ada yang saya ingin bicara kan dengan pak Adit, bapak duluan saja." Ujar Alana.


Setelah Rizky pergi Alana langsung memeluk Adit. "Anak papah putus cinta." Adit mengusap rambut Alana.

__ADS_1


"Aku tidak terima pah, dia menjatuhkan harga diri ku hiks hiks hiks."


"Kau tenang saja, tidak ada yang boleh menyakiti keluarga Efron." Ucap Adit.


"Apa yang akan papah lakukan, inti nya aku tidak ingin dia bahagia di atas penderitaan ku." Kata Alana.


Rizky yang hendak kembali masuk ke dalam ruangan Adit mendadak menghentikan langkah kaki nya saat melihat Alana dan Adit berpelukan yang sangat jelas terlihat dari pintu yang sedikit terbuka.


"Apa Alana wanita seperti itu, apa semua pikiran ku selama ini salah." Batin Rizky.


"Sudah ayo kita pulang, kita harus segera berkemas besok kita akan pergi ke luar kota bukan." Ucap Adit.


Keesokan pagi nya Alana dan Adit serta Fiona sudah berada di bandara, mereka sedang menunggu Rizky yang belum menampakkan batang hidung nya.


"Mah, mamah harus pandai berakting." Ucap Alana.


"Kamu tenang saja sayang, siapa atasan kamu, kata papah mu kamu dekat dengan nya." Tanya Fiona.


"Jangan percaya dengan papah, kami berdua saja sering bertengkar, dia es berjalan mah." Jawab Alana.


"Maaf pak saya sedikit terlambat." Ucap Rizky dengan nafas yang tidak beraturan.


"Anda telat pak." Kata Alana.


"Macet, saya terjebak macet." Ucap Rizky.


"Sudah ayo kita berangkat, pesawat akan lepas landas." Ujar Adit.


Dylan sudah satu hari memikirkan nasib pernikahan nya dengan Lia, ucapan Verrel Berputar-putar di kepala nya.


"Sudah aku putus kan, aku harus pulang untuk membicarakan hal ini dengan Lia." Ucap Dylan.

__ADS_1


__ADS_2