
"Aku sangat merindukan mu," ucap Axel sambil memeluk Laura dengan sangat erat.
"Kita putus, hubungan ini tidak benar," kata Laura.
"Aku aku tidak mau putus dengan mu, kenapa dengan hubungan kita. Apa yang salah dengan hubungan kita," tanya Axel.
"Salah Axel, kau kakak ku. Aku adik mu, kita tidak boleh menjalin hubungan apapun selain dari kakak adik. Ini salah besar aku yakin keluarga kita akan marah besar jika tau akan hal ini," jawab Laura.
"Aku tidak peduli, aku sangat mencintai mu. Aku tidak akan pernah mau putus dari mu," kata Axel.
"Aku juga sangat mencintai mu, tapi percuma saja Axel kita tidak bisa bersama, semakin kita tenggelam dalam cinta ini semakin sulit pula untuk kita berpisah. Cinta ini tidak membawa kebahagiaan untuk kita melainkan kesengsaraan Axel. Sudah aku mau putus dengan mu," ucap Laura.
"Aku tidak mau Laura, apa aku harus membuat mu mengandung anak ku dulu, agar kamu tidak pergi meninggalkan ku."
Plak.. Satu tampar mendarat di wajah Axel. Laura benar-benar tidak tau bagaimana pola pikir Axel, ia sudah sangat lelah menjalani hubungan terlarang ini.
"Laura, kamu menamparku."
"Aku menampar mu karena kau sudah keterlaluan. Aku tidak peduli kau mau atau tidak kita tetap putus," ucap Laura dengan tegas.
"Aku tidak mau, aku tidak akan mau putus dengan mu," kata Axel.
Di tengah-tengah perdebatan mereka berdua, tiba-tiba handphone mereka berdua berbunyi. Laura menjauhi Axel karena yang menghubungi nya adalah Candra papah nya.
"Hallo pah, iya ada apa," tanya Laura.
"Aku di rumah Kenzi, datang ke sini sekarang juga," jawab Candra.
"Sekarang pah, aku masih bersama teman-teman ku," kata Laura.
"Laura aku bilang sekarang, jadi kau harus pulang sekarang," ucap Candra dengan tegas.
"Iya pah, aku pulang sekarang," kata Laura.
__ADS_1
Laura kembali berjalan menghampiri Axel, karena ia harus pulang sekarang.
"Aku di minta pulang ke rumah Kenzi," ucap Laura.
"Aku juga di minta untuk pulang, kita bersama saja," kata Axel.
"Aku membawa mobil, tidak perlu bersama," ucap Laura.
Di rumah mereka semua sedang bingung karena apa yang telah terjadi. Rizky dan Candra tidak menyangka hal sebesar ini lolos dari pantauan mereka.
"Dylan aku mohon, demi keluarga kita," ucap Rizky.
"Aku tidak mungkin melakukan itu, anak ku juga tidak akan mau," kata Dylan.
"Iya paman aku tidak mau. Satu aku tidak memiliki rasa dengan Laura, ke dua hubungan ku dengan Axel akan hancur. Aku tidak mau itu terjadi, kami sudah bersama-sama sejak kecil," ujar Rakha.
"Aku rasa di antara mereka berdua harus menikah, tapi di luar dari keluarga ini, kau ada jodoh untuk Axel atau Laura," tanya Rizky.
"Untuk Axel aku kira aku tau siapa wanita yang tepat Ya meskipun wanita ini cukup nakal, tapi seperti nya cocok untuk Axel," jawab Dylan.
"Iya aku mempunyai satu wanita simpanan, bukan untuk ku tapi untuk Rakha, Rakha sudah meminta istri dan aku sudah menyiapkan nya. Tapi jika Axel lebih perlu kenapa tidak," ucap Dylan.
"Untuk ku yah, jadi kau sudah menyiapkan istri untuk ku," tanya Rakha.
"Tidak jadi sudah untuk Axel, bagaimana kalian mau tidak?"
"Iya iya aku mau, tidak ada pilihan lain," kata Rizky.
Tak lama menunggu akhirnya Axel datang di ikuti Laura di belakang nya. Mereka berdua merasa ada yang aneh karena tatapan mata orang tua mereka sangat tajam.
"Ada apa pah," tanya Axel.
Rizky bangkit dari tempat duduk nya, dengan cepat pukulan mendarat di wajah dan tubuh Axel.
__ADS_1
"Dimana otak mu, kau benar-benar membuat ku kecewa, kau sudah aku sekolah kan di luar negeri dan ini yang kau lakukan," ucap Rizky.
"Apa apa yang terjadi pah, apa salah ku," tanya Axel.
"Kau berpacaran dengan adik mu sendiri." Satu pukulan kuat membuat Axel terpental ke lantai.
"Rizky," bentak Adit yang datang bersama dengan Vano.
"Kau tidak papa, apa yang terjadi," tanya Adit sambil membantu Axel berdiri.
"Maaf kek maafkan aku," jawab Axel.
"Dia berpacaran dengan Laura pah, adik nya sendiri. Apa aku salah marah pada nya, jika ibu nya tau bagaimana perasaan ibu nya," ucap Rizky.
"Apa itu benar Axel," tanya Adit.
Axel hanya diam, ia benar-benar tidak berani mengatakan kata iya karena kakek nya dua kali lebih galak dari Rizky.
"Axel, aku perlu jawaban dari bibir mu, iya atau tidak."
"Axel," bentak Adit.
"Iya kek aku berpacaran dengan nya, aku tidak bisa menghilangkan perasaan ini kek. Aku tidak tau kenapa perasaan ini datang dan kenapa wanita itu adik ku. Sekuat apapun aku mencoba jauh dari nya aku tidak bisa dan semakin dekat dengan nya."
"Kau benar-benar membuat ku marah Axel," ucap Adit.
"Sudah pah, membuat diri nya babak belur bukan lah pilihan yang tepat. Aku sudah memikirkan cara agar dia bisa lepas dari hubungan ini," kata Rizky yang takut jika anak nya akan habis kalau Adit marah besar.
"Apa katakan pada ku," tanya Adit.
"Dia akan menikah dengan wanita pilihan ku, dengan begitu mereka berdua tidak akan bisa menjalin hubungan apapun," jawab Rizky.
"Tidak pah, aku tidak mau menikah, aku tidak bisa," kata Axel.
__ADS_1
"Kau mau menikah atau aku mengasingkan mu," ucap Adit.