
"Sudah ku katakan dia sudah normal." Ucap Rizky.
"Ya ya ya kami percaya."
"Bagaimana apa bisa kita lepas kan dia." Tanya Dylan.
"Jangan dulu, dia saudara ku, bagaimana pun keselamatan nya juga tanggung jawab ku, aku ingin menyiapkan sesuatu untuk nya, tapi aku harus tau apa keinginan nya dulu." Ucap Rizky.
"Kami akan membantu mu, dia saudara mu berarti juga saudara kami." Ujar Dylan.
"Apa mereka benar-benar melakukan nya, aku menyesal tidak melihat nya sampai habis." Ucap Verrel sambil mengetuk-ngetuk meja.
"Sedang apa kalian." Tanya Alvaro.
"Ayah, kami sedang membicarakan Candra, kami sudah memberikan nya wanita dan dia langsung menerkam nya." Jawab Verrel.
"Berati dia sudah doyan donat." Tanya Alvaro.
"Sudah, dia normal, jangan kalian bully terus dia." Jawab Rizky yang lama-lama merasa kesal jika Candra menjadi bahan perbincangan.
"Hahaha lihat kembaran nya marah, tidak kami tidak akan membicarakan nya lagi." Kata Dylan.
"Sudah kalian sudah terlalu banyak cuti, mulai besok masuk dan bekerja kembali. Verrel kau ikut dengan Rizky ke Efron grup." Ucap Alvaro.
"Ayah, aku tidak mau." Tolak Verrel.
"Ayah tidak suka penolakan, harus mau." Ucap Alvaro dan pergi meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
"Selamat bekerja Verrel, kau harus mulai masuk ke Efron grup, kau pewaris Efron grup." Kata Dylan.
"Kenapa tidak kau saja, aku malas."
"Aku, aku tidak tertarik, aku lebih suka bisnis. Kau tau kan aku baru membuka restoran baru." Ucap Dylan.
"Kalian ya, menjadi pewaris saja harus berdebat, Verrel kau ikut dengan ku saja. Jika ada kau ada temannya."
"Ya ya ya, aku akan ikut dengan mu jika aku tidak kesiangan." "Ucap Verrel.
Sementara itu Candra dan Desy masih di dalam satu kamar yang sama, mereka berdua sedang diam memikirkan apa yang akan mereka lakukan setelah ini.
"Desy, setelah aku meniduri mu, apa rasa cinta mu pada ku hilang." Tanya Candra.
"Aku sangat membenci mu saat itu, kenapa harus aku yang menjadi korban mu, tapi rasa cinta itu tetap ada sampai saat ini, aku tidak pernah dekat dengan pria mana pun, aku trauma apalagi dengan perlakuan ayah ku." Jawab Desy.
"Maksud mu, kamu mau menikahi ku." Tanya Desy.
"Iya aku mau menikahi mu, kamu masih mencintai ku, dan aku hanya belajar untuk mencintai mu. Aku ingin menebus semua kesalahan ku."
"Kamu yakin mau menikahi ku, aku sudah bekas ayah ku sendiri." Tanya Desy.
"Aku tidak peduli, aku orang pertama yang merusak mu, aku juga harus menerima mu apapun kekurangan mu." Jawab Candra.
"Iya aku mau, terimakasih telah mau menerima ku." Desy memeluk Candra dengan erat.
"Kalau begitu, aku hanya perlu meminta restu orang tua mu." Ucap Candra.
__ADS_1
"Tidak perlu, mereka bukan orang tua kandungan ku."
"Maksud mu? "
"Mereka orang tua angkat ku, aku tidak mempunyai siapapun, mereka mengadopsi ku dari panti asuhan." Ucap Desy.
"Kalau begitu aku hanya perlu meminta Izin pada Rizky, orang tua ku pasti sudah tidak mau menerima ku, setelah semua yang telah aku lakukan. Aku membuat nama keluarga ku hancur."
"Rizky." Candra berjalan mendekati Rizky yang tengah menikmati makanan nya.
"Kau keluar kamar tumben sekali, oh iya apa kau menikmati wanita tadi." Tanya Rizky.
"Aku tidak melakukan apapun pada nya, aku mengenal nya, dia teman ku dulu." Jawab Candra.
"Candra, kau taukan keluarga kita sangat marah pada mu, bahkan mereka sudah mencoret mu dari ahli waris." Kata Rizky.
"Iya aku tau, aku dapat menerima nya karena itu semua salah ku."
"Kau mau kemana, maksud ku setelah ini kau mau kemana dan berbuat apa." Tanya Rizky.
"Aku ingin menikah, dengan Desy wanita yang kalian bawa tadi, dan setelah ini aku ingin pergi jauh dari kota ini."
"Tidak, aku tidak mengizinkan mu pergi jauh, mau boleh menikah tapi jangan pergi jauh. Aku mempunyai ide, bagaimana kau tinggal di salah satu Vila ku." Ucap Rizky.
"Dimana itu." Tanya Candra.
"Di salah satu pulau, di sana aku juga memiliki restoran dan usaha lain nya, pemberian dari paman Vano, bagaimana apa kau mau ke sana untuk mengurus semua nya." Tanya Rizky.
__ADS_1
"Iya aku mau, di sana aku bisa memperbaiki semua nya." Jawab Candra